Bad Girl Vs Miss Perfect

Bad Girl Vs Miss Perfect
Bab 2 ( Kesepian )



Rasya berjalan menghampiri Agatha yang sudah menunggunya sedari tadi di parkiran motor.


"Kamu lama banget Sya. Lho itu pipimu kok berdarah gitu? Yuk kita ke apotek dulu beli obat sama plaster, buruan naik!" Ujar Agatha yang sudah siap menjalankan motornya.


"Syaaa.... Dari tadi diam aja, coba cerita siapa yang bikin kamu acak-acakan gitu" Ucap Agatha yang tengah mengendarai motor ninja 4 tak itu.


Ckiiiiitttt... Suara ban motor Agatha mengerem dengan kencang. Karena Agatha mengerem mendadak, Rasya auto meluk Agatha dong. Klasik banget ya ckck.


Ctakkk... Suara tangan Rasya memukul kepala Agatha, untung pakai helm. "Duh sakit tahu Sya!" Keluh Agatha.


"Siapa suruh ngerem mendadak gitu" Jawab Rasya yang masih memeluk Agatha.


Agatha yang masih mengendarai motornya hanya tersenyum dan sesekali menengok ke belakang melihat Rasya memeluknya dengan kencang.


Degg... Deegh... Suara detak jantung Agatha yang berdegub kencang.


Setelah mengobati luka di pipi Rasya, Agatha mengajaknya ke cafe yang sering mereka datangi.


"Jadi, siapa yang melakukannya? Calista kan?" Tanya Agatha.


Hiq kok Agatha tahu ya. Duh!


"Em... Itu terjadi begitu saja, tidak sengaja!" Jawab Rasya dengan nada tinggi.


"Sya, kamu jangan bohong. Kenapa kamu diam saja diperlakukan seperti itu?" Ujar Agatha dengan tatapan serius.


Syuuutt... Rasya menghindar dari tatapan Agatha, dia tak sanggup bertatapan muka seperti itu.


"Jangan menatapku seperti itu kak, ingat Calista itu pacarmu. Kalau ada yang melihat kita di sini besok di sekolah aku akan ******." Ungkap Rasya lirih.


Agatha tak mempedulikan perkataan Rasya, dia masih saja menatap Rasya dengan penuh perasaan dan berkata "Sya, aku akan memutuskan hubunganku dengan Calista. Aku tidak mau kamu jadi korban bully dia dan teman-temannya."


Jangan kak! Pekik Rasya sontak terkejut, karena jika Agatha sampai memutuskan Calista. Masalahnya akan menjadi lebih rumit!


"Sebentar lagi kan kelulusan, jadi semuanya pasti akan berakhir. Ya kan kak?" Seru Rasya


Di tengah perbincangan mereka datang pelayan cafe tersebut mengantar pesanan mereka.


"Ini pesanannya, selamat menikmati" Ucap pelayan itu meletakkan makanan dan minuman.


"Lho kapan pesannya kak?" Tanya Rasya kaget karena dari tadi mereka hanya berbincang saja.


Agatha menjawab "Em, ini aku pesan sebelum kita sampai. Aku mengirim pesan ke manager di sini hehehe"


"Wah hebat juga kamu kak bisa kenal manager cafe di sini" Seru Rasya langsung mengambil segelas milkshake cokelat kesukaannya.


Sluuurrrp... "Wah milkshake di sini memang paling yahuuutt!!!" Ujar Rasya menyeruput milkshake.


"Kamu habiskan ya. Nah ini nasi goreng ati dengan pedas yang sedang" Ujar Agatha menyuruh Rasya memakannya.


Rasya benar-benar senang, mood nya yang buruk langsung hilang begitu melihat makanan. Matanya berbinar-binar!


"Kak kamu masih ingat makanan kesukaanku? Terimakasih banyak ya kak!" Tanpa sadar tangan Rasya mencubit kedua pipi Agatha karena terlalu senang.


Unyel... Unyel...


"Sudah puas? Kamu ngelunjak ya mulai berani pegang-pegang aku!" Ujar Agatha dengan senyum smirk.


Eh? Uapaaaaahhhh??? Rasya meneriaki Agatha dan langsung melepaskan tangannya dari pipi Agatha.


"Maaf eh maaf ya kak, aku tidak sengaja sumpah deh." Sesal Rasya.


Pffftt! Hahahaha... Agatha tertawa terkekeh melihat tingkah Rasya yang malu-malu.


Sial kamu Sya! Bikin gemas saja. 😍


____


Di Kediaman Rasya


"Mobil kak Jen tidak ada. Dia belum pulang ya? Huh capek sekali"


Setelah mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian biasa dia berbaring di sofa ruang tengan dan menyalakan televisi. Terdengar suara handphone nya berbunyi tanda ada pesan masuk.


