
Kini chalsea dan kedua orang tuanya telah berada di sebuah restoran berbintang lima.
"Kita pesan langsung aja ya pa."ucap mama Chalsea.
"Iya ma pesan aja,sahabat papa bentar lagi juga nyampe."ujar papa Chalsea lalu kembali melihat ponselnya.
"Emang kita mau nungguin siapa sih ma?."ujar Chalsea sambil melihat mamanya.
"Nunggu om Hito sama Tante Fely,kamu masih ingatkan."ucap mama Chalsea.
"Ouhh..masih ingat ma,pantes aja kak Bintang tadi gak mau ikut."ucap chalsea.
Tak lam kemudian orang yang mereka pun datang
"Malem Varel."ujar Hito sambil bersalaman dengan papa Chalsea(Varel).
"Malem juga Hito,mari silahkan duduk."ujar papa Chalsea kepada sahabatnya itu.
"Baik,terimakasih."balas Hito mulai duduk bersama istrinya.
"Hy Tasya."ujar Fely istry Hito sambil bercipika-cipiki.
"Baik fel,kamu apa kabar?,makin cantik aja nih."ujar mama Chalsea(Tasya).
"Baik juga tas,ya ampun ini Chalsea?."ujar Fely sambil beralih melihat Chalsea.
"Iya Tante."ujar Chalsea sambil mencium tangan Fely.
"Udah besar ternyata ya,mana tambah cantik lagi."tutur Fely.
"Makasih tante,Tante juga cantik kok."puji chalsea.
"Ihhh..kamu ini biasa aja."gemes Fely sambil mencubit pelan pipi Chalsea yang memang sedikit berisi.
Di saat mereka masih asyik ngobrol tiba-tiba seseorang berlari dan berhenti di samping chalsea.
"Issa..mama kenapa ninggalin karrel sih."kesal karrel.
Chalsea yang mendengar suara familiar itu,dan namanya langsung mendongakkan kepalanya dan terkejut ternyata benar orang itu.
"Karrel."ujar Chalsea kaget.
Karrel yang mendengar namanya disebut pun menoleh dan.
"Chalsea."ucap karrel kaget juga.
"Kalian udah saling kenal."ucap Fely mama Karrel.
"Iya Tante,Chalsea kenal,dia teman chalsea di sekolah,malahan satu kelas."balas Chalsea.
"Ouhh..bagus lah kalau gitu,karrel om titip chalsea ya,soalnya dia ini sering membuat onar di sekolahannya dulu."ujar papa Chalsea.
"Iss papa ini apaan sih."ujar Chalsea lalu cemberut.
"Kamu itu sering buat onar,jadi papa jaga-jaga aja siapa tau ada yang mau nyakitin kamu karena ulah jahilmu itu."ujar papa Chalsea sambile melihat putrinya itu.
"Iya kan karrel,kamu mau kan jagain Chalsea?,soalnya dia ini suka jahil,berantem,Tawuran juga pernah dia ini malahan sebagai pemimpin dalam tawuran itu."ucap papa Chalsea sambil melihat karrel.
"Baik om."balas karrel sambil matanya melirik chalsea karena chalsea berada di sampingnya.
"Oke Hito kita lanjut lagi,jadi akhir bulan ini kita liburan keluarganya?."ujar papa Chalsea.
"Iya Varel,lagian kita juga udah lama tidak liburan bareng lagi,terus akhir bulan ini anak sekolahan juga cutikan."ucap papa karrel sambil melihat chalsea dan karrel,mareka berdua pun hanya mengangguk pertanda iya.
Disela orang tua mereka masih mengobrol karrel ber inisiatif membuka aplikasi Wa.
TING.
Notif pesan di ponsel Chalsea.
isi pesannya:
"*please maafin gue,gue tau gue salah udah ninggalin lo tadi disekolah,tapi asal lo tau gue tadi balik kok jemput lo,dan saat sampai disana gue udah gak liat lagi.karrel
"terserah gue tidak peduli,lagian Lo ga salah kok,tapi gue yang salah sudah percaya dan sampe bego buat nungguin lo,da kalo pun lo balik lagi itu bukan urusan gue."balas Chalsea*.
Akhirnya mereka pun selesai makan malam bersama dan di akhirnya dengan kesepakatan kali akhir bulan ini akan pergi berlibur bersama.
