
Episode sebelumnya...
Brakkk... Ceklek...
Agatha mengunci pintu kamarnya dan melempar Rasya ke dalam ranjang yang luas dan empuk itu.
Sruuukkk...
"Aduh, kamu kasar banget si sekarang!" keluh Rasya yang segera bangun dan duduk.
"Diam Rasya, kamu tidak perlu berontak. Kamu belum mandi kan? Ayo ikut aku mandi!" Dengan mudahnya Agatha menggendong badan kecil Rasya dan membawanya ke kamar mandi.
*Adegan di kamar mandi nya sensor ya.
.
.
.
.
Bad Girl vs Miss Perfect
Episode 3
"Uuuugh sakit banget badanku" keluh Rasya yang masih berbaring di ranjang.
Saat itu juga dia kaget, kenapa dirinya tak mengenakan baju? Dan darah siapa yang berada di ranjang tersebut?
Ebujuk bune sakit banget. Jangan-jangan semalam... Oops! Pantas sakit. Uuugh~
Dia turun dari ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia celingukan mencari sosok laki-laki yang menyerangnya semalam dengan ganas.
"Kemana dia...?" Mata Rasya mengarah pada jam weker yang berada di meja kecil samping tempat tidur, menunjukan arah jarum pendek di angka 10 dan jarum panjang di angka 3.
Kamu mencariku?
Suara Agatha yang datang tiba-tiba membuat Rasya terkejut. Matanya terbelalak mengarah pada dada Agatha.
Oh My God! Abs nya ๐ฑ. Benar-benar sinting!
Kyaaaaaaaaaaa!!! Teriak Rasya yang sedari tadi tak sadar sedang menatapi perut seksi Agatha.
"Kenapa? Baru sadar kalau aku ganteng? Atau, masih belum puas?" bisik Agatha di telinga kanan Rasya.
"Hei, kamu! Benar-benar brengs*k ya!"
Tenanglah, Rasya. Aku akan bertanggungjawab.
Tanggungjawab? Apa maksudnya? Bikin bingung saja. Aaaaah aku tidak tahan dengan abs nya ๐ฑ
"Bagaimana caranya kamu bertanggungjawab? Menggunakan selembar cek bernilai milyaran? Atau blackcard yang melegenda? Cih, klasik. Seperti di komik saja! Aku tidak butuh uang darimu!" jelas Rasya dengan nada tinggi dan sinis.
"Nanti malam ikutlah denganku, aku sudah menyiapkan gaun untukmu." Agatha duduk di sofa panjang berwarna hitam di depan tempat tidur.
"Mau ke mana?"
"Ctik. Aku akan mengajakmu bertemu dengan ayah dan bunda. Kamu masih ingat dengan mereka kan?" jawab Agatha menjetikkan jarinya.
Ayah Marko? Bunda Anne? Di-dimana mereka tinggal sekarang? jawaban Rasya yang sedikit gagap menunjukan sikap panik.
"Kenapa? Apa kamu sudah lupa? Atau kamu masih malu dengan kejadian dulu sewaktu SMA? Tsk! Lucu sekali."
"Hei hei kenapa terus meledekku hah? Sini kamu biar aku kasih pelajaran ya! Hh~" ujarnya menghela napas panjang.
Agatha pun menuruti perkataan Rasya, dia mendekat ke hadapannya 3 cm tepat di depan wajahnya.
Gleeekk
Rasya terbelalak dengan sikap Agatha, bahkan dia belum mengenakan pakaian. Membuat Rasya semakin berdebar.
Astaga! Abs nya! Napasnya bahkan dapat ku rasakan ๐ฑ๐ฑ
Rasya yang lebih pendek 13,8 cm dari Agatha sampai mendengak melihatnya.
Deg deg deg deg deg deg deg
Suara detak jantung Rasya terdengar oleh Agatha, diapun meledeknya. "Wah ternyata kamu berdebar-debar ya? Hm? Padahal semalam kamu ganas sekali lho. Aah aku jadi ingin melihat wajah lucumu itu." Agatha akhirnya mundur 3 langkah dari Rasya karena tidak tahan juga lama kelamaan.
"Hei, Agatha! Kenapa kamu memperkosaku hah? Akan ku laporkan pada polisi, lihat saja!" teriak Rasya mengancam.
