
Suasana pagi ini tak begitu bersahabat Ayah dan Ibu masih saja saling menyalahkan. Ibu terlihat menangis sedangkan Ayah masih saja tetap mempertahankan pendapatnya. Aku sengaja menghela nafas panjang agar mereka tahu keberadaan ku ditengah mereka saat ini. Mereka terdiam seribu bahasa, sementara aku ??? ahhhh sudahlah mereka tak pernah memperdulikan aku, mereka hanya sibuk dengan pekerjaan dan pertengkaran.
Andai saja waktu bisa terulang kembali, ingin rasanya aku kembali menjadi anak kecil yang selalu jadi prioritas mereka, selalu ada waktu untuk kami bersama walaupun itu hanya sebatas membeli jajanan ku. Tiba-tiba Ayah menghampiri ku dimeja makan Ayah mengajakku untuk segera berangkat ke sekolah baru ku.
Ayah : Ayo nak selesaikan sarapan mu, hari ini kita akan datang lebih awal ke sekolah baru ku untuk menyelesaikan beberapa administrasi
Aku : hmmmn mengambil sepotong roti lalu Aku segera berlalu meninggalkan Ayah
Ibu : Nak, semoga sukses hari ini semoga betah disekolah barumu
Aku segera menuju mobil tak lupa kucium tangan ibu.
Assalamualaikum Bu,
Selang beberapa menit, kamipun tiba di depan salah satu SMA yang akan menjadi sekolah baruku. Kami keluar dari mobil kemudian langsung menuju gerbang sekolah. Ayah segera menghampiri security dan menunjukkan berkas yang Ia bawa. Kamipun langsung diantar ke ruangan Kepala Sekolah.
Security : Assalamualaikum , selamat pagi pak ada tamu
Kepala Sekolah : Walaikumsalam silahkan masuk
Aku dan Ayah masuk ke dalam ruangan
Kepala Sekolah : Selamat datang Pak Rudy
Ayah : Terimakasih Pak Asep, ini putri saya Angel. Saya akan menitipkan putri saya disini kalau ada apa-apa jangan sungkan.
Pak Asep ternyata adalah sahabat Ayahku ketika di desa dulu mereka sudah seperti saudara. Hubungan mereka masih sangat terjaga dengan baik hingga saat ini.
Akupun tiba didepan kelas dan aku langsung masuk.
Assalamualaikum ....
Walaikumsalam hanya ada beberapa orang didalam kelas yang tengah asyik mengerjakan sesuatu.
Akupun langsung memilih salah satu bangku kosong kemudian Aku duduk. Kuambil headset disaku bajuku lalu aku sambungkan ke handphone ku.
Sudah 15 menit aku disini bel masuk telah dibunyikan tidak seperti sekolahku yang lama disini hanya ada lonceng yang dibunyikan sebanyak 3 kali menandakan jam masuk kelas sudah tiba.
Guru pun tiba didalam kelas bersama bapak kepala sekolah kemudian tanpa basa-basi langsung memperkenalkanku didepan kelas.
Semua mata tertuju kepadaku aku menghela nafas kemudian aku berdiri menuju depan kelas.
Assalamualaikum selamat pagi semuanya. Aku tersenyum dan langsung memperkenalkan diri didepan kelas baru ku. Kemudian aku kembali ketempat duduk tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrakku. Auuuuu aku menjerit dan terjatuh kemudian aku tak ingat apa-apa lagi.
Ketika ku buka mata ternyata aku sudah ada dalam ruangan putih ntahlah ruangan apa ini. Kulihat ada beberapa tetes darah di seragam sekolahku. Apa mungkin aku mimisan ????
Aku berusaha untuk bangun tapi aku terkejut ada laki-laki dihadapanku.
Kepala ku masih terasa berat tapi aku tidak boleh berlama-lama diruangan ini aku harus segera kembali kedalam kelas. Jangan sampai aku ketinggalan pelajaran karena ini adalah hari pertamaku disekolah baru.
Tak ada percakapan diantara kami berdua, kami hanya saling menatap satu sama lainnya. Seketika tatapan kami beralih ke luar karena ada perawat yang datang menghampiriku.