Keesokan harinya.
Kini Karrel telah berada di sekolah bersama ketiga sahabatnya.
"Gimana dok,sebentar lagi kita bakal tanding dan gue juga belum dapat maaf dari chalsea."tutur karrel yang tambah prustasi karena dari semalam karrel sudah mencoba meminta maaf dari mulai Chat,sms,dan nelpon pun udah dia coba tapi semuanya nihil.
"Lo sih ninggali dia,wajar chalsea marah sama lo."ketus Azka.
"Sialan,bukannya kasih ide malahn tambah bikin gue pusing aja."balas Karrel geram.
"ya udah, lo nanti minta maaf sama chalsea di lapangan saat kita selesai tanding."ucap Naufan.
"iya rel,sekalin gue sama naufan mau nembak Davina sama dira disana."ucap Gasta.
"Apaaaaa..kalian berdua mau nembak Davina dan Dira."kaget karrel hampir tak percaya.
"Ya dong,secara kita gentle,gak kayak lo,udah tau suka masih belagu bilang gak."ketus naufan.
"Sialan lo pada,harusnya gue duluan baru kalian,ini gak malahan duluan kalian."umpat karrel kepada ketiga temannya sedangkan yang di umpati malahan pada ketawa.
Lapangan.
Kini pertandingan pun udah selesai di laksanakan,Tim karrel lah yang menjadi pemenang nya.
"Selamat ya beruang."ucap Tarisa yang kini telah berada di tengah lapangan bersama ketiga sahabatnya.
"Iya makasih ya panda."ucap azka sambil yang kini telah menggandeng tangan Tarisa.
"Nyamuk."ujar Davina sambil menepuk pundak Tarisa pelan.
"Iss apaan sih lo Vin,makanya cari cowo sana."ketus Tarisa sambil mempererat genggaman tangannya dengan Azka.
"Nanti juga datang wekkk."ucap Davina sambil menjulurkan lidahnya.
Sedangkan disisi lain karrel dengan chalsea hanya saling diam sedangkan karrel sesekali curi pandang ke arah chalsea.
"Iss kalian berdua kenapa,biasanya kalo udah ketemu brantem Mulu kayak Tom and Jerry."ujar Gasta.
"Iya nih,atau kalian sudah pada damai."ucap Davina sambil melihat kedua temannya ini bergantian.
"Udah yuk ke kantin."ujar Chalsea daan hendak melangkahkan kakinya.
Para siswa-siswi yang masih disana pun juga heran kenapa mereka berdua yang biasanya selalu brantem tak tau dimana tempatnya kini diam,dan saat chalsea mau pergi itu pun tambah heran kenapa karrel menahannya.
"Kayaknya gue bakal patah hati."ucap adek kelas yang mengira karrel akan nembak chalsea.
"Iya sepertinya begitu,kemaren baru sakit gara-gara kak Azka jadian sama kak Tarisa,dan sekarang kak karrel."ucap teman di sebelah adek kelas tadi.
Sedangkan di tengah lapangan.
"Ada apalagi."ujar Chalsea sambil memutar tubuhnya menghadap karrel.
"Gue mau minta maaf sama lo,please maafin gue."ucap karrel sambil memohon.
"Issss,ya ampun kak karrel minta maaf sama kak chalsea kayak gini gentle banget sih."ucap adek kelas lagi.
"Iya minta maaf aja kyak gini,apalagi nanti pas nembak,pasti sosweet."ucap cewe di sebelahnya.
"Maafin aja tuh Chal,kasian karrel dari kemarin uring-uringn."tutur Gasta.
"Iya Chal maafin karrel,ini sebenarnya salah gue."ucap seseorang yang baru saja datang di samping Tarisa.
"Gue tau lo pasti nunggu lama kemarin,soalnya gue sempat mampir dulu beli kue,dan itu juga karrel sudah marah-marah sama gue buat buru-buru karena dia udah ninggalin lo lama,maafin gue ya."ucap Vanya.
"Vanya,Lo gak salah kok."ucap chalsea melihat Vanya sambil tersenyum.
"Mkasih Chal,Lo emang baik,jadi lo maafin gue sama karrel kan,kasian dia biasanya gak mau minta maaf sama cewek,sama gue aja sahabatnya gak pernah,baru sama lo aja nih."ucap Vanya lagi sambil mendekat ke chalsea dan karrel.
