Ba(D)Ay

Ba(D)Ay
*2 the beginning of nightmare



"Joe mana esnya".Tanya Ray menghampiriku ketika aku baru datang.


"kita harus pergi".


"hah,apa maksudmu? ".


" aku melihat kejadian aneh Ray".


"aneh apa? " Ray menatapku heran karena tingkahku yang aneh ini.


"semuanya! Ayo pergi dari sini!".


Aku berteriak mengingatkan mereka. Semua orang berhenti dan memandangiku intens mencoba mencerna kata-kataku tadi.


"kau kenapa Joe? ". Toni berjalan menghampiriku meminta penjelasan.


" kekacauan terjadi dilapangan Ton! Aku melihatnya".Aku memberitahu kejadian yang tadi.


"apaansih Kau mengingau atau apa?tidak ada yang aneh..coba saja lihat keluar". Toni menunjuk kearah jendela.


Aku berjalan perlahan kearah jendela yang Toni tunjukkan.


"apa!? ". Aku shock melihat lapangan ramai seperti biasa tidak ada kepanikan yang aku saksikan tadi.


"lalu..Yang kulihat tadi itu.. Apa?? ". Ucapku didalam hati.


"whahahahahaha! ".


"whahahaha! Dasar aneh! ".


"sepertinya ngigau nih orang".


"hahahaha Joe,kau perlu istirahat sejenak sepertinya".  Toni tertawa mengejek.


Aku diam tak habis pikir.  bagaimana,bagaimana mungkin! yang tadi itu halusinasiku saja. Kuhembuskan nafas berat dan panjang.  kupijat juga pangkal keningku pelan.


'apa mungkin aku kelelahan ya'.


"ayo Joe kita keluar cari udara segar".


Ray mendorong pundaku,aku hanya bisa mengangguk pelan dan berjalan pergi keluar untuk istirahat sebentar.


"baiklah semuanya lupakan yang tadi ayo! ayo! ".


Kudengar toni memberi instruksi kepada teman-teman sekelas untuk kembali bertugas.


"Joe, memang kau tadi lihat apa?". Tanya Ray disela kami menuruni tangga di lantai 2.


"tadi dilapangan itu.. Ada seorang pria bertingkah seperti zombie Ray".


"joe,hari ini kau sarapan apa? ".


"heh?Nasi goreng kenapa? "


Aku bingung pada pertanyaan anak satu ini kenapa tiba-tiba dia menanyakan sarapan pagiku.


"sepertinya kecap yang mamamu pakai sudah kadaluwarsa sehingga membuatmu berhalusinasi". Jawabnya.


"Asoy!.. Mana mungkin! Ayolah aku serius nih".


"hahahaha.. Lagian aneh-aneh aja".


'Kya! '


"huah! Apaantuh?". Teriakan melengking membuatku kaget.


"ayo kesana! ".


Ray berlari menuruni tangga. Kami rasa teriakan tadi sangat dekat. Benar saja ditempat duduk dekat kamar mandi seorang gadis terpojok di dinding. Siswa yang kuyakini adalah pacarnya sedang menggigit bahu gadis itu. Apa yang mereka lakukan disini?  sepertinya mereka mau berbuat hal mesum.


"to..long..aku". Ringis gadis itu.


Dengan cepat aku mendorong pacarnya hingga terjatuh dan pingsan. Padahal aku mendorong tak terlalu keras deh.


"kamu gak apa-apa? ".


Ray menghampiri gadis yang kini memegang bahu kanannya. Luka bekas gigitann dibahunya cukup parah karena kulihat ada sedikit daging yang terkoyak menyembul keluar.


"ayo bawa ke Uks".


Ray menggendong gadis tersebut ke ruangan Uks. Didalam Ray membaringkannya di ranjang yang tersedia. Aku ambil kotak P3k di lemari obat.kubersihkan lukanya memakai kapas yang sudah dibasahi alkohol.


"bertahanlah sebentar ".


"Ukh!.. Akh! ".


Tubuhnya tiba-tiba saja mengenjang kencang. Sontak aku berdiri lalu mundur menjauh.


"ka-kau kenapa? ".


"akh! Khhh!!".


Ia melengking panjang lalu tubuh gadis itu berhenti bergetar. Aku mencoba mendekat lagi ke gadis itu,duduk disebelahnya.


"bangun woi! ".


"sadar Neng! ".  Kini aku menggoyangkan tubuhnya namun gadis ini belum juga sadar.


"Woi! ".


"sepertinya dia sudah mati".ucap Ray asal.


"Eh kalau ngomong gak pake filter nih anak!".


Kali ini aku mengguncang badanya sedikit lebih keras. Cara ini berhasil membuat gadis itu sadar tapi gadis  menatap datar kearahku. Kurasa dia marah kepadaku.


