
pagi ini jadwal pak adrian tidak terlalu padat, hanya ada meeting dengan pihak echo groups. Aku sedang menyiapkan kopi dan beberapa kue yang biasa pak adrian makan untuk sarapan.
"pak ini kopi dan kue nya"
"terima kasih dee"
"baik saya akan bacakan jadwal bapak hari ini. pukul 10 pagi bapak ada meeting dengan echo groups, pukul 12 siang bapak ada lunch dengan pak brian dan pukul 2 siang saya masukan pertemuan dengan Pak Hans dari Permata Jaya Furniture" Pak adrian mengangguk tanda mengerti
"ada lagi yang bisa saya bantu pak?"
"jangan lupa jam 3 kamu jemput allard ya dee, setelah pertemuan dengan Pak Hans saya langsung pulang kerumah lalu antarkan dia kerumah sekalian kamu ikut pesta bbq nanti malam"
"tapi saya tidak bawa baju ganti pak, sepertinya saya harus pulang dulu" pak ad mengangguk
"no problem kamu sebelum anter allard bisa pulang dulu, apart kamu sama kantor dan rumah saya kan searah jadi gak makan waktu banyak"
"baik, saya permisi pak"
-
sudah jam 2.30 siang aku bersiap merapihkan mejaku lalu berangkat untuk menjemput anak Pak Adrian. aku melihat pak diman yang sudah stand by di pantry kantor menunggu kedatangan ku
"lagi ngopi pak?"
"eh iya mba, udah mau jalan nih mba?" kopi pak diman masih utuh sepertinya baru selesai di seduh
"santai aja pak, abisin dulu aja kopinya"
"hehe makasih ya mba, nih mba saya bawain donat gula kesukaan mba dee"
"waaah tumben banget pak, giliran aku pesen sering nya ga ada. makasih banget loh pak"
"iya mba tadi orangnya jualan saya langsung ke inget mba dee lagi ngidam banget ni donat" aku tertawa mendengarnya di pikir pikir memang aku seperti orang ngidam setiap ketemu pak diman yang ku tanya selalu donat gula.
"yuk mba, saya udah selesai kok ini"
"yah tapi saya pak yang belum selesai makan donatnya"
"oke deh pak" aku pun memindahkan donat donat itu ke wadah lalu membawa minuman botol dari kulkas
-
kini kami sedang dalam perjalanan ke bandara dan untungnya gak macet jadi pak diman masih bisa uber waktu supaya gak telat jemput anak nya pak adrian
benar saja kami sampai pas sekali ketika pesawat dikabarkan sudah landing kami pun bergegas menuju pintu kedatangan.
"nah itu mba den Allard nya" pak diman buru buru melambai kan tangannya memberi isyarat keberadaan kami. pak diman pun menghampiri anak nya pak ad ketika sudah dekat aku pun mengikuti beliau.
"mas allard apa kabar" sapa pak diman ketika anaknya pak ad sudah berada di hadapan kami
"baik pak, pak diman sehat?" yang membuat ku kaget adalah ia menyalimi tangan pak diman seperti menyalimi pada orang tua nya, sopan sekali.
"sehat mas alhamdulillah, oh iya ini mba dee sekretaris nya pak adrian mas" aku tersenyum ketika dia menatap ku dan aku langsung memperkenalkan diri
"halo salam kenal, saya Clarabelle Deena Berryl sekretaris pak adrian anda bisa panggil saya dee" ia menyambut uluran tanganku dan memperkenalkan diri
"Allard Demarion Meshach panggil allard saja" aku mengangguk menanggapi nya namun jabatan tangannya tak kunjung ia lepas, aku memberi isyarat pada pak diman yang di tangkap langsung oleh nya.
"mas allard udah kali jabatan tangannya, mba dee emang cantik paling cantik sekantor malah" seolah tersadar pak allard langsung melepaskan jabatan tangannya dan tersenyum canggung, aku langsung mengajak mereka segera kembali ke kantor untuk menghindari macet jam pulang kerja.
"Pak Allard mau mampir makan dulu atau bisa langsung ke kantor?" tanyaku karna kupikir mungkin saja ia lapar setelah perjalanan jauh.
"instruksi papa bagaimana cla?" jawabnya
"cla?"
"ya, nama mu clarabelle bukan? ada apa?"
"nothing, hanya terasa asing saja. tidak ada yang memamggilku dengan nama depanku" pak allard hanya menganguk mendengar penjelasan ku
"pak adrian berkata supaya pak allard mampir ke kantor terlebih dahulu untuk melihat bagaimana alur kerja disana dan mengenal keadaan disana lebih dulu"
"oke, kalau gitu kita langsung ke kantor saja sepertinya kita akan telat kalau makan dulu" aku hanya mengangguk menanggapi perkataannya lalu pak allard dan pak diman saling bertukar cerita.