Chalsea pun melirik karrel yang diam sambil setia dengan tangan yang menempel memohon untuk di maafkan.
"Lo mau gue maafin kan."ucap Chalsea bersuara.
"Iyaa,please maafin gue."ucap karrel.
"Oke gue bakal maafin,tapi Ada syaratnya."ucap chalsea tersenyum.
"Mampus gue jangan-jangan dia mau jahilin gue lagi,tapi gimana ya udah deh iyain aja,batin karrel.
"Syaratnya apa."ujar karrel sambil melihat chalsea dengan tersenyum.
"Aaaaaaa ...senyumnya manis banget...teriak para siswi yang masih ada disana.
"Syaratnya mudah kok,Lo harus dance dengan teman-teman mu melihat Azka cs."ucap chalsea
"Apaaa dance."ucap Gasta.
"Kok kita juga di ikutin sih,lagian kan yang salah karrel."ucap Azka.
"Iya tau nih,dance apa coba."umpat naufan kesal.
"dance KPOP,dengan lagu BTS yang berjudul"just one day" gimana setuju."ucap Chalsea.
"Oke gue setuju."ujar karrel tanpa harus berunding dengan 3 sahabtnya.
"Sialan lo,lo yang salah kita juga dapat imbasnya."ucap Azka.
"Gak papa beruang,Lo ikutan gue suka penggemar Meraka,pokoknya kalian harus tampil semaksimal mungkin."ucap Tarisa menyemangati Azka.
"Tapi panda."ujar Azka memelas.
"Gak ada tapi-tapian."ucap Tarisa.
"Ya udah kayaknya gak ada lagi kan yang perlu di bicaran,Gue mau ke kantin."ujar Chalsea.
"Chal gue ikut kalian ya,gue mau jadi sahabat kalian juga boleh gak.ucap Vanya.
"Ya ampun Vanya,ya boleh lah,guys nambah satu lagi geng kita."ucap chalsea sambil merangkul Vanya.
"Iya,selamat bergabung di geng kita Van,semoga Lo betah ya."ucap Davina sambil terkekeh.
Mereka pun mulai berjalan namun terhenti akibat Gasta dan Naufan yang kini telah berada di depan Davina dan Dira.
"Ada apa lagi sih."ujar Vanya yang kesal.
"Nanti dulu gue sama gasta ada yang mau kita kasih tau sama Davina dan Dira."ujar naufan.
"Emang kalian mau ngasih tau apa."ujar Davina.
"Kita bareng aja ya fan."ucap Gasta.
"Iya bareng aja,gue gugup tau gak."bisik Naufan.
"Buruan woy,lama amat."ujar Tarisa geram juga melihat tingkah mereka berdua.
"DAVINA."ujar gasta.
"DIRA."ujar naufan.
Davina dan Dira pun hanya saling toleh tak tau dua cowok di depannya ini kenapa.
"MAU KAH KAU MENJADI PACARKU."ucap Gasta dan Naufan berbarengan.
Davina dan Dira kaget.
"TERIMAA...TERIMAAA TERIMAAA.."teriak Tarisa cs kompak sambil bertepuk tangan dan di ikuti siswi yang masih tersisa disana.
"Guee..ucap Davina sambil melihat gasta dan kemudian melihat Dira sedangkan Dira sama seperti Davina.
"Gimana mau gak,ucap Gasta lagi melihat Davina.
"Iya Ra,Lo mau gak."ucap naufan kepada Dira.
"Udah terima aja,kalo di tolak nanti di embat cewe lain Lo."ujar Vanya.
"Dir gimana."bisik Davina.
"Gini aja,kalian kan disuruh Chalsea dance,nah kita kasih tig hari buat latihan dance dan untuk jawabannya kita jawab pas kalian selesai dance gimana."tutur Dira.
"Oke kita setuju."ujar Gasta dan Naufan.
"Ehhh buset..tiga hari emang bisa."ujar karrel.
"Lo setuju kan chal,tiga hari jadi saat pembagian hadiah untuk para pemenang lomba di bagikan."ucap Dira.
"Iya gue setuju,soalnya kalo udah pembagian hadiah maka sekolah kita akan di liburkan satu Minggu."ungka chalsea.
"Oke gue nurut aja kalo gini."pasrah karrel.
oke sampe sini dulu maaf jika banyak typo.