B I N T A N G

B I N T A N G
Angel, I love you



Ketika ku buka mata ternyata kami sudah tiba di lokasi tujuan Study Tour yang diadakan pihak sekolah. Aku menggaruk kepalaku dan sedikit memicingkan mataku kearah depan. Kuperhatikan kiri dan kanan kulihat teman-teman yang lain sudah mulai menuruni bus.


Aku segera menghidupkan handphone ku untuk menghubungi Ibu, tapi ternyata batre ku low bet ah sudahlah nanti ketika dihotel aku akan segera menghubungi ibu, ujarku dalam hati.


Aku turun dari bus kemudian masuk kedalam barusan teman-teman yang lain.


Hii, nyenyak tidurnya ??? sapa Bintang


Hmmm apaan sih Bintang, gerutukku kesal aku buru-buru keluar.


Tiba-tiba bintang menarik lenganku, ku lihat senyum Bintang kearahku. Tuhan senyuman itu manis sekali, andai saja bisa kunikmati setiap hari.


Bintang : Angel, I love you


Aku : what???? kamu ngapain sih


Bintang : Aku serius loh ngel, sebenarnya udah lama sekali aku ingin mengungkapkan semuanya tapi kamu terlalu cuek.


Aku : Menggaruk kepala , padahal dalam hati aku pengen jingkrak-jingkrak 😊😊😊


Bintang : Gimana ?? mau kan jadi pacar ku ???


Aku : Tersenyum menahan diri, berasa pipiku merah membara tapi sudahlah aku tidak bisa membendung perasaanku.


Bintang : kok diam ?? berati kamu setuju kan kalau hari ini kita sudah sah pacaran. Thank U


Aku : Menganggukkan kepala kemudian aku segera berlalu meninggalkan Bintang.


Jantungku rasanya ingin copot saat ini. Aku sesekali menoleh kearah belakang berharap Bintang masih ada di belakangku, ternyata Bintang berada tepat di belakangku. Bintang melambaikan tangan kearah ku sambil tersenyum. Baru kali ini aku merasa salah tingkah ketika melihat Bintang. Kebayangkan gimana rasanya jatuh cinta. Ini yang pertama semoga bisa selamanya.


Aku sudah tiba di kamar tempat kami bermalam untuk beberapa hari kedepan. Ternyata kamarku bersebelahan dengan Bintang. Aku membersihkan diri kemudian aku beristirahat, perjalan ini sungguh melelahkan tapi terbayar semuanya ketika Bintang mengungkapkan perasaannya kepadaku. Handphone ku berdering ternyata Bintang menelphone ku.


Bintang : Halo sayang


Aku : Hai Bintang


Bintang : Kok masih panggil nama ??? ganti dong panggil sayang juga atau apa lah


Aku : Eh iya sa... ya....ng (jawabku kaku)


Bintang : Nah gitu dong , eh tau gak aku seneng banget loh akhirnya kita bisa jadian , makasih ya honey


Aku : Eh iya aku juga seneng


Bintang : Kamu udah makan belum ?? kalo belum yuk kita keluar cari makan


Aku : belum tapi nanti aja lah aku mau istirahat dulu sekalian mau kasih kabar ke ibu kalau aku udah nyampe


Bintang : Oh gitu ya , berati aku ganggu istirahat kamu dong. Ya udah aku tutup aja ya


Aku : Eh gak gitu loh yang , maaf deh nanti aku telphone lagi bye...


Tut....Tut...Tut.... ku putuskan panggilan dari Bintang.


Setelah aku memberi kabar ke ibu akupun merebahkan tubuhku di atas tempat tidur super empuk dan akupun tertidur.


Aku mendengar beberapa kali ada yang mengetuk pintu kamarku, tapi aku tak bisa menahan kantuk yang sudah merenggut mataku. Akupun kembali tertidur.


Telah jam 00.00 kudengar ada suara konser tak beraturan dari dalam perutku. Aku tersentak dan bangun dengan malasnya ku raih tas ransel ternyata didalamnya ada beberapa cemilan yang bisa mengganjal perutku. Lumayanlah paling tidak aku bisa meredam suara konser perut laparku.


