Being Mama

Being Mama
Tersembunyi



"Aku akan pergi Dave"


Dapat kulihat Dave yang semula tak melihat kearahku menolehkan pandangan matanya untuk menatapku secara langsung.


"Jane, kita bahkan baru menikah 2 hari"


Mata nya liar bergerak kekanan dan kiri memberi bukti bahwa ia mencoba menyadarkan ku.


"Dave apa kau melarangku pergi?"


Aku mencari kepastian dari Dave, apa yang sebenar nya ia inginkan.


"Jane dengar, ibu akan sangat sedih bila kau pergi.."


Ada pandangan membujuk di matanya. Dan aku merasakan sesuatu disini. sesuatu yang sedikit aneh.


"Dave, kurasa kau salah paham"


Aku mulai berucap sedikit gugup sambil menggigit bibir bawahku untuk membuat nya merasa tidak tersinggung.


"Tidak..! aku tau kau ingin pergi dari rumah ini dan memintaku untuk menceraikan mu."


Seketika aku terkejut.


"cerai?"


Masih bertanya dalam kebimbangan dan penasaran.


"Jane, kita tidak mungkin bercerai secepat ini."


Dave masih saja keras dengan apa yang ia fikirkan. oh.., kurasa aku ingin menutup bibir tipis itu dengan kedua tangan ku.


'Bagaimana mungkin aku bercerai dengannya semudah ini setelah semua kegilaan yang kualami sejak ibunya datang melamarku.'


Berfikir keras berusaha berontak dalam diriku sendiri.


"Dave cukup.!"


Suara ku yang sedikit meninggi membuat nya bungkam dan menghentikan fikiran anehnya sejenak.


"Aku hanya ingin bilang, kalau aku akan pergi keluar sebentar. Bukan untuk pergi dari rumah ini."


Berusaha menjelaskan setenang mungkin untuk membuat suamiku ini tidak berfikiran buruk lebih jauh lagi. Tak kulihat pergerakan dari nya. hanya diam dan membisu berusaha menyembunyikan wajahnya dari pandangan mataku.


Aku tau kalau dia malu sekali saat ini. Melihat nya berjalan salah tingkah sambil berusaha tak menunjukan wajah nya membuatku tak bisa menghindar dari sesuatu.


Sesuatu yang menyerang secara tiba tiba dan memberikan sensasi geli di perutku. Satuhal yang kutau. Aku tertawa.


Kututup rapat mulutku saat kulihat Dave mulai barbalik menghadapku setelah suara tawa tanpa ijin mungkin menyadarkan nya bahwa aku menertawainya.


Mulai mengangkat kepalanya dan melihatku tepat di mataku. Bisa kulihat rasa malu masih jelas merekah di wajah nya.


"Kau boleh pakai mobilku yang ada di garasi Jane"


Dave baru saja nenyuruhku untuk pergi dengan pasilitas miliknya.


"Oh.. trimakasih Dave, kurasa aku akan pergi dengan kendaraan umum saja"


"Benarkah?, kenapa tidak bilang kalau kau tidak bisa mengemudi."


'Oh dewi Atena.., apa dia pria muda dengan kekuatan pembaca pikiran yang telah menikahiku.?'


Fikiran ku aktiv seketika saat pria yang baru saja tersipu malu ini membuat ku menemui giliran untuk salah tingkah.


"Tidak perlu malu Jane, oh..ya, dan aku akan suruh supirku mengantar mu."


Kulihat sedikit tawa berhasil berdiam di wajah nya walau sesaat.


"Baiklah"


Ku jawab pelan setelah kulihat Dave meninggalkan kamar kami. Aku masih bingung dengan pria dengan profesi dokter yang baru saja membuatku malu tepat di hadapan nya.


Bukan karna aku tak tau mengemudi, melainkan caranya yang secara ajaib mengetahui bahwa aku tak bisa mengemudi.


******


"Ibu, aku pamit sebentar ya."


Pamit pada ibu mertuaku dan mencium tangan nya.


"Oh.. Jane, kau bisa suruh pelayan belikan apa yang kau mau sayang"


Kulihat raut kekhawatiran telukis jelas di wajah nya.


"Tidak papa ibu, aku juga butuh keluar untuk mencari udara segar"


Jawabku sambil melempar senyum pada wanita yang hampir di makan usia ini. Namun untuk ukuran wanita yang bahkan sudah memiliki cucu, ia tampak lebih muda. Cantik dan anggun. Seorang wanita dengan dua putra yang berhasil mendirikan sebuah perusaan ternama di kota ini.


"Jane, kau akan naik mobil apa sayang?


Ibu Enjela tiba - tiba bertanya saat mataku melirik sebuah mobil yang tak asing di mataku.


"Itu ibu."


Ku hunjuk mobil yang kini terparkir agak jauh dari halam rumah ibu Enjela. Mobil yang pernah Dave bawa untuk mengajak ku memilih gaun pengantin.


"Sayang, yang benar saja. Itu mobil milik kepala kebersihan di rumah kita. Kau bisa pilih dari mobil mobil Dave itu yang akan mengantar mu."


Ibu Enjela menunjuk kearah garasi cukup besar dengan beberapa mobil mewah di dalam nya. Ini membuatku sedikit terkejud.


'Menggunakan mobil kepala kebersihan untuk menjemputku sementara dia punya beberapa mobil mewah yang siap menanti nya untuk di kemudi., oh.. Dave apa yang kau fikirkan?'


Kepalaku kembali mencerna sesuatu yang terasa ganjil di mataku. Mengalihkan pandangan untuk melihat kembali mobil milik kepala kebersihan yang Dave bawa saat menjemputku.


'Apa yang berusaha kau tunjukan padaku Dave?'


Benakku mulai di isi oleh tanda tanya lagi, berusaha mengetahui suatu hal yang tersembunyi dari Dave.


************


Shisilia-kou