
saat ini aku sedang duduk sambil menikmati pemandangan dimana pak adrian dan bu vera sedang bernyanyi bersama. yaa event organizer menyediakan panggung kecil untung kami bernyanyi santai.
melihat pak adrian dan tante vera mengingatkan ku
dengan mom dan daddy, mereka sama sama punya
cara tersendiri menunjukan kasih sayang untuk pasangannya. kadang aku berfikir apakah aku akan bertemu pasangan seperti dad atau pak adrian yang menatap pasangannya seolah hanya ialah wanita dibumi ini. geeezzz aku sangat iri!!
"MAS AL!" aku menoleh mendengar teriakan yang sepertinya memanggil pak allard.
ternyata itu adalah kyra, anak bungsu pak adrian. pak allard dan kyra langsung berpelukan melepas rindu. melihatnya membuatku mengingat darren dan aldrich yang selalu memelukku jika aku pulang kerumah.
rumah pak adrian sangat besar sama seperti rumah daddy hanya bedanya rumah pak adrian bernuansa alam dan kini aku sedang berada di rooftop garden rumah ini menghindari keramaian di bawah.
rooftop ini sangat menenangkan karna aku bisa menghirup dinginnya udara angin malam juga terdapat ayunan gantung, sofa santai dan dihiasi tanaman tanaman indah milik tante vera. ah yaa jangan lupa lampu lampu indah yang membuat suasana disini makin nyaman.
"ternyata kamu tau rooftop ini" aku menoleh dan pak allard sudah berada disampingku, berdiri melihat pemandangan kota.
"aku langsung jatuh cinta saat pertama kali melihat rooftop ini, sangat menenangkan" ucapku yang juga ikut melihat pemandangan kota sambil menikmati angin yang berhembus.
"papa sengaja membuat rooftop ini, katanya ini adalah escape room karena disinilah tempat kami melepas penat atau ingin waktu sendiri" aku membenarkan ucapannya karena dikantor pun pak adrian membuat rooftop garden yang designnya tidak terlalu berbeda.
"benar, rooftop ini memang alternatif paling sempurna ketika ingin menyendiri atau sekedar ingin menghirup udara segar"
"kamu sepertinya sangat dekat dengan keluarga saya, cla" aku tersenyum mendengarnya, aku yakin ia mungkin heran melihat interaksi ku dengan papa dan mamanya.
"saya bekerja dengan pak adrian sudah hampir 3 tahun, selama itu banyak hal yang terjadi dan ada satu moment ketika saya terpuruk pak adrian dan tante vera bukannya menuntut profesionalitas saya tapi malah merangkul saya untuk bangkit kembali, dari situ saya mengerti mereka bukan hanya atasan saya namun juga keluarga."
"marvel itu teman kuliah saya pak hanya saja kami beda fakultas, sampai sekarang kami masih berteman bahkan hang out bersama dengan yang lainnya pula"
"kalau kamu satu angkatan dengan marvel berarti usia mu 24 tahun bukan?"
"yap benar, kenapa pak?"
"saya kira umur mu masih 21 tahun, wajah mu sangat menipu" aku tertawa mendengar pernyataan nya.
"kalau begitu bisa kamu jangan panggil saya bapak ? actually saya bukan bapak kamu cla" dan kini aku benar benar terbahak mendengar penuturannya.
"saya hanya tidak terbiasa apalagi saya tau anda akan menjadi bos saya menggantikan pak adrian"
"oke, tapi diluar kantor bisa panggil saya tanpa ada embel embel bapak?" aku tersenyum dan mengangguk
"i will try"
"kamu masih sama walau dikeadaan gelap sekalipun"
"maksudnya?"
"kamu tetap cantik and i dont know why" jujur bukan nya sombong aku sudah biasa dikatakan cantik namun rasanya berbeda saat anak bos ku yang mengatakannya dengan mata biru nya yang siap menyihirku jika saja aku tidak memutus pandangan kami.
"umm thanks?" dan allard pun hanya tersenyum menanggapi ku. sungguh ini sangat aneh.