Aku mengambil handphone kulihat ada ratusan pesan dan panggilan tak terjawab. Tenyata dari Bintang aku membuka satu persatu pesannya ternyata Bintang masih online jam segini. Tiba-tiba ada panggilan masuk aku pun langsung mengangkat panggilan dari Bintang.


Aku : Hehehe iya aku baru bangun karena kelaparan mungkin kalo gak kelaparan aku pasti bangun besok pagi


Bintang : Kamu tuh ya,... terus sekarang kamu lagi ngapain ???


Aku : Lagi ngobrol sama kamu lah , gimana sih ???


Bintang : Yaelah kok gitu jawabnya


Aku : Iya aku kan baru bangun terus terima telphone dari kamu ini sambilan ngemil


Bintang : Nah gitu jawabnya kan enak


Aku : Iya bawel


Tiba-tiba pintu kamarku diketuk, ntah siapa tengah malam seperti ini masih ingin bertamu, aku deg degan takut ada orang jahat atau apalah yang datang tengah malam begini. Aku buka pelan-pelan ternyata Bintang eh mau apa kamu kesini tengah malam, jangan macam-macam ya ,ucapku sedikit kesal. Bintang memberikan kotak kemudian berlalu meninggalkan ku. Aku langsung menutup pintu kamarku dan membuka kotak yang diberikan Bintang tadi ternyata isinya nasi goreng lengkap dengan lauk pauknya.


Aku mengetik pesan tapi keduluan sama dia. Bintang : Selamat makan cintaku love u πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ˜πŸ˜πŸ˜


Aku : Thank u honey πŸ’–πŸ€—


Bintang : Buruan dimakan nanti dingin gak enak lagi nanti aku telphone lagi ya by


Aku : ok siap


Dalam hati aku mulai merasakan sensasi ritme detak jantungku yang mulai tak karuan , sungguh luar biasa perhatian Bintang terhadapku.


Aku tidak begitu suka nasi goreng cuma karena ini dikasih sama Bintang. Aku rela ngabisin semua isinya. Terasa lebih enak luar biasa padahal kan sama sama nasi goreng tidak ada ritual khusus dalam penyajiannya. Mungkin ini nasi goreng rasa cinta jadi nikmatnya tak ada tandingannya.


Aku selesai menghabiskan nasi goreng cinta pemberian Bintang. Perutku terasa begitu sesak mungkin karena kekenyangan. Ingin rasanya aku mengucapkan terima kasih secara langsung tapi dikarenakan hari sudah terlalu malam aku kirim saja pesan singkat ke Bintang sebagai imbalan untuknya karena telah menyelamatkan perutku malam ini.


Aku : Hi...... Bintang makasih ya aku udah selesai makan


Bintang : Iya angel sama-sama


Aku : Selamat istirahat yang


Bintang : Aku belum ngantuk loh aku masih mau ngobrol sama kamu ,kamu udh ngantuk ya ???


Aku : Iya nih aku mau tidur by


Bintang : Eh nanti dulu ntar kamu gendut lih habis makan langsung tidur mau jadi gorila kamu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Aku : Emang kenapa kalau aku jadi gorila kamu mau apa , ucapku sedikit kesal


Bintang : Gitu aja ngambek cup cup cup gorila ku jangan cedih ya πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Aku : Ihhhh nyebelin dasar kamu Bapak gorila πŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘ΏπŸ‘Ώ


Bintang : panggilan suara , angkat ya gorila kecilku


Aku : Kalau kamu masih manggil aku gorila jangan harap aku angkat telphone kamu


Bintang : Gorila kecilku please angkat ya πŸ˜‰πŸ˜‰


Aku : 😈😈😈😈😈😈😈😈 menolak panggilan dari Bintang


AWAS YA KAMU NELPHONE AKU LAGI, JANGAN HARAP AKU ANGKAT & AKU GAK MAU BALAS PESAN KAMU LAGI


Kulihat tanda pesanku telah dibaca oleh Bintang, mungkin dia paham dengan pesan terakhirku yang kutulis menggunakan huruf besar paling tidak itu mewakili kekesalanku. Panggilan gorila membuat aku jadi kesal lagian aku tak mungkin jadi seperti gorila gara-gara aku menghabiskan nasi goreng yang Bintang berikan tadi. Awas saja tunggu pembalasan ku.