
Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu,dan kini Karrel dan Chalsea telah berada di parkiran motor untuk pulang bareng.
'Kita duluan ya Rel,Chal."ucap Azka mewakili teman-teman yang lain dan hanya dibalas anggukan dan lambaian tangan oleh Karrel dan Chalsea.
"Yuk naik."ujar Karrel yang kini sudah berada di atas motornya.
Chalsea pun langsung naik ke atas motor Karrel dan setelah itu Karrel langsung pergi meninggalkan lapangan sekolah.
"Jalan-jalan yuk."ujar Karrel sambil sedikit berteriak.
"Haaaaa.apaaa."teriak Chalsea karena suara karrel tidak Jelas.
Karrel pun langsung menarik tangan Chalsea agar melingkar di pinggangnya dan supaya Chalsea bisa jelas mendengar suaranya.
"Makanya dengerin bego."ujar Karrel.
"Siapa yang bego,suara lo aja yang gak jelas."ujar Chalsea sewot.
"Kita jalan-jalan dulu mau gak?."ujar Karrel sambil melihat ke arah Chalsea dari kaca spion.
"Ya udah iya.mau kemana?."ujar Chalsea sedikit berteriak.
"Gak usah teriak juga kuping gue sakit tau."ujar Karrel.
"Heheh..sengajaa..mau kemana?."ulang Chalsea.
"Ada deh nanti kamu tau juga."ujar Karrel sambil terus melajukan motornya dan kemudian berbelok ke arah kiri menuju tempat tujuan Karrel.
"Yuk turun."ujar Karrel yang kini sudah memberhentikan motornya.
"Lo serius,ini hutan goblok."ujar Chalsea yang masih enggan untuk turun dari motor.
"Gak papa,ada gue kok,disini juga gak ada hewan buasnya..ayoo."ujar Karrel sambil melepas helm dan turun dari motor di ikutin Chalsea.
"Awas lo macem-macem sama gue,gue pukul lo."ujar Chalsea.
"Gak bakalan,ayoo lo pasti suka nanti."ujar Karrel sambil menggandeng tangan Chalsea.
Akhirnya mereka pun berjalan dan semakin masuk ke arah hutan dan tepat di tengah hutan.
"Ayoo naikk."ujar Karrel yang kini naik ke sebuah rumah pohon
Rumah pohon ini terlihat sangat indah,dan tak jauh dari sana ada sebuah danau kecil yang di tumbuhi bunga warna-warni di tepiannya dan ada beberapa sampan yang berada di sana.
"Ayoo burun naik,atau mau gue bantuin."ujar Karrel yang kini sudah naik beberapa anak tangga menuju rumah pohon.
"Ini Rumah pohon punya siapa Rel,nanti orangnya datang kita dimarahin Lo."ujar Chalsea yang masih enggan untuk naik.
"Rumah pohon ini punya gue,dan ini tanah milik bokap,disini juga ada beberapa orang yang papa suruh buat jagain tempat ini,jadi gak usah Takut ya,ayo naik."ujar Karrel dan langsung menaiki anak tangga yang tinggal beberapa itu.
Dan tak lama dari itu Chalsea pun juga ikut naik ke atas.
"Sini aku bantuin."ujar Karrel sambil menjulurkan tangannya ke arah Chalsea dan menarik dirinya supaya cepat sampai.
"Waaaw cantik banget."ujar Chalsea yang kini sudah ada di dalam rumah pohon dan di sana terdapat lampu kelap-kelip ada juga beberapa foto Karrel dan teman-temannya.
"Nah makan dulu."ujar Karrel sambil memberikan roti ke Chalsea.
"Makasih."ujar Chalsea tersenyum.
"Ouh ya rel,rumah pohon ini lo buat sendiri."ujar Chalsea.
"Gak kok,rumah pohon ini gue buat sama Azka dan yang lainnya."balas Karrel.
"Nanti kita ke danau yang disana kamu mau gak?."ajak Karrel.
"Mauu terus kita naik sampan yang disana ya,aku liat tadi ada sampan."ujar Chalsea senang.
"Iya tapi nanti aja,kita istirahat dulu."ujar Karrel sambil merebahkan Tubuhnya.
"Gue ngabarin Mama sama kak Bintang dulu ya,takut mereka nyariin."ujar Chalsea yang langsung mengetik chat ke mama dan kakaknya.
"Gimana udah."ujar Karrel sambil melihat Chalsea yang kini sudah ikut berbaring di sampingnya.
"Udah kok."ujar Chalsea sambil melihat ke arah Karrel.
"*gue seneng bisa berduaan kayak gini sama Karrel."batin Chalsea sambil melihat ke arah Karrel sebentar.
"gue seneng bisa liat Lo seneng kayak gini,apalagi sekarang gue berduaan sama Lo Chal,gue masih takut mau bilang kalo gue suka sama Lo."batin Karrel*.
"Lo tiduran di sini aja,Kasian kepala Lo sakit."ujar Karrel sambil menepuk badannya.
"Gak papa kok."ujar Chalsea
"Kalo kamu gak mau,aku yang tiduran di kamu ya."ujar Karrel sambil melihat ke arah Chalsea.
"Boleh tapi gue bangun dulu."ujar Chalsea yang langsung bangun dan nyender di dinding.
"Sini."ujar Chalsea sambil menepuk pahanya.
Karrel pun hanya menggeser badannya dan meletakkan kepalanya ke paha chalsea.
"Kalo capek bilang ya,nanti gantian."ujar Karrel.
"Iya."balas Chalsea sambil mengelus rambut Karrel.
"Chal gue mau nanya sama Lo."ujar Karrel melihat Chalsea.
