Bad Girl X Good Boy Psycopath

Bad Girl X Good Boy Psycopath
Episode 5



Malamnya, 20.00, Mansion Utama VCE (VionaClaraElizabeth)


"Akhirnya pulang juga." ujar Elizabeth langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. "Gimana?" tanya Clara penasaran. "Mingdep gue ke Lampung lagi." jawab Elizabeth malas. "Ngapain?" tanya Clara sambil mengerutkan dahinya bingung. "Palingan ngurus penghapusan nama dari KK." jawab Viona yang sudah seperti cenayang.


"Cenayang lo?" tanya Elizabeth dan Clara berbarengan. "Manusia lah." jawab Viona dengan raut wajah datar. "Manusia yang menjelma jadi cenayang." gumam Clara. Viona tidak menanggapinya.


***


"Terserahlah" balas Viona lalu kembali fokus pada pekerjaannya. "Lo nih ratunya kerja atau gimana? Lanjutin besok kek. Kek kelelawar ae lu. Kerja malem siang tidur." dumel Clara begitu melihat Viona yang masih mengerjakan pekerjaannya. "Sayangnya, gue dari pagi sampai malem kerja terus." balas Viona tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet di tangannya.


"Pengen rasanya gue bakar tu kerjaan." gumam Clara pelan. "Ya, tinggal semua aset lo gue bakar." balas Viona santai. "Weh! Jangan dong! Nanti gue balapannya gimana!? Jalan-jalan gimana? Belanja gimana? Gue masih mau beli album, photocard, nonton konser, dateng ke fansign." balas Clara panjang lebar. "Yah, itu semua hangus kalau lo bakar kerjaan gue." jawab Viona masih dengan nada santai. Clara pun tak bisa membalas lagi. Dia hanya diam duduk di sofa. Sementara Viona tetap fokus dengan pekerjaannya.


***


Esok paginya, 07.00, Mansion VCE


Lagi-lagi teriakan harus berkumandang di mansion itu. "WOY BANGUN UDA PAGI INI!!" teriak Viona terdengar ke seluruh penjuru ruangan. "KALO DALAM HITUNGAN KE-10 BELOM TURUN JUGA, LO BERDUA GA AKAN GUE AJAK PERGI!!" lanjut Viona masih berteriak keras. Seketika terdengar gempa bumi dari lantai atas. Tak lama kemudian, muncullah 2 orang yang tadi Viona teriaki.


"JANGAN GEH MAM!!" Teriak mereka berdua berbarengan. "Ya udah buruan. Kita jogging. Ga. Ada. Penolakan." tekan Viona. "Iya deh." ucap Clara dan Elizabeth kembali ke kamar mereka berdua untuk bersiap. Tak lama kemudian, mereka berdua pun turun dengan pakaian Jogging yang sudah melekat di tubuh mereka juga headset dan sebuah handuk kecil.


***


Mereka bertiga pergi Jogging ke sebuah taman dengan mobil tentunya. "Kenapa ga jogging di rumah aja sih? Kan luas." ucap Clara begitu turun dari mobil dengan nada malas. "Biar lo berdua ngelihat kebisingan kota di hari Minggu. Di rumah sepi. Di sini kan rame." jelas Viona sambil melakukan pemanasan. "Terserah mami aja deh daripada aset gue raib." balas Clara pasrah.


"Tumben lo diem aja biasanya juga berkicau." ucap Clara sambil menyikut pelan lengan Elizabeth. "Itu.... Anak sekolah kita bukan sih?" tanya Elizabeth sambil menunjuk ke arah segerombolan lelaki. Sekitar ada 7 orang di sana. Clara dan Viona pun melihat ke arah yang Elizabeth tunjuk tadi. "Lho? Yah, itu emang anak sekolah kita. Kita pernah ketemu mereka di kantin." ucap Viona sambil menatap segerombolan lelaki itu.


***


Setelah merasa kalau tengah dibicarakan, segerombolan cowok itu pun menatap Viona dkk. Seolah mengenal mereka, ke tujuh lelaki itu pun menghampiri mereka. "Hai." sapa salah satu dari ketujuh lelaki itu. ".... Kamu.... Berbicara dengan kami?" tanya Elizabeth bingung. "Yah, aku menyapa kalian. Tidak kusangka, kami bisa bertemu dengan junior kami di sini." jawab cowok itu diselingi dengan tawa renyah.


"Masf, tapi kami tidak mengenal kalian." ucap Clara dingin. "Ah, ya. Maaf. Aku lupa memperkenalkan diri. Nama gue Alterio. Panggil aja Alt. Hey, kalian juga perkenalkan diri." ujar Alt sambil mengkode teman-teman di belakangnya. "Kevin." ucap Kevin dingin. "Haha, dia memang dingin." ucap Alt sedikit tidak enak hati. "Tak masalah." balas Elizabeth.


"Gue Evan." ucap Evan terkesan ramah. "Leonardo. Panggil aja Leo." ucap Leo yang paling terlihat... Sedikit keibu-ibuan. "Panggil gue Mark." ucap Mark yang terlihat sedikit narsis. "Vincentian. Panggil aja Vincent." ucap Vincent sambil tersenyum. "Briant." ucap Briant dingin. "Yah... Dua juga dingin." timpal Alt lagi.


