Best Mom

Best Mom
Bab 10



Manda


"maaf Louise, aku tidak bermaksud untuk ..."


+62869XXX


" tak apa Man.. sungguh! jadi bagaimana, apa kamu bersedia ikut kami ?"


Manda


"baiklah aku ikut, jemput aku weekend nanti ya, bye."


+62869XXX


" bye juga Man.. nomerku disave juga ya . "


Manda


" oke.."


setelah percakapan lewat message dengan Louise usai, aku pun mulai mencerna ucapan Louise kepadaku tadi, berarti Louise adalah seorang duda "lirihku pelan, tersenyum sesaat, aku pun melanjutkan pekerjaanku.


Waktu pun menunjukan pukul 16.00 sore, aku bergegas bersiap untuk pulang ku langkahkan kaki ku keluar ruangan, semua karyawan hormat padaku sambil menundukkan kepalanya.


aku pun membalas dengan menganggukan kepala karena aku bukan tipe wanita sombong. karena kalau tidak ada karyawanku ini, perusahaan ku pun tidak akan bisa sebesar sekarang, jadi aku juga harus menghormati mereka.


mobil ku pun sudah terparkir didepan lobby kantor ku .ku tengok Nina di belakangku, dan dia mengangguk serta tersenyum yang menandakan bahwa dia juga pamit pulang kepadaku.


"Nina,, besok pagi siapkan aku data data tentang hotelku yang ada di kota Z."ucapku sebelum memasuki mobil bugati silverku.


" baik nona... " jawab Nina sambil menutup pintu mobilku.


aku pun mulai mengendarai mobilku meninggalkan halaman kantor ku.


Cukup lama perjalanan ku kembali ke mansion kali ini, karena keadaan jalanan yang padat.. sesampainya di mansion, seluruh pelayanku sudah berkumpul dan memberikan salam seperti biasanya.


aku pun langsung bergegas ke kamar tidurku di lantai 2, ku rebahkan badanku di atas kasur queen size ku. ku pejamkan mataku sesaat.. lama lama rasa kantuk mulai menyerang ku, tapi sebelum aku mulai larut dalam kantuk ku. pintu kamarku terketuk...


" ya bii... ! ada apa ?" tanyaku pada pelayan yang ku tahu itu adalah bibi Ijah, karena hanya dia yang ku perbolehkan naik ke lantai 2 jika aku ada dirumah.


" non, ada tamu dibawah." ucap bibi Ijah


" siapa bi ??" tanyaku pada si bibi


" tuan Rehan non, paman non Manda dan nona Rahel. sepupu non Manda " jelas bibi Ijah kepadaku


"mau apalagi mereka kemari ?!! " gumamku pelan


“baiklah bi, suruh menunggu..” jawabku pada bibi


"baik non " ucap bi Ijah sebelum turun ke bawah.


aku pun langsung bangun dan merapikan pakaianku, dan bergegas keluar kamar untuk turun menjumpai paman dan sepupuku itu.


ya.. itu adalah paman Reyhan wijaya adik tiri dari ayahku Samuel wijaya. dan anak dari paman Reyhan yaitu Rahel wijaya. mereka adalah salah satu keluargaku yang masih hidup, tapi sepupuku ini termasuk wanita yang memiliki iri hati yang tinggi karena apa yang kumiliki selalu ingin dimilikinya juga.


aku pun menuruni anak tangga, dan langsung keruang tamu dimana tamuku berada.


" wah ponakan om, makin cantik aja ya !!" sapa om Rehan padaku, dengan senyumnya yang sinis


" tentu dong om.. bahkan diluar sana banyak yang mengantri untuk menjadi kekasihku. jadi aku tinggal memilih mau yang mana .. engga usah pakai ngemis ngemis cinta segala . " jawabku tak kalah sinis, bahkan tepat sasaran untuk menyindir sepupuku ini .


"wah, wah makin berani ya kamu. berlagak sombong depan om !!" jawab om Rehan dengan tatapan tajamnya kepadaku.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...