Black Bloodline

Black Bloodline
Missing pieces



Tiba tiba gerbang terbuka..


Domand yang masih berada di lantai empat kamar ayah dan ibunya langsung melihat keluar jendela.


" Apakah itu tommy? " tanya joe yang masih berusaha menenangkan lucient.


" Ya, dia baru datang. " Jawab domand sambil memantau gerbang yang terbuka dari kejauhan.


Mereka bertiga pun bergegas turun dan menghampiri tommy.


"Aku sudah dengar dari pengawal di bawah, aku turut berduka. Maaf aku datang terlambat." ujar tommy yang masih terengah engah.


"Tidak apa apa tommy, kami masih mencari pelakunya. Mungkin masih terjebak di sini." jawab domand.


Sementara itu, joe masih berusaha menenangkan lucient.


Lucient yang masih shock, hanya bisa menangis terus menerus dan hanya mengeluarkan kata Ayah.


Para wanita dan anak anak yang masih mengungsi di ruang bawah tanah belum mengetahui informasi apapun.


Sambil menunggu, kilua mendekati amora..


"Jadi, keluarga tommy masih disini?" tanya kilua.


"Iya kak, mereka akan segera pulang ke england 2 hari lagi. Aku tak mungkin memaksanya untuk menomor duakan keluarganya, jadi mungkin dia agak terlambat."jawab amora sambil tersenyum.


"itu betul. Tapi, apa selama ini keluarganya tak pernah menyalahkan mu? Maksudku dia seharusnya intel inggris, dia mengkhianati negaranya karena jatuh cinta denganmu." ledek kilua


"Keluarganya bahkan tak tau bahwa tommy selama ini adalah intel. Sangat rahasia sehingga dia harus berpura pura bekerja sebagai agen pariwisata haha." Ujar amora sambil tertawa kecil.


Di tengah percakapan mereka, tiba tiba seorang pengawal membuka pintu.


"nyonya nyonya, keadaan sudah aman."


Mendengar pernyataan tersebut, mereka langsung kembali ke ruang utama.


Sesampai di ruang utama, tommy langsung menghampiri amora dan anak perempuanya robin.


Begitu juga dengan joe yang langsung memeluk meggie dan anak perempuannya Fox


Lucient yang menangis di sofa membuat merrie kebingungan. Merrie hanya bisa mengelus ngelus pundaknya.


Sang istri, kilua .. Langsung memegang erat tangan domand dan bertanya.


" Apa yang terjadi? "


" akan ku jelaskan nanti. Sekarang kita sudahi dulu acaranya. " jawab domand dengan lesu.


Semua orang terpaksa kembali ke kamarnya lebih awal dari yang di rencanakan.


Karena besok adalah hari pemakaman sang ayah.


Sementara sang ibu, masih menghilang tanpa jejak.


Jam sudah menunjukan pukul 23.54 malam.


Dingin nya malam membuat suasana menjadi semakin terasa sepi.


Tapi tidak dengan isi kepala kilua yang ikut overthinking setelah mendengar cerita suaminya.


" kenapa aku merasa mansion ini menjadi alasannya ya? Setelah mansion ini di umumkan menjadi hak mu sepenuhnya..aku sudah mengira memang akan ada hal buruk yang akan datang." ujar kilua dengan nada khawatir.


" tapi mereka semua tetap tinggal disini, aku rasa tidak ada alasan bagi mereka untuk dendam kepada ayah. " jawab domand yang juga masih kebingungan.


" aku benar benar tak ingin mencurigai saudara saudara mu, tapi tidak mungkin jika tenang tenang saja. Maksudku... Kamu juga lihat kan respon mereka saat ayah mengumumkan mansion ini sepenuhnya milikmu?" tegas kilua.


" tidak, aku hanya melihat joe. Tapi joe tadi bersama kita." ujar domand.


"kau amatiran? Kau menjadi lembut ketika itu menyangkut keluargamu. Kau pikir sulit baginya untuk menyewa seseorang dan berakting seperti tidak terjadi apa apa?" tanya kilua dengan tegas.


Domand hanya terdiam mendengar pertanyaan itu.


Domand tidak ingin menuduh siapapun sebelum pemakaman ayahnya selesai.


" akan ku perluas pencariannya setelah pemakaman ayah selesai. " ujar domand.


" besok akan ku telfon tim investigasi untuk lihat kamar ayah dan ibu. Mungkin dari situ kita bisa mendapatkan petunjuk kemana ibu hilang. " ujar kilua.


" kenapa harus di hari ulang tahun pernikahan kita ya ? " tanya domand sambil melihat langit langit kamarnya.


" oh sayang, tentu saja untuk menjatuhkan mental kita. " jawab kilua yang bersandar di dada bidang domand