Tungteng...


Siapa yang sms?


"Hey ****** berani-beraninya kau mengabaikan ucapanku! Ku suruh jauhi Agatha pacarku, kenapa malah pergi bareng hah?" Isi pesan tersebut dari nomor tidak dikenal.


"Pacar? Oh Calista? Ini pasti senior saiko itu deh"


"Mohon maaf anda siapa? Sok kenal deh~" ting pesan terkirim.


Rasya membalas pesan itu dengan senyam senyum sendiri.


"Hahahaha rasakan kau nenek lampir! Dia pasti kesal sekali begitu membuka isi pesan dariku ckckckck"


"Kurangajar kau bocah! Lihat saja sebelum aku meninggalkan sekolah akan ku buat kau menyesal!" Balasan dari Calista.


"Huh benar-benar pantang menyerah ya. Sudah lah abaikan saja, hanya akan menguras tenagaku jika meladeninya!"


Uuuuh... Pekik Rasya kesakitan.


"Sial sakit juga cakaran kukunya ini. Kalau aku melapor ke majelis, dia pasti akan mendapat masalah. Sms ancaman ini juga bisa dijadikan bukti. Betapa bodohnya dia berpikir akan membuatku menyesal. Memang si, ayahnya itu jaksa terkenal tetapi bukan berarti anaknya bisa berbuat seenaknya dong!"


____


Di sisi lain...


"Calista benar-benar keterlaluan. Akan ku sudahi"


"Calista, maaf aku tidak bisa meneruskan hubungan ini. Aku sudahi, daaaah..." Ting pesan terkirim.


"Huh bagaimana dengan Rasya? Dia pasti kesakitan.


____


Di Sekolah


"Hari ini adalah hari terakhir anak kelas 3 bersekolah di sini. Mulai besok di sekolah, aku tidak akan berjumpa dengan kak Agatha."


"Sya, kamu ke mana aja si aku cariin dari tadi." Ucap Tania menepuk Rasya yang sedang duduk di kantin dari belakang.


Rasya terkejut begitu menoleh ke belakang, ternyata Tania yang menepuk pundaknya dan duduk dihadapannya.


"Eh kamu Tan, ngagetin deh." Jawabku ragu.


"Sya, maaf ya aku ngejauhin kamu. Sebenarnya aku juga nggak percaya sama gosip itu. Tapi semua orang bakal ngejauhin aku kalau dekat kamu." Ucap Tania menyesal.


"Gosip mulu! Padahal aku tidak pernah nyontek sekalipun!"


"Nggak apa-apa, Tania. Aku mengerti. Kamu jangan terlalu dekat denganku, nanti semua orang membencimu." Seru Rasya seraya tak ingin Tania teman satu-satunya di sekolah itu mendapat masalah karenya.


Wajah Tania sedih dan bimbang, ia tak tahu harus berbuat apa. Karena Rasya benar-benar sudah ditandai oleh geng senior itu.


"Tan, kamu harus menjauhiku. Kamu tahu kan meskipun senior Calista sudah lulus? Masih ada senior Meli dari kelas 2 dan Ditha dari kelas 1" Ungkap Rasya dengan memelas.


"Ya ampun, Rasya. Anak ini dari keluarga kaya tetapi kenapa jadi begini? Calista benar-benar kejam!" Ucap Tania dalam hati sambil menatap sendu wajah Rasya yang sedih.


"Kamu tenang saja Sya. Meskipun aku harus menjauhimu. Tetapi aku akan selalu ada untukmu ya." Jelas Tania seraya memberikan semangat.


"Calista gila! Gara-gara Agatha mempedulikan Rasya, dia jadi berbuat seperti itu. Mulai dari menyebar fitnah kalau Rasya ranking 1 dari hasil menyontek dan membuat Rasya di pandang oleh semua orang sebagai cewek penggoda dan murahan. Kasihan sekali dia, semua orang menjauhinya." Keluh Tania dalam hati merasa iba dengan kondisi temannya.


Agatha memang selalu memperhatikan Rasya, padahal dia terkenal sebagai cowok yang dingin, pendiam dan cuek. Bahkan teman dekatnya pun tak pernah mendapat perhatian seperti yang ia berikan kepada Rasya.


Oleh karena itu Calista yang pacarnya Agatha sejak 1 tahun yang lalu menjadi sangat membenci Rasya. Karena semenjak Rasya datang, dia menjadi diabaikan oleh Agatha. Bahkan sampai kedua orangtuanya Agatha sampai memperlakukan Rasya dengan sangat baik seperti pada anaknya sendiri.