
melihat itu kiki merasa iba terhadap dr. fahri
"tetapi dr. saya tidak mengenali putri anda mungkin saya bisa menikahinya tetapi apakah dia setuju untuk menikah dengan saya?" ucap kiki.
" tenang saja pak kiki saya akan berbicara dengan anak saya nanti dak saya pastikan bahwa nak saya akan setuju dengan pernikahan ini. saya tidak mau anak saya akan merasa kesepian jika saya sudah tiada." jawab dr. fahri yang masih meneteskan air mata.
"baiklah dr. saya setuju sudab dr. tenangkan diridr dulu " ucap kiki yang membuat dr. fahri tenang akan kekhawatiran nya terhadap putru kesayangannya.
dr. fahri pun mengeluarkan hpnya dan menunjukan foto putri kesayangan yang bertujuan untuk mengenalkan putri nya tersebut.
" ini anak saya pak kiki, cantik bukan?" ucap dr. fahri sambil menunjukan foto putrinya.
"tunggu seperti nya aku mengenali sosok wanita ini, sama sekali tidak asing" ucap batin kiki sambil menggaruk kepalamya yang padahal sama sekali tidak gatal.
" dr. apakah saya boleh tau namanya ?" ucap kiki.
"namanya tasya dia tinggal di indonesia, dia juga bekerja sebagai model majalah terkenal, mingkin pak kiki mengenali anak saya" jawab pak kiki yang menceritakan anaknya dengan bangga.
" tasya? nama yang tidak asing." ucao batinnya yang terus berpikir.
"astaga wanita itu" sambung batinnya lagi.
"apakah dr. yakin dia akan setuju dengan pernikahan ini?" tanya kiki yang tidak yakin bahwa tasya akan menerima nya dengan mudah .
"saya akan meyakinkan nya pak kiki. pak kiki tenang saja "jawab dr. fahri yakin.
"pak kiki bisa panggil saya ayah jika pak kiki merasa siap " ucap dr. fahri terkekeh.
" haha baiklah ayah kita sudahi sampai disini dulu ya. saya sudah hampir ketinggalan pesawat." ucap kiki sambil bersalaman dengan calon mertuanya.
"malas banget gue nikah sebenarnya kalo bukan karna bisnis ga bakal mau gue. tasya sangat membebankan " pikir kiki karena jujur saja dia malas untuk berurusan dengan wanita, apalagi pernikahan bukan lah prihal yang sepele.
"halo nata saya 25 menit lagi akan sampai di indonesia tolong segera selesaikan urusan dengan dr. agar kita bisa memulai bisnis besar ini dengan segera dan jual saham dengan harga tinggi. dan kamu saat saya telah sampai datang ke ruangan saya." ucap kiki dengan sekrenya di telepon.
sesampainya kiki di indonesia dia langsung ke perusahaanya.
tok tok tok. bunyi dari balik pintu kantor kiki yang tak lain nata.
"masuk saja nata" ucap kiki yang sedang sibuk dengan layar leptop nya dan jari yang masih menari di atas keyboard.
"baik pak. semua yang bapak tugaskan sedang di jalankan . pak sugeng sudah mendatangi klien kita yang ingin membeli saham kita. tugas tugas yang bapak tinggalkan sebelum bapak pergi juga sudab diselesaikan pak" ucap nata langsung menjelaskan pekerjaan nya dengan cermat.
" bagus sekali nata saya sangat bangga memiliki sekre seperti kamu." ucap kiki yang masib menatap leptop sedangkan nata sudah tidak merasakan bahwa dia sedang menginjak bumi dan merasa sudah terbang melayang di bawah bunga bunga mekar karena pujian dari pujaan nya itu.
" oo iya nata ada yang saya ingin bicarakan kepadamu. ini sangat lah penting dan kamu yang harus mengurus semua tugas ini dengan teliti. jangan sampai ada yang salah, mengerti?" ucap kiki yang langsung menatap nata yang masih di lamunan nya.
" nataa apakah kamu mendengarkan saya?" ucap kiki tegas membuat nata membuyarkan lamunan nya .