
kiki pov~
"kenapa wanita itu berlari sambil menangis. apakah aku berlaku salah terhadapnya? aku harus mengejarnya " ucap kiki yang takut wanita itu kenapa kenapa.
saat sudah di luar dia melihat wanita itu berteriak dan mengeluh." apa yang sebenarnya terjadi kepadanya? takut dan tak tau kemana? " ucap batinya kiki sambil merasa sangat prihatin kepada wanita itu.
tampa sadar ia melangkah dan berlari kearah wanita itu dan menarik tangannya hingga wanita itu jatuh kepelukannya. wanita itu berusaha keras untuk melepaskan pelukan kiki namun entah kenapa kiki sangat tidak ingin melepaskan wanita yang sama sekali tak di kenalinya.
plak.. sebuah tamparan kuat mendarat di pipi kiki yang membuat kiki tersadar.
"hah maafkan aku... aku... aku.. aku... tidak sengaja.. tapiiii apa yang kamu lakukan? kamu siapa? kenapa memelukku? apakah kamu juga seorang penguntit? kenapa kalian melakukan ini kepada ku?" ucap wanita itu dengan tangisnya yang teramat dalam membuat kiki semakin kasihan dan merasa bersalah serta bertanya².
karena melihat wanita itu menangis membuat kiki bangkit dan memeluk kembali wanita yang tak di kenalinya. wanita itu berusaha melepaskan pelukan kiki namun tak lama kemudian wanita itu terdiam dan membalas pelukan kiki.
tampa sadar kiki mencium bibir ranum wanita di pelukanya dalam 5 detik plakkk sebuah tamparan berhasil kembali mendarat di pipi kiki dengan sangat keras. dan membuat wanita itu mundur.
kiki melihat wanita itu mundur kearah jalan raya. dia ingin membantu wanita itu karena tak ingin terjadi yang tidak diinginkan.
"jangan mendekat! aku mohon menjauhlah! " ucapnya dalam tangis yang kian makin deras. kiki melihat ada sebuah mobil yang melaju kencang kearah wanita itu membuat kiki cergep menarik tangan wanita itu. dan di tangkap olehnya membuat mereka saling bertatapan mata. namun wanita itu langsung berdiri dan ingin pergi.
"kamu sebenarnya kenapa? ada apa dengan mu? kenapa keadaan mu seperti ini? "ucapnya tegas dan ngegas.. mendengar ucapakan kiki membuat wanita itu semakin menangis dan sangat keras. membuat kiki merasa bersalah dan memeluk kembali wanita yang tak di kenalinya itu.
"menangis lah menangislah sekencang mungkin, lepaskan semua beban dan amarah mu lewat tangis. jika kamu tak ingin menceritakan apa yang terjadi tak apa " ucapnya dengan nada lembut sambil mengusap kepalas wanita itu dan memukul pundak wanita tsb untuk menengkannya.
tak lama kemudia suara tangis yang keras kelama kelamaan menjadi semakin oelan dan tak bersuara dilihatnya wanita itu sudah tertidur di pelukannya.
melihat wanita itu tidur kiki menggedongnya dan meletakkan wanita itu di kursi samoing kursi pengemudi dan ingin memasangkan sabuk pengaman dan membuat wajah mereka berdekatan membuat kiki tak kuasa menahan nafsunya. cup...
satu kecupan seklias mendarat di bibir wanita itu. dan bergegas pergi ke kursi pengemudi.
"ada apa dengan ku kenapa aku terobsesi dengan bibir wanita itu. dengan tasya saja aku tak berani dan tak pernah melakukannya. kenaoa denganya aku tak bisa berhenti dan menahanya. ada apa ini? tanya nya sambil memukul stir mobil dan membuat wanita itu sedikit terganggu dan bergerak berubah posisi kearah kiki.
kiki yang melihat wanita itu langsung menghidupkan mobil dengan perlahan karena tak ingin wanita itu terbangun.
"kemana aku akan membawa wanita ini? aku tidak tau dimana tempat tinggalnya. apa boleh buat aku bawa saja dia ke apartemen ku. dia bisa tidur dikamarku" ucap kiki sambil menatap lurus jalan di hadapannya.