
Dor!!! Dorrr!!!
Terdengan suara tembakan dari lantai 4.
Sontak membuat semua anggota keluarga yang sedang berkumpul di ruang besar kaget.
"Su-suara apa itu?!" teriak amora.
"Joe, Lucient.. Ayo kita pastikan bersama" ajak domand kepada saudara saudaranya.
Domand, Joe & Lucient pun bergegas mengecek keadaan di lantai 4.
Mengingat kamar Jaquen & Moraline ada di lantai 4.
Sementara para lelaki pergi ke lantai 4, para wanita mengamankan anak anaknya.
Mengambil langkah antisipasi dengan cepat, Kilua segera mendekati pengawalnya dan berbisik..
"Segera amankan Charlotte,mozero & amorela ke ruang bawah tanah" suruhnya kepada pengawal.
"Amora,Meggie... Segera bawa anak anak kalian ke ruang bawah tanah." Lanjutnya.
Semua telah pergi ke ruang berlindung bawah tanah, terkecuali merrie.
"Merrie, kau juga bisa ikut denganku." Ajak kilua.
"ta-tapi.... Aku kan hanya pacar lucient ka." Ucap merrie yang sedang ketakutan.
"aku tak mempermasalahkan itu, selama lucient menganggapmu penting dan kamu berada di rumahku.. Maka kamu adalah tanggung jawabku" tegas kilua.
Mendengar hal itu merrie merasa lega dan menuruti apa kata kilua.
Mereka semua pergi ke ruang berlindung bawah tanah milik doman&kilua.
Ruangan itu memang sengaja di buat kilua untuk antisipasi mengingat dia adalah istri dari pemilik geng mafia paling di cari di spanyol.
Sementara itu, para lelaki telah sampai di lantai empat.
Tentu mereka tidak hanya ber-empat.
Mereka membawa beberapa pengawal bersenjata untuk mengantisipasi skenario terburuk.
" Aku melihat asap dari kamar ayah " intip domand.
" Ah, Aku tidak suka ritme lama begini! " Tegas joe yang tak sabaran.
Melihat kakaknya yang tempramental itu sudah tidak sabaran, domand memberi signal kepada pengawalnya untuk maju terlebih dahulu.
" Maju 2, 2 Di belakang " Isyarat tangan domand dengan jelas kepada pengawal.
Setelah dua pengawal maju, mereka pun mengikuti di belakang.
Perlahan, dua pengawal lainnya mengikuti di belakang mereka dan menjaga bagian belakang.
"1,2,3 Dobrak!" isyarat domand kepada pengawal.
Saat mereka berhasil mendobrak, kamar ayah ibunya sudah di penuhi asap.
Bau hangus yang lumayan pekat, dan barang barang yang sudah berantakan.
Saat lucient mendekati ranjang, ia lemas melihat ayahnya yang sudah tak bernyawa dengan bolongan peluru di kepalanya.
Sementara ibunya, menghilang tanpa jejak.
Yang tersisa hanyalah darah ayahnya..
Bau hangus itu menjadi wajar saat melihat ternyata bukan hanya 1 peluru yang menembus kepala Jaquen.
"Ayah... " Tangis lucient gemetar bersimbah darah memeluk ayahnya.
"Ah.. ****!" Joe juga meluapkan kemarahannya.
"Cepat amankan seluruh bagian rumah, tutup gerbang. Aku ingin bedebah ini tertangkap segera" perintah domand kepada pengawal sambil menahan air matanya.
Malam itu menjadi malam yang kelam bagi keluarga rozme.
Pesta ulang tahun pernikahan domand dan kilua yang kali ini bersimbah darah..
Jaquen tak seharusnya meninggal.
Pengamanan ketat di mansion itu bukanlah pengamanan abal abal.
Hal janggal lainnya adalah.. Ibunya yaitu moraline hilang.
Tak hanya itu, setelah ini akan banyak tekanan dari rival bisnis dan kemungkinan pengambilan paksa daerah territorial oleh geng mafia lain nya.
Berita ini mungkin duka besar bagi keluarga dan rekan geng rozme.
Tapi berita ini juga merupakan berita paling di tunggu oleh geng mafia lainnya..