"maaf". Sambil bangkit berdiri menjauh darinya.


"sudah kubilangkan dia tidak ma--".


*Graaarr!*


Gadis itu melesak mencoba menerkamku dari tempat tidur. Tubuhku merasa tertarik kebelakang. Aku menengok ke belakang ternyata Ray menarik badanku menjauh darinya membuat dia jatuh dari tempat tidur.


"kau kenapa!? "


Gadis itu diam tak menjawab tingkahnya menjadi aneh. Dia menggeram,Air liur menetes banyak dari mulutnya dan selaput matanya yang putih berubah menjadi merah darah.


*Grrr..*  gadis itu bangkit dari lantai dengan gontai.


"Tu-tunggu!" aku memundurkan langkahku tetapi karena tergesa-gesa aku jadi terjatuh terantuk kakiku sendiri.


'BUGH! '


Ray mendorongnya sampai punggu gadis itu membentur tepian tempat tidur uks.


"maaf ya,ayo lari Joe!".


Aku bangkit berdiri dan ikut Keluar dari ruangan ini. Ray menutup pintu uks gadis meninggalkan dia didalam.


*Grr!*


Terdengar geraman lagi dari belakangku. Aku melihat cowok gadis itu berdiri menggeram tak jauh dari posisi kami.


"kita kembali ke kelas!". Ajak Ray


Aku dan Ray berlari menaiki tangga menuju kelasku. Baru beberapa anak tangga kami pijak. telingaku mendengar lagi teriakan yang lebih banyak dilantai atas.


"joe cepat kita lihat!".


Ray berlari duluan mendahuluiku sampai diatas. mendadak Ray menghentikan langkahnya,badannya kaku diam tidak bergerak.


"Ray.. Kau kenapa? ".


Kutatap raut wajah terkejut Ray.  Kedua mata hitamnya membulat dan bibirnya sedikit terbuka.


"ada ap...a"


Aku memandang tak percaya dengan apa yang terjadi didepanku saat ini. Teman-temanku.. Semuanya...mereka saling memakan satu sama lain. Mereka menggigit, mencabik orang yang ada disekitarnya dan memakan daging mereka. Dengan Rakus mereka mengunyah menikmati daging mentah bercampur darah itu. seketika Lorong kelasku kini dipenuhi genangan darah dan potongan-potongan tubuh.


'Sakit!,tolong aku!'.


Murid yang tak kukenal ia terjatuh dilantai. Lalu tubuhnya itu digigit oleh 5 murid yang ada didekatnya.


'Tidak!'.


*Grr!!*.


"Ray..ayo pergi dari sini".


Aku menarik bahunya tetapi dia masih diam tak berkutik.


"Ray! ".


Kali ini aku memukul bahunya, membuat dia tersadar dan berbalik mengikutiku. Kami berlari menuruni tangga,aku dan Ray tidak melewati ruang uks,kami melewati jalan yang lain.


" sebentar Joe " panggil Ray


"ada apa? "


" coba kamu kabari David dan Romelo sekarang! ".


"oke. "


Aku merogoh saku celana, mengeluarkan handphone lalu mencari nama david.


David dimana sih".


Lama sekali david tidak menjawab telponku. Membuat pikiran negatif mulai tersirat di pikiranku tentang mereka berdua.


"cepatlah jawab dav! ". 


"halo.. Joe?".


"halo dav! Kau dimana? ".


Aku berhenti berlari mendengar david menjawab telponku. Ray juga ikut berhenti.


"aku dan Romelo berada di lantai 3 dibagian selatan".


Bagian selatan itu berarti dia berada dekat dengan area kelasku.


"jangan lewat dikelasku! Cari jalan lain saja. ".


"oke,Joe kita harus bertemu dimana? ".


"ehm.. Di.. ".


"Ray kita ketemu mereka dimana nih?".


Dia berpikir sejenak" bagaimana di gudang lantai 1". Usulnya.


Aku mengangguk" kita bertemu di gudang lantai 1 saja".


"baiklah.. ".


Setelah itu david menutup telponnya. Aku dan Ray berada di lantai 2  bagian barat berarti aku ada gedung A sedangkan david dan Romelo ada di gedung lantai 3 bagian C. Sekolahku memiliki 3 bangunan yang disatukan. Gedung A berada di barat, gedung B di timur sedangkan Gedung C berada di selatan. Jarak aku dan Ray yang paling dekat dengan Gerbang sekolah disini ramai murid dan guru yang selamat. Mereka berlarian berdesakan menuruni tangga,karena panik mental mereka menjadi kacau. Lihat saja, demi menyelamatkan diri mereka menjadi egois tidak mementingkan orang disekitarnya. Saling mendorong, memukul sampai salah satu dari mereka jatuh dan terinjak-injak hanya karena menghalangi jalan.