***


"Nah, sekarang kami boleh tahu nama kalian?" tanya Alt penasaran. "Clara." ucap Clara singkat, padat, Jelas. "Elizabeth. Salam kenal." ucap Elizabeth yang terkesan ramah. "Viona." ucap Viona dingin. "Haha... Sepertinya, temanmu juga ada yang dingin." ucap Alt sambil terkekeh canggung. "Yah... Begitulah. Tapi, tak apa. Ia hanya dingin pada orang lain. Tidak pada kami berdua kok." balas Elizabeth memberitahu.


***


"Kalian lagi ngapain di sini?" tanya Vincent penasaran. "Ngepet." jawab Clara asal nyeblak. Yang lagi-lagi kena jitak Viona. "Aduh! Demen bener sih lo jitak gue." sungut Clara kesal. "Ngomong di saring makanya." ucap Viona datar. "Ngepet?" tanya Vincent bingung. "Ahahaha... Ga usah di tanggapin. Dia emang gitu kadang. Kita lagi Jogging." jawab Elizabeth sedikit canggung.


"Ah... Begitu." ucap Vincent sambil mengangguk pelan. "Mau jogging bareng?" tawar Evan pada mereka bertiga. "Mau ga guys?" tanya Viona pada kedua temannya itu. "Terserah." jawab Viona dan Clara berbarengan. "Mm... Boleh deh." ucap Elizabeth memutuskan. "Oke." balas Evan


***


Mereka pun jogging bersama diselingi dengan percakapan ringan. Walau hanya Elizabeth, Evan, Vincent, Leo, dan Mark yang mengobrol sedangkan sisanya, hanya menyimak pembicaraan saja. Dan terkadang menimbrung, itu pula jika di tanya. Setelah beberapa kali jogging mengelilingi taman itu, mereka akhirnya beristirahat di bangku-bangku taman yang sudah di sediakan. Sementara Viona, Clara, Briant, Kevin, dan Elizabeth beristirahat, sisanya pergi membeli minuman dan juga makanan.


Tak ada percakapan sama sekali diantara mereka berlima hingga Evan, Vincent, Alt, dan Leo kembali dengan 2 buah kantung berisi minuman juga makanan. "Yo. Sorry lama nunggu." ucap Mark sambil menghanpiri mereka. "Oh, ga sama sekali kok, kak." uxap Elizabeth merasa tak enak. "Syukurlah." balas Mark sambil menunjukkan cengirannya. Mereka oun mulai membagi makanan dan minuman yang sudah di beli tadi.


***


"Kalian setiap akhir pekan memangnya ke sini?" tanya Evan penasaran. "Em... " Elizabeth pun kesulitan untuk menjawab. "Nggak. Ke sini kalau ni anak 2 bisa diseret aja." Viona pun menjawab dengan entengnya. "... Mam." ucap Clara seketika mendapat lirikan tajam dari Viona. "Er... Iya kalo ga mager." ucap Clara langsung mengganti kalimatnya. "Hehehehe.... " Elizabeth hanya bisa cengar-cengir saja.


Mereka bertujuh hanya menatap Clara dan Elizabeth dengan pandangan yang sulit diartikan. "Oh... Begitu." ucap Evan akhirnya. Viona pun bangkit dari duduknya. "Ini sudah cukup siang. Kami pergi dulu. Terima kasih atas makanannya." ujar Viona sambil menyeret Clara dan Elizabeth pergi. "Sampai bertemu besok di sekolah." ucap Mark pada mereka bertiga. "Iya." sahut Elizabeth dari kejauhan.


***


11.00, mansion VCE


"Huft.... Lelahnya..." ucap Clara sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa. "Oy! Mandi dulu baru rebahan!" ujar Viona sambil bertolak pinggang. "Entar dulu lah... Gue lagi mode mager nih." balas Clara sambil memejamkan matanya. Ia sudah terlanjur pw (ga tau kepanjangannya yang tau comment yak🤧) sama posisinya. "Terserahlah. Gue kelar masak, lo berdua belom mandi juga awas aja nanti." ujar Viona sambil berlalu ke dapur.


"Mau masak apa mi?" tanya Elizabeth penasaran. "Kue bolu." jawab Viona sambil menghilang di balik tembok. "Yok lah, daripada ga kebagian kue bolu gue mandi dulu." ujar Elizabeth sambil berlalu ke kamarnya. "Weh, ikut gue." timpal Clara sembari menyusul Elizabeth. Mereka berdua akhirnya pergi mandi daripada nanti mereka dapat omelan dan bukannya kue bolu kan🤣.


***


Sementara Elizabeth dan Clara pergi mandi, Viona pergi ke dapur untuk membuat kue bolu. Bolu coklat. Karena mereka lebih suka perasa coklat dibanding perasa pandan dan yang lainnya. Usai memasukkan adonan ke dalam oven ia pun menyiapkan topping yang di perlukan. "Aku titip kuenya dulu." ucapnya kepada salah seorang maid. "Baik." angguk maid itu. Viona pun pergi mandi.


Viona tenang-tenang saja menitipkan kue buatannya kepada sang maid. Lagipula, ia tahu kalau para maid di mansion ini tidak akan berani berbuat macam-macam dengan mereka bertiga. Secara, mereka sudah tahu bagaimana sifat majikan mereka itu. Usai mandi, Viona pun kembali ke dapur dan dapat ia lihat kuenya sudah berada di atas meja dan sudah mulai dingin. Ia pun mulai melapisi bagian atas kue dengan topping-topping yang tadi sudah ia siapkan dan memotong-motong kue tersebut menjadi beberapa bagian


****