
Malam pun tiba,semua murid kini berkumpul untuk mengadakan acara api unggun dan setiap kelas juga harus memberikan pertunjukan terserah mereka memilih akan memberikan pertunjukan apa.
Di mulai dari kelas 1 SMA..yang kini tampil adalah rombongan cowo-cowo yang di pimpin oleh Dave,Dave sebenarnya salah satu adek kelas yang juga suka kepada Chalsea,tampangnya yang juga tidak kalah Ganteng dengan Karrel,sedari dulu sering memperhatikan Chalsea dari jauh,namun takut untuk mendekat karena adak Karrel dan Arka yang di Gosipkan dekat dengan Chalsea.
"Malam semuanya,perkenalkan saya Dave,perwakilan dari seluruh adek kelas akan membawakan satu buah lagu untuk menghibur kita pada malam hari ini,dan semoga kalian semua terhibur,terima kasih."ujar Dave dan mulai memetik gitarnya.
"S*emua yang ku mau hanya sedikit waktumu untukku.
"Hanya satu pesan singkat sedang apa dirimu.
"Awal pertemuan kau sangat peka padaku.
"Dan itu dulu....rasa yang terlanjur dalam,kau buatku semakin bodoh.
"Ooooo..mengapa harus,kulihat kau dengan dirinya,terluka tapi tak berdarah*.
Dave pun terus bernyanyi sambil sesekali melihat ke arah Chalsea dan teman-temannya yang kini duduk tidak jauh darinya.
"Rel,sepertinya musuh lo nambah satu lagi."ujar Gasta.
"Musuh apaan,perasaan musuh gue cuman si Titan."ujar Karrel.
"Musuh buat dapetin Chalsea,Lo gak liat dari tadi bocah itu ngelirik Chalsea trus."ujar Gasta kesal.
"Biarin,kalo sampe dia berani nembak duluan,terus Chalsea Nerima dia,Gua bakal buat dia babak belur."ujar Karrel.
"Rel,gimana kalo besok lo tembak Chalsea,kita bantuin deh."ujar Azka memberikan Ide.
"Iya Rel,Lo tembak aja Chalsea besok,kita bantuin deh,lagian di sini kalo mau nembak cewek,tempatnya cocok romantis lagi."ujar Naufan
"Tapi gue takut di tolak,seperti si Arka."ujar Karrel.
"Yah lemah Lo,kak Arka aja berani tanggung resiko,masak Lo gak sih."ujar Gasta.
"Tauu nih,Lo itu cowok bukan sih,gak gentle banget."ujar Naufan.
"Okee..tapi kalo gue di tolak gimana dong."ujar Karrel prustasi.
"Yaa tanggung sendiri,setidaknya Lo udah berani ungkapin perasaan Lo sama Chalsea."ucap Gasta.
"Iya bener Rel kata Gasta."balas Naufan.
"Ya udah besok kalian bantuin gue,suruh teman-teman buat bantuin juga."ujar Karrel.
Kembali lagi ke acaranya,kini kelas satu,telah selsai memberikan penampilan mereka dan tiba saatnya kelas Karrel Cs memberikan pertunjukan.
"Chal ayo,Lo sama Karrel yang wakilin."ujar Davina.
"Iya gue tau,dasar ya kalian semua pada males banget."ujar Chalsea sambil bangun dan membawa gitar yang dibawa dari rumahnya.
"Rel,Lo nyanyi gue main gitar aja,suara gue lagi serak."ujar Chalsea.
"Oke deh,lagu dari hijau daun judulnya setiap detik,tau kan Lo kuncinya."ujar Karrel sambil melihat Chalsea.
"Iya tau,kenapa harus lagu itu sih."ujar Chalsea sambil berispa memetik gitar.
"Soalnya itu lagu sama seperti yang gue rasain sekarang."ujar Karrel melihat Chalsea.
Chalsea pun mulai memetik gitarnya.
"Hu*uuu...UU....
"Setiap detik engkau yang datang dalam mimpiku.
"Setiap siang,malam mengganggu ku,tak lelap tidurku karna dirimu.
"Setiap waktu,engaku yang selalu menghantuiku.
"Tak pernah lari dari pikiran ku.
"Tak mau hilang dari ingatanku.
"Tau kah engkau saat gelap datang,aku masih mencari mu..engaku dimana..
Huuu..uuuuu
Sesekali karrel melihat Chalsea dan sesekali mengelus rambut Chalsea.
Kini Karrel sedang menghadap ke arah Chalsea.
"Setiap detik aku memikirkanmu.
"Setiap detik rindu meracuniku.
"Setiap detik apa terus begini.
"Ku mohon dengarlah rintihan hati ini yangku curahkan seraya ku bernyanyi*.
Karrel terus bernyanyi sambil memandang Chalsea yang juga melihat nya.
Mereka pun akhirnya selesai dan kembali ke tempat duduk dengan Karrel yang menggandeng tangan Chalsea.
"Dav,sepertinya kak Karrel suka sama Kak Chalsea,dan kini lo salah milih cewek."ujar teman Dave yang berna Dion.
