
Sepasang kekasih itu hanya saling berpelukan dan menatap bintang bintang tanpa mereka sadari dibelakang mereka ketiga orang itu tersenyum senang, siapa lagi kalau bukan opa Alex, oma Lisa dan Steven.
Saat ini Manda sedang di dalam mobil bersama dengan Louise menuju mansion wijaya untuk mengantar Manda pulang.
" sayang, kau yakin tak ada masalah?" tanya Louise yang melirik kekasihnya itu sedang melamun, Louise yakin pasti Manda menyembunyikan sesuatu dari nya.
" its oke baby.. aku baik baik saja ... jika aku membutuhkan bantuanmu, aku akan memintanya padamu. tapi untuk sekarang, aku yakin bisa menyelesaikannya " ucap Manda lembut meyakinkan Louise bahwa dia baik baik saja saat ini.
'baiklah.. tapi jika kau tak bisa menyelesaikannya kau harus segera mencari ku" ucap Louise sambil menciumi tangan Manda
Manda pun mengangguk pelan sambil tersenyum kearah Louise.
Pagi hari yang cerah ini Manda sedang jogging di halaman mansion nya, dia menghirup udara segar untuk merilekskan pikirannya sesaat karena nanti siang Manda harus bertempur dengan keluarga tirinya yang tak tahu malu itu.
'nona Manda.." panggil salah satu maidnya
Manda menghentikan olahraganya, dan menatap kearah maidnya itu.
" ada apa?" tanya Manda
" ada telpon dari asisten nona.. " ucap maidnya
" baiklah .. " jawab Manda bergegas masuk kedalam untuk menjawab telepon itu.
"halo.. " ucap Manda
"bagaimana mungkin.. beraninya mereka memakai cek kosong milik grandpa ku !" teriak Manda geram dengan tingkah keluarga tirinya itu
"baiklah, aku akan bersiap langsung ke bank. bilang pada pihak bank, jangan mencairkan apapun tanpa persetujuan dariku. kita langsung bertemu di bank !" ucap Manda tegas langsung mematikan telpon itu, dan bergegas masuk kamarnya untuk bersiap
sesampai dikamar, Manda langsung masuk ke toilet untuk berendam dengan aroma lavender kesukaannya. karena aroma itu bisa membuat pikirannya rileks sebentar.
tak butuh waktu lama Manda sudah menyelesaikan rutinitas mandinya dan sekarang sedang memilih pakaian di walk in closet miliknya.
" tak akan kubiarkan kalian berbuat seenaknya lagi .. !" ucap Manda geram mengingat apa yang sudah dilakukan oma tirinya hari ini.
tanpa sarapan terlebih dulu, Manda langsung keluar dari mansion dan mengambil mobil bugati silver miliknya dan langsung menancap gas ke bank tempat dia dan asistennya lusi berjanjian.
kebetulan jalanan juga agak lenggang, dan sekarang Manda sudah tiba di parkiran bank dan sudah di sambut oleh Nina.
' Nona.. manager bank sudah menunggu kita dari tadi " ucap Nina.
"ayo.. " jawab Manda sambil berjalan melewati Nina.
ceklek
suara pintu terbuka, Manda dan Nina masuk keruangan manager bank.
" selamat pagi nona Amanda " ucap pegawai bank yang diketahui bernama Erik itu
" selamat pagi juga pak Erik "jawab Manda
" silahkan duduk " ucap Erik mempersilahkan tamunya duduk
Manda dan Lusi pun segera duduk di kursi, dan memulai pembicaraan mereka.
" maaf pak Erik, apa benar oma tiri saya ingin mencairkan sejumlah uang dengan cek kosong yang di bubuhi tanda tangan dari kakek saya ?" tanya Manda
'iya benar sekali nona.. tapi untungnya nona Nina menelpon saya dan mengatakan bahwa seluruh harta tuan besar wijaya sudah di berikan kepada nona Manda." ucap Erik menjelaskan
"iya, maaf kan saya.. karena sangking sibuknya saya lupa mengganti atau mengalihkan segalanya menjadi atas nama saya. gimana kalau sekarang langsung saya ganti." ucap Manda
"baiklah nona Manda.. sekarang saya akan memulainya., mohon ditunggu, biar asisten saya menyiapkan surat yang harus di tanda tangani terlebih dahulu." ucap pak Erik menjelaskan
melihat kedatangan pak Erik, Manda sangat senang, karena Manda sudah mati kebosanan menunggu di ruangan ini.
