
setelah menjeskan segala yang di intruksikan pak adrian kepada pak allard aku langsung mengajak nya pulang sesuai perintah pak adrian tadi pagi.
"tadi pak adrian berpesan pak allard bisa pulang dengan saya namun sebelum itu saya akan mampir ke apartemen saya sebentar, apa pak allard tidak keberetan ?" tanya ku berharap ia berkata keberetan dan memilih naik taksi online saja namun harapan tidak sesuai kenyataan yang ku lihat malah wajah polosnya mengangguk setuju. Ya Tuhan ini pasti sangat canggung sekali.
"no problem, kamu tidak lama kan?"
"tidak, hanya sebentar saja"
aku pun mengajak nya turun ke basement menuju dimana mobilku terparkir. pagi tadi aku meminta aldrich mengantar ku sampai apartemen saja untuk mengambil mobil daripada harus naik taxi online.
"cla" aku menoleh kebelakang mendengar panggilan nya
"ya, ada apa ?"
"biar saya saja yang menyetir, kamu arahkan saja"
"tidak perlu pak, biar saya saja yang menyetir"
"saya tidak biasa di setiri perempuan, mana kunci mobilmu" ohh geeezzzz bahkan nada suaranya saja sudah tidak bisa dibantah.
baiklah akhirnya aku mengalah dan memberikan kunci mobilku pada pak allard dan membiarkan nya memimpin jalan.
"apartemen mu dimana" tanya nya membuka suara
"di norrington pak allard" ia menoleh sebentar lalu mulai menjalankan mobil keluar kantor.
sepertinya pak allard masih hafal jalanan indonesia bukti nya ia tau dimana lokasi apartemen ku.
"bapak tau apartemen saya dimana?" tanyaku
"tau, saya masih hapal jalanan indonesia clarabelle" ucap nya terkekeh ringan.
"baiklah kalau begitu" karna apartemenku tidak jauh dari kantor jadi 15 menit saja kami sudah sampai di basement apartmen.
"pak allard mau ikut ke atas atau tunggu di lobby?" ucapku basa basi dan ku yakin ia pasti tidak mau menunggu di lobby dengan keadaan yang sangat ramai juga banyak mata yang memandang nya.
tidak heran wanita disini banyak yang memperhatikannya. tubuhnya tegap atletis, matanya sangat indah dengan warna biru, kulitnya putih, wajah nya sangat tegas dan hidungnya sangat mancung hanya satu kata yang bisa mendefinisikan nya 'perfect'.
"kalau kamu tidak keberatan saya akan ikut denganmu saja" sudah ku duga
-
"pak allard bisa menunggu di ruang tamu, kalau mau menonton nyalakan saja tv nya dan kalau haus bapak bisa ke dapur disana banyak minuman kaleng dan snack kok"
"thanks cla"
aku langsung masuk ke kamarku lalu mandi dan bersiap siap untuk acara nanti malam. tak sampai 15 menit aku sudah selesai mandi, aku langsung mencari pakaian yang cocok untuk bbq party nanti malam.
aku memutuskan untuk memakai atasan sabrina bermotif floral dan dipadu kan dengan celana jeans, simple.
make up yang kugunakan juga sangat sederhana mengingat ini hanyalah bbq party. setelah semua nya selesai aku mengambil tas dompet dan handphone ku lalu menuju keluar menghampiri pak allard yang rupanya sedang menikmati film di netflix bersama snack juga cola.
"feel like home ya pak" sindir ku halus
"yaa, apartemen mu sangat nyaman" aku memutar bola mataku jengah dan ikut duduk di sofa lain nya
pak allard melihatku tanpa berkata apa apa membuatku canggung dengan tatapan nya. aku berdehem sekali namun ia masih menatapku. jika dilihat lebih dekat seperti ini ternyata pak allard sangat tampan, mata nya seolah menenggelamkan ku masuk ke dalam dunia nya.
"pak ada yang salah dengan pakaian atau make up saya?" tegurku dengan suara yang lebih keras.
seolah tersadar pak allard langsung mengalihkan pandangan nya dan menatap kelain arah selain wajah ku.
"kamu memamg selalu seperti itu ya cla?"
"seperti itu bagaimana pak?"
"cantik"
"maaf ?"
"tidak, kamu sudah selesai ?" aku mengangguk dan pak allard pun mengangguk. sungguh situasi ini sangat aneh menurutku.
kami pun bergegas menuju rumah pak adrian sebelum jalanan benar benar macet dan terbebas dari situasinaneh ini. setelah mobil berjalan membelah keramaian kota aku langsung mengirim pesan kepada tante vera untuk bersiap karna kami sudah berangkat.