"awas! Jangan menghalangiku!! "


"minggir! kau bangsat! ".


'Kya! '


"bagaimana ini Ray? ".


"kita ikut mereka turun lewat situlah". Ray melangkah menuju gerombolan itu.


"jangan lewat situ,kau tidak melihat". Tunjukku


"lalu lewat mana lagi heh? ".


"hmm..lewat pintu darurat".


Aku dan Ray Mencari pintu darurat. tidak banyak murid dan guru kabur menggunakan pintu darurat mungkin karena panik atau karena tidak ada yang berpikir sampai kesitu.Karena sepi kami bisa sampai ke gudang lantai 1. Disini sepi sekali tidak satupun orang yang terlihat.


Aku berdiri  menunggu david dan Romelo sambil melipat tangan sedangkan Ray berdiri bersandar sambil kedua tangan masuk kedalam kantong.


"Joe itu mereka". Ujar Ray


david dan Romelo datang dengan tergesa-gesa. Keringat mengalir deras dari wajah mereka.


"hah...ah.. Hahh".


"semuanya...hah..menjadi..aneh". Ucapan Romelo putus-putus karena nafasnya yang berhembus cepat.


"dikelas kami salah satu temanku,dia menjadi liar dan menyerang yang lain". Sahut david.


"kami juga lihat yang seperti itu". Balas Ray.


"mereka seolah-olah seperti Zombie ya".ujar Romelo ke Ray.


"kita tidak bisa disini terus,kita harus keluar".


"tapi bagaimana cara kita melawan monster-monster itu? ".


"kalian tau kenapa aku minta kalian berkumpul digudang".


"tidak"


'BRAK! '.


"disini banyak barang-barang yang bisa kita jadikan senjata".


Ray mendobrak pintu gudang lalu dia masuk mencari benda yang bisa dijadikan senjata. Aku juga ikut masuk. Ray mengambil sebuah pipa besi panjang berkarat,Romelo mengambil tongkat kayu panjang yang ujung tongkat itu diikat pecahan kaca menggunakan tali tambang.  sekilas senjatanya mirip seperti tombak.lalu kalau aku mengambil batang besi pendek setebal  5cm. Diantar kami senjata david yang paling unik dia mengambil ketapel. Ketapel modern yang terbuat dari besi disamping kiri ketapel terdapat scope untuk membidik. 


" kau serius!? ". Kami semua menatap david tak percaya.


"seriuslah vid jangan bercanda".


Aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran david saat ini. Padahal


Keadaan benar-benar sedang gawat.


"lalu bagaimana kau melumpuhkan mereka? ". Tanya yang penasaran.


"ini". David menunjukkan sekantung paku.


"hmm..".


"sudahlah lihat saja aksiku nanti". Ucapnya pede.


Sesudah itu kami berjalan menuju pintung gerbang sekolah tidak jauh dari gudang. Jaraknya sekitar 400 meter dari sini. Keadaan di lobby lantai 1 berbanding terbalik dengan yang terjadi. Suasananya sepi tidak ada siapapun kecuali kami berempat.


"kenapa nih? Kok sepi? ". Sahut Romelo


"jangan-jangan ini settingan anak drama lagi". Jawab david.


Settingan?masa sih?jeritan,tangisan dan kesakitan mereka terasa nyata tidak mungkin ini akting. Jika iya hebat sekali akting mereka seperti aktor film,tidak! Lebih bagus malah.


"entahlah".


Beberapa meter lagi kami sampai di gerbang sekolah. Sayup-sayup suara orang-orang mulai Terdengar ditelingaku. Aku dan lainnya mempercepat langkah menuju gerbang yang sudah terlihat. Hatiku terasa lega bisa keluar dari sini,dari tempat mengerikan ini.


"what..the.. F.. ".


*Grraa!!*


'Ahh!!! '


'jangan!! Pergi!! Tolong!!!'


Lagi-lagi aku melihat adegan seperti di film hororr lagi. Semua orang disana telah berubah menjadi monster.genangan darah hampir memenuhi jalan,organ serta bagian tubuh berserakan dimana-mana. Festival yang tadinya penuh kemeriah telah berubah menjadi jeritan penuh ratapan.


"mengerikan..." kata itulah yang bisa aku dan temanku ucapkan melihat kejadian ini.


'RARRR!! '


"oh tidak! ".


dari kejauhan mereka melihat kami berempat dan mulai menghampiri. Sontak kami lari kembali kearah lobby


'Rarrr! '.


10 monster mengejar mengikuti. lari mereka cukup lambat,gaya mereka berlari juga aneh .


"gawat mereka mengikuti kita! ".


David yang ada dibelakang memberitahu.Kami menelusuri area lantai 1 untuk mengecoh mereka berharap bisa terlepas dari mereka.