" nona ini berkas berkas yang harus nona tanda tangani agar semua warisan yang di tinggalkan tak bisa lagi di ganggu tanpa ijin dari nona Manda." jelas pak manager yang tak lain adalah Erik.
Sedangkan didalam bank, oma Manda segera menemui manager bank.. untuk bertanya perihal pencairan dananya.
" selamat siang pak Erik ?" ucap oma tiri Manda yang bernama Rina itu
"selamat siang juga ibu Rina. silahkan duduk " jawab Erik
"bagaimana pencairan dana saya pak Erik, apa bisa saya ambil sekarang .. " tanya Rina sambil tersenyum
"maaf ibu Rina, sepertinya cek yang anda gunakan sudah tak bisa dipakai lagi.. karena semua milik tuan besar wijaya sudah dialihkan kepada ahli waris tunggal keluarga wijaya yaitu nona Amanda wijaya. dalam kata lain, cek yang berlaku sekarang hanyalah cek dengan tanda tangan nona Amanda wijaya. " ucap Erik menjelaskan kepada ibu Rina.
"bagaimana bisa !!! pasti si Amanda sialan itu yang sudah merubahnya !" teriak oma Rina yang sudah emosi mendengar penjelasan dari erik sang manager bank.
"tenanglah nyonya Rani, ini di kantor. silahkan anda selesaikan dulu urusan anda dengan nona Manda baru anda bisa kemari lagi setelah mendapat persetujuan nona Amanda " ucap sang manager bank itu
Rina pun berdiri dan berjalan cepat untuk keluar dari bank, dia harus segera menemui cucu tirinya itu.
di lobby kantor keluarga wijaya, semua karyawan menunduk memberikan hormat pada Manda, CEO mereka.
'Nina, buatkan aku teh manis panas dan antarkan keruangan ku. kalau bisa belikan aku sandwich, karena tadi aku belum sarapan langsung berangkat ke bank " pinta Manda yang sudah lemas karena belum sarapan.
Nina pun langsung mengangguk dan pamit untuk mengerjakan perintah Manda itu.
sedangkan di gedung Aditama grup, Louise masih sibuk dengan berkas di hadapannya.
Dia pandangi sesekali ponselnya, mengapa tak ada kabar dari Manda pagi ini.
dia ambil ponselnya dari atas meja, dan mencoba mendial ponsel Manda .. tapi tak ada jawaban dari sang pemilik ponsel.
" Rian, keruangan ku segera !" perintah Louise memanggil Rian
'permisi tuan " ucap Rian dari balik pintu
" masuklah!" ucap Louise
'permisi tuan, ada apa memanggil saya?" tanya Rian pada bos besarnya yang terlihat sedang gusar itu.
" coba kau hubungi Nina asisten Manda ... tanya keberadaan Manda saat ini, karena aku menghubunginya dia tak menjawab ponselnya " keluh Louise
" baik tuan, segera saya lakukan !" ucap Ryan yang langsung menghubungi Nina
setelah selesai berbicara dengan Nina, Ryan langsung memberitahukan pada Louise dimana Manda.
'tuan, Nkna bilang nona Manda saat ini sedang di kantornya. tadi pagi nona Manda datang terburu buru ke bank karena harus menyelesaikan masalahnya dan nona Manda meninggalkan handphonenya di rumah bahkan nona Manda pun melewatkan sarapan paginya. " terang Ryan menjelaskan kepada Louise.
Louise yang mendengarnya langsung mengambil jas dan kunci mobilnya, melempar kunci itu pada Ryan dan bangkit dari kursinya berjalan keluar ruangan.
"ke kantor wijaya grup !" perintah Louise singkat dan diangguki oleh Rian.
tok tok tok
" masuk " ucap Manda dari dalam ruangannya.
masuklah Nina yang sudah membawa sandwich dan minuman pesanan Manda, lalu meletakannya di meja
Manda langsung menyantap sanwich di mejanya itu, sungguh dia sangat lapar karena tak langsung sarapan pagi tadi.
saat Manda sedang menikmati makanannya, pintu ruangan Manda pun terbuka dengan kencang
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...