"Silahkan. Aku tidak takut. Aku akan menceritakan pada polisi itu bagaimana ekspresi wajahmu yang sangat menikmatinya itu. Apa itu dapat di bilang sebagai pemerkosaan kalau keduanya sama-sama menikmati? Atau mau ku jelaskan secara lebih rinci lagi bahwa kamu membuatku lemas tak berdaya? Atau..." belum selesai bicara Rasya membungkam mulut Agatha dengan tangan kanannya.
"Stop it! Don't talk anymore!" bentak Rasya yang marah karena ledekan Agatha.
Tangan Agatha yang lebih besar dari Rasya itu melepaskan tangan Rasya dengan perlahan.
"Kamu, sepertinya harus ku beri pelajaran lagi ya? Agar kamu mengerti, aku ingin memilikimu seutuhnya. Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku, kamu mengerti?
"Hei, memangnya siapa yang akan menyentuhku hah? Apa kamu tidak menanyakan darah siapa yang ada di kasur itu?" jawab Rasya dengan lantang karena kesal.
Dengan jengkel Rasya berjalan menuju kamar mandi.
Sial! Bisa-bisanya Agatha yang pertama kalinya? Aaaaaaaarrrgh aku bisa gila. ๐ฌ
โกโกโก
Ceklek... Braaakk
Lho dimana Agatha? Ah aku harus memakai baju apa ya.. Bajuku kan semalam di robek oleh manusia monster itu. Uuugh pedih sekali. Nggak lucu kan kalau aku harus berjalan menghimpitkan kedua kakiku begini... ๐ฉ
"Ehmm... Sepertinya untuk sementara pakai handuk ini dulu saja."
Sruuuukk
Rasya menjatuhkan badannya ke ranjang empuk dan luas tersebut.
"Duh, pemandangan blood gue itu mengganggu mata sekali ya. Tutupi saja dengan selimut. Eh tunggu, foto dulu deh. Selfie, tunjukin ke Violin dan Milka bahwa aku juga sudah melepas keper*w*nanku. Huh!" gumam Rasya lalu melakukan foto selfie.
Biip bip bibibip
Apa yang sedang dilakukannya? Berpose? Memakai handuk saja? Apa dia menjadi model majalah dewasa? Tsk!
"Hei, apa yang sedang kamu lakukan? Pakailah ini. Aku tunggu di ruang depan." ujar Agatha meletakkan tas di atas meja.
Aih memalukan sekali.
"Em baiklah." dengan cepat Rasya menghentikan kegiatan berposenya itu.
*Penampilan Rasya setelah ganti baju.
Ya ampun pas sekali. Pintar sekali dia memilihkan pakaian untukku. Ckck!
Ehem ehem..
"Aku sudah selesai, sekarang aku akan pulang." ucap Rasya mengambil tas dan ponselnya.
Agatha yang duduk di sofa panjang berwarna hitam itu menunjukan wajah menyeramkan, seperti tidak suka.
"Hei, mau kemana kamu? Aku akan mengantarmu."
"Ah tidak perlu. Aku aku bisa pulang sendiri kok hehe." jawabnya meringis.
Kenapa dia berjalan seperti orang habis di sunat ya? Hahahaha..
Agatha tak dapat menahan tawanya,
"Pft hahahaha"
Udah lama nggak lihat Agatha tertawa seperti itu. Tunggu, apa dia sedang menertawaiku?
"Ke-kenapa? Apa ada yang lucu?" tanya Rasya.
"Tentu saja ada, lihat kenapa jalanmu seperti itu? Hahahaha..."
Hei berhenti tertawa! Apa masih kurang jelas? Bukankah kamu yang membuatku berjalan seperti orang habis sunat!!!
Teriak Rasya karena kesal.
"Pft pft hahahahaha ya ampun Rasya hahaha berhenti bertingkah konyol hahahaha." suara tawa Agatha memenuhi ruangan itu, sanking bahagianya.
Rasya yang kini duduk di samping Agatha hanya diam memanyunkan bibirnya.
"Duh, astaga kamu ini Sya. Dari dulu masih saja begini ya, selalu bikin orang tertawa." ucap Agatha yang berusaha menahan tawa.
"Sudah puas tertawanya? Hm?"
"Ah, aku harus segera pergi. Bye! Kyaaaaaaaaa!!!" Rasya yang berteriak karena Agatha menarik tangannya dengan paksa hingga jatuh di atas Agatha.
Srek
"Berhenti bergerak!" perintah Agatha.
Sruk srak
"Ku bilang berhenti bergerak kan. Kamu tidak mau kan aku makan siang bolong begini?"
Rasya semakin bingung dengan perkataan Agatha.
.
.
.
.
.
Bersambung...