
"berhenti..". Titahku
Dari kejauhan kulihat ada 4 monster sedang memakan tubuh seorang wanita muda. Kondisi tubuh wanita itu sudah tak utuh lagi. Isi perutnya terburai keluar dan tulang rusuknya pun bisa terlihat.
"hoek!..".
Semua isi perutku melonjak naik melihat pemandangan didepanku.
"kau kenapa? ". Tanya david yang ada disampingku.
Kuarahkan telunjuk kearah 4 monster itu. Mereka menatap ngeri melihatnya. Ini adalah hal baru yang aku dapatkan dimana melihat bagian organ tubuh manusia secara live.
"bagaimana sekarang?". Nampak kepanikan di raut wajah Romelo.
"kita harus melawan..".
Aku tahu hanya cara ini yang bisa dilakukan. Cepat atau lambat,aku harus mengakuinya cara itulah yang paling tepat. Aku harus merubah pikiranku 'Membunuh adalah pilihan terbaik menyelamatkan mereka'.
"aku punya rencana.."
"aku dan Ray yang akan maju menyerang,david tugas kau melindungi kami dari jauh dan kau rome,kau mensupport untukku dan Ray...kalian mengerti? ".
Aku menjelaskan rencanaku kepada mereka.
"ya..kami mengerti".
Ray,aku dan Romelo berjalan mendekati 4 monster yang sedang menikmati makanan mereka. Kami bersembunyi dibalik 2 mobil didekat mereka. Aku dan Romelo bersembunyi di sebelah kiri dan Ray dikanannya.
"david.. ". Aku memberi tanda.
*Syut!*
*Argh!* salah satu monster itu,kepalanya tertancap 4 buah paku yang diikat menjadi satu.
Karena teriakan monster itu. Membuat ketiganya melihat kearah david lalu menghampirinya.
*Grr!*
"1"
*Rarr!*
"2"
*Arr--*
"3!"
Dengan cepat aku memukul monster yang paling depan.
'Krak!'
Suara tulang tengkorak remuk terdengar nyaring dipendengaranku karena bertabrakan dengan batang besi keras miliku. Monster ini terpelanting kebelakang menabrak monster dibelakangnya.
"Ray!, Rome! ". Aku mundurkan langkahku bergantian dengan mereka berdua.
"Hya! ". Rome menyerang horizotal ke dada monster didepan hingga terpental.
" incar kepalanya Rome! ". Ucapku memberitahunya.
*Graurr! *
monster yang diserang Rome merangkak cepat menuju dia,Romelo memutar tubuhnya untuk kabur namun dia jatuh terpeleset.
"Romelo! ".
Aku berusaha menolongnya. Kupercepat lariku tapi masih belum bisa menjangkaunya.
'tidak sempat!'Pikirku.
Karena aku yakin tidak bisa,Reflek aku melempar besi ditanganku kearah monster itu. Untung saja lemparanku bisa tepat mengenai kepala monster itu.
"huah!!". Teriak panik Romelo sembari memundurkan posisinya menjauh.
"Rome! ".
Ray menghampiri Romelo setelah mengalahkan Monster yang dia lawan.
"kau gak apa-apa! ". Ray mengulurkan tangan membantu Romelo berdiri.
"y-ya!".balasnya meraih tangan Ray untuk berdiri.
Aku beralih menuju monster yang tertancap besiku dan mencabut besi itu dari kepalanya. Aku menatap sedih,sudah 2 orang..ah bukan monster yang aku bunuh.sadar joe! Mereka bukan lagi manusia,mereka sudah berubah menjadi monster tak berakal.
"ingat,kita harus menghancurkan kepala".
"kenapa harus kepala?". Tanya david.
"dikepala ada otak, bagian terpenting selain jantung. Lagipula mereka seperti zombie dan cara itu efektif seperti di film".
"mereka memang zombie".
" kalau begitu ayo per--".
Aku menghentikan ucapanku. Melihat mayat wanita yang tadinya jadi santapan 4 monster itu kini telah ada dihadapanku kurang dari 1 meter. Sial! Mayat ini melompat menerjang kearahku dan aku tidak sempat menghindar.
*Jleb! * batang besi melesak dari samping kepalaku menancap ke dahinya membuat darah wanita ini terciprat mengenai wajahku.
"aah!". Pekikku, kedua kakiku terasa tak bertenaga untuk menopang,membuatku jatuh terduduk.
Aku menoleh kebelakang,kulihat Romelo yang melindungiku. Jantungku berdegub kencang. Hampir saja aku mati dan berubah seperti mereka.
"Thanks Rome".
Aku bangkit berdiri,kuatur nafasku yang memburu dan kedua kakiku gemetaran saat ini.
"hehe, santai saja". Romelo mengacungkan jempolnya kearahku.
"kita harus berhati-hati dan tetap fokus".
Ray mengingatkan sembari kami melanjutkan perjalanan menuju rumahku. Disepanjang jalan yang aku lewati tak terhitung banyak terjadi kecelakaan kulihat.
"kita cari rute jalan lain lagi".
Melihat banyak mahluk-mahluk itu didepan sedang berlarian mengejar manusia yang masih hidup. Terpaksa kami harus memilih jalan lain. Aku dan teman-temanku lebih memilih menghindari pertarungan melawan mereka karena dapat memakan waktu dan menguras tenaga. Ketika bertemu mereka dengan jumlah banyak. kami lebih bersembunyi atau mencari jalan lain sama seperti saat ini.
"mau bagaimana lagi Ray". Aku menjawab gerutu Ray.