"Iya benar kata Lo Ion,tapi perasaan gue sama Kak Chalsea itu tulus,tapi kalo Lawannya kak Karrel apa boleh buat."ujar Dave sambil terus melihat ke arah Chalsea dan Karrel yang kini telah duduk sambil sesekali becanda.
"Ya sudah Bro,ikhlasin."ujar Dion sambil menepuk pundak Dave.
"Ya,setidaknya gue bisa Jagain dia dari jauh aja."ujar Dave.
Di tempat Chalsea cs.
"Ya ampun penampilan kalian tadi benar-benar krenn.."ujar Tarisa memberikan pujian kepada Mereka berdua.
"Makanya sekali-kali kalian dong yang tampil,kalo ada acara pasti gue sama Chalsea terus yang jadi sasaran."ujar Karrel.
"Tauu nih,kalian semua juga,pokoknya nanti pas acara ulang tahun sekolah,atau acara tujuh belas Agustus nanti kalian harus pada ikut dalam acara,gak ada penolakan."ujar Chalsea.
"Iyaa,tapi kan kita gak Pede,ngeliat tatapan mereka semua."ujar Davina dan hanya di anggukin yang lain pertanda setuju.
"Dasar,pokoknya harus ikut soalnya sebentar lagi 17 Agustus jadi kalian harus ikut perlombaan."ujar Chalsea.
"Iya siap komandan."ucap mereka kompak.
Akhirnya acara malam itu pun selesai dengan penampilan kakak kelas,dan ucapan trima kasih dari mereka semua.
Kini Chalsea cs dan yang lainnya telah berada di dalam tenda untuk istirahat karena besok mereka akan mengadakan acara entah itu apa.
Pagi pun tiba sedari tadi Chalsea tidak melihat teman-temannya atau pun anak-anak yang lain.
Hanya beberapa orang yang lewat seperti terburu-buru.
"Mereka pada kemana sih,cuman di tinggal mandi sebentar pada hilang,masa gue tanya sama Guru sih."ujar Chalsea kesal.
"Ini juga Karrel sama yang lain gak biasanya ngilang,biasanya juga kan ngagguin gue,huhh nyebelin banget."ujar Chalsea sambil terus berjalan entah kemana.
"Pokoknya kalian semua bantuin gue ya gue mohon."ujar Karrel yang kini berada di suatu tempat bersama siswa-siswa yang lain.
"Baik lah,kita mau bantuin."ujar mereka kompak.
"Pokoknya sebelum rencana gue berhasil,Chalsea tidak boleh kesini dulu,dan buat kalian bertiga cegah Chalsea ke sini mengerti."ujar Karrel melihat ke Dira,Tarisa dan Davina.
"Oke baik lah."ujar mereka dan langsung berjalan pergi.
"Dan buat yang lainnya ini gue ada kertas warna-warni,gue minta sama kalian buat huruf bagi yang tau dan beberapa membuat bunga atau apalah."ujar Karrel memberikan kerta warna-warni itu ke siswa-siswi yang ada disana.
"Karrel."ujar Arka yang kini berjalan ke arah Karrel.
"Gue tau lo mau nembak Chalsea,dan sepertinya Chalsea juga suka sama Lo,dan gue titip sama Lo ya,jangan buat dia sakit hati atau nangis,jika suatu saat dia nangis atau sakit hati sama Lo,gue bakal jadi orang pertama buat ngabisin Lo."ujar Arka.
"Gue juga,soalnya gue juga suka sama kak Chalsea meskipun gue tau dia gak pernah ngelirik gue,tapi jika suatu saat kak Chalsea nangis hanya gara-gara Lo kak Karrel gue juga gak bakal tinggal diam."ujar Dave.
"Oke-oke gue bakal jagain Chalsea,dan buat kalian berdua tenang aja gue bakal buat dia bahagia gue janji,dan jika suatu hari nanti gue buat dia kecewa atau nangis gue siap buat kalian hajar."ujar Karrel.
"Oke baiklah,kalo begitu gue bakal bantuin."ujar Arka yang langsung mengambil gunting dan memotong kertas warna-warni itu menjadi beberapa bagian.
"Iss kalian dari mana aja sih."ujar Chalsea yang kini telah bertemu dengan sahabatnya.
"Kita dari keliling,nungguin lo mandi bikin bete ya kan."ujar Davina sambil melihat ke dua temannya.
"iya benar."ujar mereka kompak.
"Terus yang lain kemana,kok gue gak melihat mereka ya."ujar Chalsea mau berjalan ke arah di mana Karrel akan menyiapkan kejutan buat Chalsea.
"No..no..no..Lo Jagan kesana,kita kesana aja oke."ujar Dira langsung menarik Chalsea menjauh.
"Iss kalian aneh,emang kenapa kalo kita kesana."ujar Chalsea.
"Ya gak papa,soalnya kita tadi kan udah dari sana,jadi kita kesana aja."ujar Tarisa.
"Iya kita kesana aja,siapa tau ada pemandangan yang bagus kan."ujar Davina sambil berjalan ke arah yang berlawanan dengan karrel cs.
bersambung