"Tanya apa?"balas Chalsea yang masih mengelus lembut kepala karrel.
"Misalnya nih ada teman cowo kamu,suka sama kamu gimana."ujar Karrel sambil melihat Chalsea.
"Maksud kamu suka itu gimana."ujar Chalsea.
"Gini ya,misalnya ada teman sekola kamu nih,ada perasaan sama kamu.lo nya gimana."ujar Karrel.
"Terus klo dia nembak kamu misalnya nih,Lo terima gak."ujar Karrel sambil melihat Chalsea
"Tergantung,dia baik atau gak,misalnya dia baik menurut aku ya aku terima,kalo gak ya mungkin gue bisa mikir dulu."ujar Chalsea sambil melihat Karrel.
"Terus menurut kamu,aku ini baik gak."ujar Karrel.
"Menurut aku kamu itu baik,soalnya beberapa kali kamu sering nolongin orang,dan juga gak asal hajar orang kalo dia gak salah,tapi Lo itu juga ngeselin tau gak."ujar Chalsea.
"Ngeselin kenapa."ujar Karrel
"Ya iya lah,Lo ngeselin banget,kadang baik,terus kadang tiba-tiba jutek,cuek perasaan kadang aku gak ada salah,satu lagi sering ngagguin aku."Ujar Chalsea sambil menatap Karrel.
"Itu dulu,tapi kamu juga seneng aku gangguin."balas Karrel sambil mengacak rambut Chalsea.
"Yuk kedanau,udah sore juga."ujar Karrel.
"Ya udah ayo."ujar Chalsea yang ikut berjalan ke luar dan turun dari rumah pohon.
Danau
"Ayok Rel dayung kita ketengah danau."ujar Chalsea.
"Iya tapi lo jangan bergerak nanti kita jatuh."ujar Karrel sambil mendayung sampan menuju tengah danau.
Mereka pun sampai di tengah danau dan Chalsea pun mengeluarkan Hpnya.
"Foto yuk."ujar Chalsea sambil mengarahkan Hpnya ke mereka berdua.
Mereka pun berfoto dan sesekali tertawa karena kelucuan Karrel.
"Aduhh ampun Chal,gak lagi."ujar Karrel yang kini rambut Karrel di Jambak oleh Chalsea.
"Chal stop chal,sampannya goyang nih."ujar Karrel yang panik.
Chalsea pun berhenti menjambak karrel namun tiba-tiba.
BYURRRRR.
Karrel terjatuh dari atas sampan.
"KARRELLLLL..teriak chalsea panik karena karrel tak kunjung menampakkan diri.
"KARRELLL..LO DIMANAA..teriak chalsea tak terasa satu tetes air bening pun lolos membasahi pipi Chalsea.
"RELLL gak usah becanda deh."ujar Chalsea yang menangis sesegukan di atas sampan.
Sedangkan Karrel yang berada di belakang sampan pun tadi nya tersenyum dan sekarang sedikit menyesal karena ulahnya Chalsea menangis.
Karrel pun lalu berjalan menuju Chalsea.
"dorrrr."ujar Karrel tepat berada di depan Chalsea
Chalsea pun yang kaget langsung terjatuh karena tubuhnya tidak seimbang.
"AAAA..teriak Chalsea yang langsung memeluk Karrel.
"Chal lepasin."ujar Karrel.
"Gak mau nanti aku tenggelam."ujar Chalsea
"Emang kamu gak bisa berenang."ujar Karrel.
"Bisa tapi ini kan dalam."ujar Chalsea semakin mempererat pelukannya di karrel.
"Lo turunin dulu kaki Lo,gak dalam kok."ujar Karrel sambil melihat Chalsea.
Chalsea pun langsung menurunkan kakiknya dan benar saja danau ini tidak dalam,dan seketika Chalsea sadar karena bukannya tadi Karrel gak timbul-timbul akibat terjatuh.
"KARRELLLLLLLL..teriak Chalsea kesel.
"Lo ngerjain gue ha.."ucap Chalsea lagi.
"Maaf,tadi maksud cuman ngerjain doang,tau-taunya Lo nangis,maaf ya."ujar Karrel sambil menangkup pipi Chalsea.
"Lo bikin gue takut tadi tau gak."ujar Chalsea yang langsung berhambur memeluk Karrel.
"Gue gak papa..maaf udah bikin Lo nangis,tapi gue seneng ternyata Lo takut kalo bakal kehilangan gue."ujar Karrel.
"Issa apaaan sih Lo."ujar Chalsea sambil melepas pelukannya.
Karrel dan Chalsea pun akhirnya menepi kembali
"Pulang yuk."ajak Chalsea.
"Lo ke atas dulu,terus ganti baju Lo pake Hoodie gue yang ada di dalam tas,gue tunggu di bawah sekalin ambil tas kita berdua."ujar Karrel.
"Kalo gue pakek Hoodie Lo,Lo pake apa dong."ujar Chalsea.
"Ya gue kayak gini aja,cepetan sana naik nanti masuk angin."ujar Karrel sambil mendorong tubuh Chalsea.
Chalsea pun akhirnya menurut dan naik ke atas rumah pohon lagi dan memakai hoodie karrel tanpa melepas baju nya yang basah.
"Ayo pulang."ujar Chalsea yang sekarang sudah berada di bawah.
"Gue suruh tadi ganti kenapa malahan Lo pake tanpa melepas baju yang basa sih."ujar Karrel kesal.
"Biar sama lah,ayoo pulang."ujar Chalsea sambil menarik tangan Karrel.
Mereka pun akhirnya pulang ke rumah dan hari pun sudah semakin sore.
bersambung