
"apakah kau menolak ku cantik? "ucap kiki sambil merayu wanita sexy di depannya.
"ahh bukan seperti itu maksud saya pak" jawab nya panik sekaligus tidak percaya.
"apakah bapak serius?" lanjut nya lagi untuk meyakinkan.
"ohh baby saya sangat serius" jawab kiki yg kini menebarkan senyum dan sekaligus mencolek hidung wanita di sampingnya itu yg membuat nata semakin merasakan cinta yg amat dalam.
"hemm baiklah pak jika anda serius saya mau jadi pacar bapak" ucap nya sambil menunduk serta pipi yang sudah merah merona tak tahan dengan rasa malu yang bercampur aduk dengan bahagia yg teramat.
"baiklah sayang tapi saya ingin kamu merahasiakan status kita sementara" ucap kiki dengan lembut kepada wanita itu. mendengar itu nata sedikit heran dan langsung bertanya.
"kenapa honey, kenapa harus di sembunyikan apakah kau tak serius dengan ku? "ucap nata yang kini sudah manyun.
"baby kita harus menyembunyikan nya apa yg kata dr fahri bila kita sudah pacaran apa lagi saya masih calon mitra, aku harap kamu mengerti ya baby" ucap kiki lembut dan mengelus rambut halus nata.
"baiklah honey aku juga setuju denganmu apapun yang kamu lakukan aku akan mendukungmu" ucap nata yang kini sudah memeluk lengan kekar milik kiki.
"enak juga ternyata mempermainkan wanita hixixixi" ucapnya dalam batin sambil ternyum bejad mengarah kaca pesawat.
sesampainya di bandara rusia kiki dan nata turun bersamaan dan nata juga akan mengantar kiki ke apartemen milik perusahaan mop.
****
dengan kepala yang amat pusing tasya membuka matanya..
"dimana ini, ini bukan kamar ku.. aku dimana? " ucap tasya yang mulai bergerak duduk dengan sempoyongan sambil melihat sekelilingnya.
"apakah ini kamar penguntit itu? " ucapnya panik dan bergerak ingin pergi segera dari kamar itu. karena kepalanya yang berat dan tubuh yg tdk stabil membuatnya jatuh dan didengar oleh bodyguard yang disuruh kiki untuk menjaganya. dan bodyguard itu langsung mendatangi suara di kamar itu.
"nyonya apakah anda baik baik saja?" tasnya salah satu bodyguard itu sambil membantu tasya duduk di sofa merah marun milik kamar kiki.
"kalian siapa! " tanya tasya yang sedikit teriak sambil memegang kepalanya yang amat berat.
"maaf nyonya jangan takut kami hanya bodyguard yang di suruh ceo kiki untuk menjaga anda" tanya salah satu bodyguard itu sambil menunduk sedikit.
"siapa kiki itu kenapa aku ada disini dan kenapa dia menyuruh kalian untuk menjaga ku" ucap nya sedikit keras karena dia sedikit mengira bahwa kiki adalah penguntit malam itu. dan dia juga tidak mengingat kejadian di bioskop itu.
"maaf nyonya tuan kiki adalah ceo dari mc grup dan dia juga pemilik apartemen ini. dia membawa anda ke kamarnya serta memerintahkan kami untuk menjaga anda dari siapa pun yang mencurigai" ucap bodyguard itu dengan sedikit bangga dengan ceonya.
"dugaan ku benar dia adalah penguntit tadi malam yg ingin melecehkan ku di aprtemen ini buktinya dia bisa masuk kesini tampa ada penjaga yg mengetahuinya karena dia oemilik apartemen ini "ucapnya dalam batin.
"saya ingin keluar!" ucap tasya tegas sambil ingin bergerak menuju pintu. namun di halangi oleh bodyguard itu.
"maaf nyonya anda tidak bisa pergi sekarang karena kondisi anda tidak memungkinkan untuk pergi. jika anda bersikeras untuk pergi kami akan terpaksa memaksa anda untuk tetap tinggal. mohon di mengerti nyonya ini adalah perintah jika anda pergi kami akan di pecat dan tidak bisa menafkahi keluarga kecil saya" ucap salah satu bodyguard itu dan di anggukan oleh kedua bodyguard lainya.