Tinggal 2 blok lagi rumahku sampai tapi karena blok didepan kami ada banyak mereka jadi kami harus memutar jauh melewati area ruko yang luasnya sekitar 4 blok lalu setelah itu melewati 2 blok lagi dan sampai kerumahku.
*ERRR!! *.
"oi,oi kalian dengar itu!?". Seru david.
"suaranya berasal dari depan kita". Sahut Ray.
Aku berjalan mendahului mereka. 200 meter didepan toko bunga didalam Ruko. Ada 3 monster berdiri menggeram didekat Rak yang berada diluar dekat tembok toko. 2 monster yang merangkak karena kedua kaki mereka putus sedang mencakar pintu dan yang terakhir berada jauh di tembok dia tengah menabrakkan tubuhnya berulang kali.
"banyak juga..".
"kita akan menyerang seperti tadi". Saranku.
Menurutku ini adalah cara yang jitu untuk mengalahkan mereka. David yang mengerti berjalan didepan.
*Trak! *
Apesnya.. david tidak sengaja menginjak pecahan kaca didekatnya.
*Urgh! * mereka yang menyadari kami. Langsung mendatangi kami. Satu dari mereka tumbang karena serangan david.
"tetap pada rencana! ". Ujarku.
Kucoba tenangkan diriku,kugenggam erat batang besi dengan kedua tanganku. Ray maju menyerang bersamaku, kami memukul kepala mereka hingga kepala mereka pecah. Romelo mensupport kami dengan menusuk monster yang hendak menyerang kami. Ketika pergerakan monster ini berhenti untuk sesaat segera aku atau Ray memukul kepala mereka. Karena terlalu kencang monster yang kupukul,bola matanya keluar.
"tidak! Besiku patah!".
Karena terlalu keras mungkin batang besi yang kujadikan senjata ini bengkok. Aku berlari mundur.
"david!".
David yang mengerti maksudku maju menggantikan aku menyerang.
*Jleb!*
Dengan sigap david menyerang monster yang merangkak dibelakang Ray.
"thanks vid..".
Ray masih sibuk menghindar satu monster yang merangkak. Dia melompat kekiri dan kekanan ketika monster ini ingin menangkapnya.
*Krak!* Ray pukul monster itu sembari melompat.
"sial! Punyaku juga patah!".
*Prang!*
Bersamaan dengan itu 3 monster tiba-tiba muncul dari dalam toko.
"ini buruk!".
Kondisi menjadi buruk karena munculnya 3 monster dan lagi aku dan Ray tidak bisa melawan karena senjata kami sudah rusak.
*Rar!!* tangan salah satu monster menyerangku. Reflek aku menunduk dan menendang perutnya. Monster ini kehilangan keseimbangan,aku menendang lagi ke kakinya sampai ia terjatuh. Kutusuk kepalanya menggunakan besi bengkok ini. Lalu mundur menghidar. Berbeda denganku Ray melempar patahan pipa besinya kearah monster yang menyerang dia. Sayangnya lemparang dia tidak mengenai kepala tapi bahu monster tersebut.
"Ray menunduk". David meminta Ray menunduk,Ray menurut menundukan badan dan david lansung menyerangnya. Membuat monster itu jatuh didepan Ray.
Tersisa Romelo,ia melawan monster bertubuh kekar. Gerakannya brutal tidak seperti yang lainnya. Tidak memberi celah untuk Romelo menyerang. Dia hanya bisa menahan setiap serangan.
"david bantu aku". Ucap Romelo yang kesusahan menahan serangan.
*Syut!,syut!*
'GAH!!'
Gerakan brutal monster ini membuat serangan david hanya bisa mengenai bahu kiri dan lengan kanannya saja.
"monster ini terlalu banyak bergerak,sulit membidik kepalanya".
"huh!, kalau begini terus senjataku tidak bisa bertahan lama".
"Ray kita juga harus membantu juga".
aku mengedarkan pandanganku mencoba mencari sesuatu. Didekat pintu besi ada sebuah balok kayu patah,aku mengambil balok itu lalu memukulkannya ke pintu besi untuk menarik perhatiannya. Monster yang menyerang Rome menghentikan serangannya,dia menoleh dan berjalan kearahku.
"Woi!".
Ray berteriak sambil mengikuti cara yang aku lakukan. Monster itu mulai kebingungan,dia berhenti kepalanya menoleh kearahku dan Ray secara bergantian. Aku memberi tanda ke romelo untuk menyerang.
"mati kau!". Rome melompat lalu menusuk kepala monster itu.
"cepat! Kita pergi!".
...***********...
'hosh!..hosh!..hosh!'
Tak tahu sudah berapa jauh kami berlari meninggalkan tempat tadi. Kakiku terasa sangat pegal rasanya seperti ada pemberat yang mengikat kakiku.'aku sudah tidak kuat berlari lagi'.
" berhenti sebentar..".
"kenapa lagi?". David yang berada paling belakang datang menghampiriku.
"aku..capek..". Aku duduk bersandar di dinding toko.
"kau kenapa joe?". Kali ini Ray yang bertanya.
"istirahat sebentar...aku capek".
"haah..iya aku juga". Ray duduk bersandar disampingku.dia mengusap wajahnya yang penuh keringat dengan punggung tangan.
"kita cari supermarket disini,aku haus". Ucap romelo
"iya! Sekalian cari makanan,aku lapar!". Mendengar kata supermarket david terlihat semangat.
"yeh urusan ini aja semangat".
"sekalian cari senjata". Sahut Ray.
...********...
Mohon kritik dan sarannya....