Perawat itu tersenyum dan langsung memeriksaku. Aku bertanya kepada perawat itu apa yang terjadi, tapi pertanyaannya langsung dijawab oleh laki-laki yang ada disampingku.
Aku : Menggaruk kepala berusaha untuk mengingat apa yang terjadi tapi aku sungguh tak ingat apa-apa
Perawat : Baiklah kondisi kamu sudah baikan silahkan menuju kelas
Aku : ehhh terimakasih bu , apa ada obat yang harus aku minum ???
Perawat : Tidak ada kamu hanya kecapean atau memang sering mimisan???
Aku : Iya Bu, aku memang sering mimisan akhir -akhir ini mungkin benar kata ibu karena aku kecapean , makasih Bu . Aku segera bangun dan merapikan pakaian ku tapi tetesan darah itu tidak bisa aku tutupi . Aku sedikit kesal tapi sudahlah aku harus masuk kelas.
Ketika diluar ruangan UKS laki-laki tadi menghampiriku dan mengulurkan tangannya aku terdiam.
Perkenalkan aku Bintang, maaf tadi aku terlambat karena buru-buru ke kelas aku menabrakmu. Dia tersenyum tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
Aku tak membalas uluran tangannya aku segera berlalu meninggalkan Bintang. Aku segera menuju kelas tapi Bintang masih saja mengikuti ku. Bintang membuka sweater yang dia gunakan dan memberikan sweater itu kepadaku.
Dia mengarahkan telunjuknya ke arah tetesan darah bekas mimisan tadi. Tanpa pikir panjang aku langsung menggunakan sweater itu dan langsung masuk kelas.
Kejadian hari ini sungguh diluar dugaan aku tak pernah membayangkan tapi sudahlah ini akan menjadi rahasia ku sendiri.
Akhir-akhir ini aku sering sekali mimisan paling tidak tiga sampai empat kali aku mimisan disekolah.
Aku tidak pernah menceritakan semua ini kepada kedua orangtuaku karena kesibukan mereka membuat kami jarang sekali untuk saling berbagi cerita ketika dirumah.
Aku tidak mau menceritakan semua ini agar tidak menambah beban mereka karena hampir setiap hari Ayah dan Ibuku terlibat cekcok ntah apa penyebabnya aku tidak pernah tahu.
Tidak terhitung berapa kali mereka bertengkar, Ibu selalu saja menangis sesekali ku dengar ibu menyumpahi Ayah.
Begitu juga sebaliknya Ayah sesekali kudengar Ayah mencaci maki ibuku.
Kehidupan seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari ku ntah sampai kapan kedua orangtuaku seperti ini.
Tak pernah lagi kurasakan kedamaian ketika dirumah. Meja makan pun ikut menjadi saksi keegoisan mereka berdua.
Terkadang telintah difikiran ku apakah benar aku ini anak kandung mereka atau akulah yang menjadi penyebab pertengkaran mereka ???
Seharusnya mereka menyembunyikan setiap pertengkaran yang terjadi ketika ada aku.
Sekolah adalah satu-satunya tempat ternyaman untuk ku karena disekolah tak akan kudengar caci maki diantara ayah dan ibuku.
Sekolah menyediakan salah satu fasilitas ternyaman untuk ku yaitu perpustakaan disanalah tempat yang paling penting untuk ku.
Aku selalu menghabiskan banyak waktu diperpustakaan sekolah karena tempat itu menyediakan banyak sekali buku-buku yang bermanfaat untuk ku agar bisa melupakan semua masalah yang ada dirumah.
Tak hanya sebatas buku pelajaran tapi banyak juga buku-buku umum yang bisa aku baca. Karena keseringan diperpustakaan Akau sampe hapal semua judul-judul buku yang ditata dilemari.
Kebiasaan ku yang selalu bersemedi diperpustakaan membuat aku lupa untuk memiliki sahabat apa lagi pacar. Kebayangkan betapa sulitnya menjalani kehidupan seperti ku.
Cukup sampai disini ya 😊😊😊😊 Nantikan kisah berikutnya 😉