
Setelah beberapa hari siswa-siswi libur kini mereka semua akhirnya masuk kembali untuk belajar seperti biasanya.
"Cieee yang liburan bareng".ujar Gasta.
"Iya ciee,jangan-jangan kalian di jodohin ya sama om dan Tante".balas Davina.
"Di jodohin apa sih,ini bukan zamannya Siti Nurbaya yang jodoh-jodohan."ujar Chalsea.
"Iya,kita itu liburan emang mau liburan bareng saja,gak ada yang namanya jodoh-jodohan."balas Karrel.
"Tapi kalo kalian di jodohin beneran pasti si Karrel seneng nih."ujar Azka.
"Apaan sih lo Ka,udah-udah pak Leo masuk tuh."ujar Karrel sambil melihat pintu masuk.
Teman-temannya pun akhirnya membubarkan diri dan duduk di tempat masing-masing.
"Chal nanti pulang gue anter ya."ujar Karrel.
"Boleh,tapi jangan tinggalin gue kayak dulu lagi ya."ujar Chalsea.
"Iya gak bakal gue tinggalin lagi."ujar Karrel sambil melhat Chalsea sebentar.
Tak lama kemudian bel tanda istirahat pun berbunyi semua murid keluar kelas tak terkecuali Karrel dan Chalsea cs.
Mereka langsung pergi menuju kantin yang ada di ujung lorong kelas 2 SMA,saat sampai disana mereka langsung duduk dan memesan makanan.
"Bentar lagi pesanannya datang."ujar Azka yang baru datang bersama tarisa dari memesan makanan mereka semua.
"Hy chal".ujar Arka yang datang bersama tiga sahabatnya.
"Iya kak".ujar Chalsea yang sambil melihat Arka.
"Ikut kakak sebentar Chal,mau gak?."ujar Arka.
"Boleh,ya udah guys gue sama kak Arka bentar ya."ujar Chalsea yang langsung bangun dari tempat duduknya.
"Pinjem chalseanya bentar ya."ujar Arka yang langsung menggandeng tangan Chalsea dan berjalan pergi.
"Sabar Rel,kalo jodoh gak bakal Kemana."ujar Gasta sambil menepuk pundak Karrel pelan.
"Hemm."balas Karrel sambil mengeluarkan Hpnya.
"Hadehh..makanya kalo suka langsung bilang jangan di Pendem,sakit sendiri kan Lo."ujar Dira.
"Gue belum siap bilang,kalo di tolak gue sih gak papa,tapi mungkin Chalsea bakal ngejauh dari gue."ujar Karrel sambil melihat ke arah teman-temannya.
"Tapi dari pada lo diam-diam suka."ujar Tarisa.
"Aku diam-diam suka chalsea."ujar Dira bernyanyi.
"Ku coba mendekat,coba mendekati hatinya."balas Davina.
"Diem deh lo pada,tambah bikin gue kesel."ujar Karrel.
Di tempat lain.
"Chal,bentar lagi kakak bakal lulus dari sini, jadi kakak gak mau nyimpen perasaan ini lagi."ujar Arka sambil mengang tangan chalsea dan duduk menghadap ke arahnya.
"Maksud kakak."ujar Chalsea sambil melihat ke arah Arka.
"Gue suka sama lo Chal,mungkin ini terlalu cepat buat kamu tau,tapi kakak gak bisa boongin perasaan kakak,Jadi Kamu Mau Gak Jadi Pacar aku."ujar Arka masih mengeggam tangan Chalsea.
Chalsea pun terdiam sambil berpikir lalu akhirnya membuka suara.
"Kak sebelumnya Chalsea minta maaf,jika nanti ada kata Chalsea yang membuat kakak kecewa atau sakit hati."ujar Chalsea sambil melihat ke arah Arka.
"Jujur gue udah anggap kak Arka seperti kakak kandung aku,dan buat perasaan kakak ke Chalsea maaf Chalsea gak bisa bales."ujar Chalsea menunduk takut Arka marah.
"Kalo cowo Chalsea gak ada,tapi kalo boleh jujur sama kakak emang ada satu cowok yang buat gue senang jika di dekat dia,dan buat kak Arka Gue minta maaf karena Gue gak bisa bales perasaan kakak,dan Chalsea mohon buat kakak jangan pernah benci atau pun menjauh dari chalsea,dan asal kak Arka tau ada satu cewek yang selama ini ngejar kakak,tapi kakak gak pernah lirik dia,mungkin kkak udah anggap dia sebagai adek sekarang."ujar Chalsea panjang lebar menjelaskan ke Arka.
