
hari ini aku berangkat dari rumah karena kemarin gak bawa mobil jadi aku dijemput aldrich, adikku.
"good morning, mom" sapaku ketika sampai di meja makan lalu mencium pipi mom
"morning sayang, how's your sleep princess?"
"its good mom, dimana dad?" tanyaku karna hanya mom yang ada di meja makan ini
"mereka masih dikamar, mungkin sebentar lagi turun" dan benar saja trio laki laki itu turun bersamaan
"whoaaa look who is there?" teriak dad begitu melihatku
"daaad!! i miss you" balasku juga berteriak lalu berlari memeluk dad
"i miss you too honey, bagaimana kabarmu?"
"as you see dad i always amazing" lalu dad dan mom tergelak bersamaan mendengar tingkat kepedeanku
"good morning, princess" sapa darren mencium ujung kepalaku
"morning, sister" sapa aldrich begitu sampai di meja makan lalu mencium pipiku
kami memang mempunyai kebiasaan menunjukan kasih sayang saat pagi dan malam biasanya saat sarapan dan mau tidur seperti mencium kening, pipi atau berpelukan.
"dee, weekend nanti kita di undang makan malam dirumah oma"
"really mom?" tanya ku tak percaya karna sudah 3x dalam sebulan ini kami dinner keluarga besar. bukannya tidak mau tapi setiap dinner bersama ada saja yang menanyakan kapan aku menikah sedangkan keluarga ku saja tidak pernah menyinggung hal itu.
"yes princess dan sayang nya kamu tidak boleh mangkir karna ini permintaan khusus oma"
dad menggeleng "sorry honey but you must come to this dinner" aku mendadak frustasi memikirkan rencana dinner sabtu ini
"kenapa sih dad yang diterror kapan nikah kapan nikah terus tuh aku ? kan ada kak darrenn yang bahkan lebih tua dariku tapi oma dan lainnya anteng aja, gak adil" protesku
"darren kan laki laki sayang lagian kamu tau kan di keluarga oma perempuan rata rata menikah umur 22 tahun. mereka hanya khawatir padamu sayang.
"but mom i m 24 years old bukan 34. oh God aku bisa gila"
"maklum saja ya sayang keluarga oma memang seperti itu yang penting kami semua tidak pernah mendesak mu untuk cepat cepat menikah hmmm kami lebih terdesak dengan mu darren huh kapan sih kamu mau bawa calonmu kerumah ini" darren langsung tersedak mendengar gerutuan tiba tiba mom dan aku tidak bisa menahan tawa ku.
"mom, kenapa mom sangat pengertian dengan dee sedangkan dengan ku mom seperti penagih hutang begini" protes darren
"dee kan masih muda darren kalau kamu sudah kepala 3, ya tuhan bahkan sekalipun kamu belum pernah membawa perempuan kerumah ini"
baru saja darren akan menjawab, mom tiba tiba menggurutu lagi
"walaupun mom terlihat santai menghadapi pertanyaan dari keluarga menanyakan kapan salah satu di antara kalian menikah sebenarnya mom juga ingin cepat cepat menimang cucu darren!!" akhirnya mom mengeluarkan jurusnya juga dan tidak ada yang berani membantah nya bahkan dad sekalipun.
"astagaaaaa mom, fine! aku akan mencari calon untuk mom" aku tau ucapan nya hanya untuk menenangkan mom agar tidak semakin meracau.
"sister, kamu bareng aku apa kak darren?" tiba tiba al mengintruksi perdebatan mom dan darren
"aku bareng kamu aja al, darren sekarang dalam mode siaga aku takut hiiii" aku langsung di pelototi darren dan kami semua tertawa melihat nya hahaha
"oke mom dad, kami berangkat yaaa"
"take care kids" kami memeluk mereka bergantian lalu berangkat.