
Saat ini Baby tengah menelusuri koridor sekolah, Baby memilih pulang daripada harus tinggal lama di sekolah tanpa adanya kepastian guru akan masuk.
Untuk kesekian kalinya Baby menghembuskan napasnya ketika ingatannya kembali menerawang kejadian Barra dan Aira.
Apa salah ya kalo gue suka sama lo?
Baby bahkan menendang kaleng minuman yang ada didepannya sampai tidak memperhatikan kaleng itu mengenai seseorang.
”Hey! Lo sengaja ya ngelempar kaleng ini ke gue?"
Suara itu terdengar begitu nyaring membuat Baby seketika berhenti dan membalikkan badannya menatap si pemilik suara yang sudah sangat ia kenali siapa pemiliknya.
Jadi kaleng yang barusan mengenai Barra?
Baby semakin merutuki kebodohannya hingga tiga cowok tampan itu berdiri persis didepan baby.
"Kenapa diem? Jawab!" Sentak Barra lagi.
"Lo Baby Affra kan temen sekelas kita?" Leo ikutan bertanya karena pagi tadi sempat melihat keberadaan Baby di kelas mereka.
”I-iya."
Baby yang tau dirinya sudah melakukan kesalahan memilih menundukkan wajahnya, ia bingung harus menjawab apa.
"Sial." Barra sampai melempar kaleng itu ke depan Baby. "Lain kali kalo lo mau nendang sesuatu harus mikir dulu. Apa lagi lo itu senior."
"Gu-gue minta maaf," ucap Baby pelan masih dengan menundukkan wajahnya.
"Ck, lo pikir semudah itu mendapat maaf dari gue."
Barra berjalan mendekati Baby sambil menatap Baby dengan sorot mata tajam. "Lo mau gue maafin?"
Baby yang ditanya sudah mengangguk. Tentu saja dirinya ingin dimaafkan jika perluh Baby tidak ingin lagi mencari masalah sama Barra.
"Okey sebagai gantinya lo harus jadi kacung gue selama seminggu. Lo ngerti kan?"
Baby langsung mengangguk. Walau ia sangat mengidolakan Barra namun Baby sangat tahu sifat Barra yang tidak suka diremehkan.
"Bagus, besok pagi lo harus dateng cepet ke sekolah dan tunggu gue didepan gerbang." Ucap Barra seraya mengelilingi Baby. "Kalo lo sampai telat hukuman lo bakal gue tambah jadi sebulan. Lo ngerti kan?"
"I-iya."
"Kalo gitu sana pergi." Barra sedikit mendorong tubuh Baby membuat Baby buru-buru meninggalkan mereka.
Sementara Leo dan Zhico segera mendekati Barra.
”Bar sepertinya lo udah keterlaluan deh!" ucap Zhico yang sejak tadi diam.
"Iya Bar kaleng itu kan tidak sampai kena lo. Kasihan Baby sampai ketakutan gitu." Leo ikut menimpali.
Zhico dan Leo yang sudah tau maksud dan tujuan Barra kemudian mengangguk.
"Cabut." Seru Barra berjalan lebih dulu.
...
Baby yang baru sampai di rumahnya kemudian memasuki ruang tamu dan tersenyum ketika sadar kedatangan tamu.
"Baby, kemari nak!" Ayah Naim memanggil Baby untuk mendekat.
"Iya Ayah." sambil menyalami punggung tangan Ayahnya.
"Oh iya kenalin ini Om Abrisam, temen lamanya Ayah." Ayah Naim menunjuk teman lamanya.
Baby pun menyalami Om Abrisam. "Halo Om, aku Baby."
Om Abrisam tersenyum. "Wah, anakmu ini sangat cantik." puji Om Abrisam membuat wajah Baby merona.
"Masa sih Om? Baby jelek gini masa dibilang cantik." balas Baby merendah karena selama ini tidak ada yang mengatakan dirinya cantik kecuali Ayah Naim.
"Iya nak, kamu itu aslinya sangat cantik hanya saja kecantikanmu masih tertutupi."
"Om bisa aja nih."
Ayah Naim sampai tertawa kecil melihat Baby yang salah tingkah.
"Oh iya, Om Abrisam punya anak cowok loh." ucap Ayah Naim tiba-tiba.
"Terus kalo Om Abrisam punya anak cowok hubungannya sama Baby apa, Ayah?" Tanya Baby ambigu.
Sampai-sampai membuat Ayah Naim dan Om Abrisam tertawa. Wajah bingung Baby membuat para orang tua itu semakin gemas saja.
"Kamu jangan salah paham dulu, Ayah cuma mau bilang kalo anak Om Abrisam itu seumuran dengan Baby."
"Oh gitu emang anak Om Abrisam sekolah dimana?" Kini gantian Baby yang bertanya.
"SMA Nusantara, anak Om itu juga udah kelas tiga sama seperti Baby."
Seketika itu juga wajah Baby berubah serius kala menyadari ada yang mengganjil.
Tunggu! Bukannya nama belakang Barra itu Abrisam ya? Apa jangan-jangan Om Abrisam ini Papanya Barra?
Baby yang baru sadar akan hal tersebut langsung menggaruk tekuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau Baby boleh tau nama anak Om siapa?" Tanya Baby ingin memastikan.
"Barra Abrisam. Apa Baby kenal sama anak Om?"