"Oke baiklah kakak ngerti,dan kakak gak bakal benci atau menjauh dari kamu,dan jika suatu hari nanti kamu sakit hati atau nangis karena cowok yang kamu suka nyakitin kamu,jangan pernah sungkan buat bilang sama kakak oke."ujar Arka sambil menangkup wajah Chalsea menggunakan kedua tangannya.
"Iya kak,dan sekarang buat kakak liat cewek di sekeliling kakak,pasti kakak nemuin cewek yang gue maksud tadi."ujar Chalsea sambil tersenyum
"Iya,sekarang kakak boleh peluk kamu gak,sebagai adek kakak."ujar Arka.
"Boleh gak ya.."ujar Chalsea sambil melihat Arka dan tersenyum.
"Iya boleh."balas Chalsea dan setelah itu Arka pun langsung memeluk Chalsea.
"Ya udah kakak anter lagi ke teman-teman kamu ya."ujar Arka sambil merangkul Chalsea.
Di kantin.
"Ehh Rel,katanya lo mau manggil Chalsea mana orangnya."ujar Tarisa sambil melihat ke arah Karrel.
"Mana gue tau,Gue gak mengang kakinya."balas Karrel.
"Lo kenapa,balik-balik langsung kayak gini,kemasukan setan mana Lo."ujar Davina dan hanya di balas dengan tatapan tajam dari karrel.
"Nih temannya makasih ya,jangain princes gue."ujar Arka sambil melihat ke arah teman-teman chalsea.
"Oke sama-sama kak..nantk di jagain princesnya."balas Davina.
"Ya udah kakak ke teman-teman kakak ya daah."ujar Arka sambil mencubit pelan pipi Chalsea.
"Kak Arkaaa..."teriak Chalsea sambil melihat Arka yang kini sudah berlari menuju teman-temannya.
"Jadian Lo berdua."ujar Gasta sambil melihat Chalsea.
"Jadian gue sama siapa."ujar Chalsea.
"Ya sama Arka la pe'a,kalo sama Karrel gak mungkin dia kan gak gentle."ujar Gasta lagi dan langsung mendapat tatapan tajam dari Karrel.
"Gak kok,gue sama kak Arka gak jadian."ujar Chalsea sambil menuangkan kecap ke dalam mangkok baksonya.
"Gak jadian apanya,gue liat tadi Lo pelukan tuh sama si Arka."balas Karrel.
"Oo pantesan lo langsung mingkem terus jutek kayak gini,ternyata kesel liat Chalsea di peluk sama kak Arka."ujar Naufan.
"Apaan sih siapa juga yang kesel,biasa aja tuh gue."ujar Karrel Mengelak padahal dalam hati emang lagi kesel rasanya pengen bunuh orang.
"Gak beneran gue sama kak Arka gak ada hubungan apa-apa tadi emang sempat di tembak,tapi gue tolak soalnya gue udah anggap kak Arka kayak kakak sendiri,terus kasian juga si Vanya dia kan suka sama kak Arka,jadi gue gak mau Vanya sakit hati dan benci sama gue hanya karena seorang cowo."ujar Chalsea sedikit menjelaskan.
"Terus tadi kenapa Arka meluk Lo,"ujar Karrel yang masih kesel.
"Ya karena aku adeknya dia kakak gue jadi wajar dia peluk gue."ujar Chalsea singkat lalu memasukkan bakso ke dalam mulutnya.
"Nah dengerin sahabat gue udah jelasin kan ke lo Karrel,jadi udah gak usah sok kesel sama merajuk geli gue."ujar Davina.
"Sialan yang kesel sama Merajuk siapa."ujar Karrel sewot.
"Lo lah."ujar mereka kompak kecuali Chalsea yang sibuk dengan baksonya.
"Tapi."ujar Karrel terdiam karena mulutnya di sumpel bakso sama Chalsea.
"Gue lagi makan kalian pda ribut."ujar Chalsea kesel.
"Teman-teman Lo tuh yang mulai duluan."ujar Karrel saat bakso yang dimulutnya sudah abis di kunyah.
"Teman-teman lo juga,udah makan gih bentar lagi bel masuk."ujar Chalsea sambil meminum es jeruknya.
maaf kalo banyak typo dan tulisannya masih acak-acakn.