"teman-teman! Kita ke gedung belakang sekolah". Usulku


Aku teringat satu tempat yang sering kami kunjungi yaitu gedung belakang sekolah. Tempat ini sering digunakan siswa untuk membolos keluar sekolah. Kami melewati aula sekolah lalu berbelok kekiri.  Didepan sana ada ruangan kecil akses menuju gedung belakang.


*Cklek!,Cklek!, Cklek!*.


"owh shit!  Pintunya terkunci".


Aku memutar knop pintu kayu lapuk ini berulang-ulang. Sial! Padahal pintu tua ini tidak pernah dikunci sebelumya. Semua guru disekolah ini sepertinya sudah tau kalau kami bolos lewat sini.


"terkunci Ray! ".


*RARRR!*


3 monster berhasil mengikuti sampai kesini ternyata.


" Dobrak pintunya! Cepat!! ".


*Brak!*


Kucoba menendang pintu ini.


*Brak!,Brak! * kutendang pintu ini berkali-kali tapi tetap saja tidak terbuka.


"david tolong bantu aku! ".


Maaf sepertinya tenagaku  tidak kuat untuk mendobrak pintu tua ini jadi aku meminta bantuan david yang memiliki badan besar diantara kami.


*UAR!!,RARR!! *


10 meter lagi monster itu sampai kearah sini.


"hyah! ".


Ray maju menyerang mereka, ia ayunkan pipa besinya ke satu monster yang berada didepan. Monster itu jatuh diikuti keduanya karena tersandung badannya. Lalu Ray memukuli mereka lagi.


*Grrr..*


"apa!? Padahal aku sudah memukul mereka berkali-kali".


Ray memundurkan langkah menjauh.


"Rome bantu aku".


"ta-tapi..aku". Jawab Rome takut.


*Graaa!! *


Ray kembali menyerang mereka diikuti Romelo. Ray menyerang kaki salah satu dari mereka lagi dan Romelo maju menusuk jantung monster dihadapannya.


*RARRUR!! *


monster yang ditusuk Rome Masih bisa bergerak ingin menerkamnya.


"Ray!, Ray! ".


Ray berlari kearah monster yang ingin menerkam Romelo. Dia memukul kepala belakang monster itu hingga remuk. Darah terciprat mengenai baju kemejanya.


"lakukan seperti tadi Rome". Titah Ray.


Romelo mengangguk,ia maju kearah 2 monster yang tersisa. Romelo menusuk punggung monster yang baru hendak bangun lalu Ray memukul kepalanya.


"awas Joe! ". David menubruk pintu tua itu hingga engsel pintunya lepas.


*Brak! *


"hei!..pintunya--". Kata-kata terpotong karena lenganku ditarik Ray.


"cepat masuk!".


Aku melihat kebelakang disana masih ada 1 monster tersisa sedang mengarah kesini. 2 monster terbaring ditanah kondisi kepalanya remuk. Apa itu Ray dan Romelo yang melakukan? Mereka membunuhnya!


"cari sesuatu untuk menahan pintu ini". Ray tengah menahan pintu bersama david mencegah monster itu masuk. Romelo mendorong 2 meja yang ia ambil dari tumpukan meja dan kursi bekas yang ada disini. 2 meja itu berhasil menahannya.


" lebik baik kita cepat pergi sekarang!".


Ajak Ray.


Aku menghiraukan ajakan Ray. Pikiranku masih tidak percaya dengan yang dilakukan kedua temanku.


"Ray..".


"ada apa? Cepat pergi ayo".


" kau membunuhnya.."


"apa maksudmu sih".


"kenapa kau membunuh kedua orang itu! ".


"tentu saja untuk menyelamatkan kita Joe".nada suaranya terdengar datar.


"tapi apa harus pakai cara begitu.. " balasku  menatap nanar kearahnya.


"kita melakukan untuk melindungi diri...wajar saja,lagi pula mereka bukan manusia, percayalah cuma hal ini satu-satunya..aku tau kau takut Joe..."


Aku terdiam..kata-kata Ray benar. Aku takut,lebih tepatnya tidak tega harus membunuh mereka dengan cara kasar seperti itu.


"aku mengerti..".


Aku dan lainnya memanjat tembok gedung sekolah. Ternyata bukan cuma sekolahku yang menjadi kacau tapi seluruh kota juga ikutan kacau. Kebakaran dimana-mana. Kecelakaan mobil dan motor banyak terjadi dijalanan. Kukira setelah keluar dari sini mimpi burukku sudah berakhir namun ternyata ini baru saja dimulai.


"sepertinya ini adalah akhir kehidupan normalku..


...Flashback...


...End....


...********...


Mohon kritik dan sarannya


Please.