
Hari kedua disekolah baru
Aku masih mencoba mengingat kejadian kemarin tapi tetap tak bisa.
Aku mencari Bintang laki-laki yang ada bersamaku ketika di ruang UKS kemarin, ingin rasanya kutanyakan lagi apa yang terjadi tapi sudahlah mungkin kejadian itu sedikit memalukan sampe aku pingsan dan mimisan.
Aku mengeluarkan beberapa buku tulis tak lama kemudian terdengar bunyi hentakan kaki yang mengheningkan suasana kelas. Guru Bahasa Indonesia telah tiba dikelas kami pun langsung mengucapkan salam.
Sama seperti kemarin aku harus maju didepan kelas memperkenalkan diri kemudian aku dipersilahkan duduk kembali. Pak Boy langsung menjelaskan materi pelajaran hari ini tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar kelas ternyata Bintang dengan rambut yang masih acak-acakan memberanikan diri untuk masuk kelas.
Suara riuh sorakan berhenti seketika ketika Pak Boy memukul meja. Hening seketika akupun terkejut hingga menjatuhkan pena ku. Semua mata tertuju kepadaku, bisa kalian bayangkan bagaimana raut wajah ku pada saat sekarang ini. Aku tersenyum kecut ke arah Pak Boy.
Bintang duduk tepat disampingku, dia tersenyum kearah ku sambil berkata " Jangan mimisan lagi ya hari ini " Aku tertunduk malu berusaha seolah tak mendengar perkataan Bintang.
Pelajaran pun dilanjutkan,kemudian kami diberi kertas fotocopyan materi.
Pak Boy menyebutkan namaku Angel , Bintang, Laras kelompok satu dan dilanjutkan nama-nama yang lainnya.
Aku langsung mencari tempat duduk Laras. Oh my God ternyata cewek itu ???? Menurut cerita teman-teman dikelas Laras adalah salah satu siswi yang berprestasi tapi dia agak sedikit judes dan egois. Bagaimana ini ??? Aku yang kuper, kutu buku apa mungkin bisa jadi temen Laras ???
Sementara Bintang adalah seorang laki-laki yang pecicilan, selalu telat ke sekolah bahkan agak sedikit jaim.
Kami pun duduk berdampingan mengikuti instruksi Pak Boy kemudian Laras langsung membagikan tugas kami masing-masing. Aku maaih berusaha beradaptasi dengan mereka tapi sepertinya Laras welcome.
Lonceng berbunyi pelajaran Bahasa Indonesia pun berakhir. Kami kembali ke tempat duduk masing-masing.
Sembari menunggu guru yang berikutnya Bintang mengajakku ke perpustakaan. Tanpa rasa curiga aku pun mengikuti Bintang. Kami berjalan beriringan hingga tiba didepan perpustakaan. Bintang menarik tanganku dengan sedikit berlari akupun mengikutinya ternyata Bintang mengajakku ke arah kantin.
Aku melepaskan tangan Bintang dan berbalik lagi menuju perpustakaan.
Bintang : Hei mau kemana kamu ???
Aku : Perpustakaan
Bintang : Sudahlah ayo ikut aku kita kekantin dulu aku laper nih
Aku : Tapikan kita masih punya kelas
Tanpa berbicara Bintang kembali lagi menarik lenganku menuju kantin.
Tiba dikantin ternyata bukan cuma kami saja banyak siswa/i lainnya termasuk Laras. Disaat tangan Bintang masih di lenganku Laras langsung menarik ku hingga aku hampir terjatuh.
Laras : heiii anak baru jangan sok kecentilan ya disekolah ini
Aku : Hanya diam saja, disaat aku mau menjawab tiba-tiba saja Bintang menarik peganagan tangan Laras
Bintang : Hei Laras apa urusanmu ???
Aku memegang pergelangan tanganku yang sedikit memerah karena ulah Laras.
Ayo Laras kita pergi dari sini aku udah gak laper lagi, ucap Bintang.
Tangan kami masih saling menggenggam, akupun segera mengikuti langkah kaki Bintang.
Sebelum masuk kelas aku berusaha melepaskan genggaman tangan Bintang. Tapi Bintang tak mau melepaskan genggaman tangannya. Aku merasa risih aku juga takut nanti akan jadi bahan olokan teman sekelas.
Tak lama kemudian Laras tiba dikelas dengan tatapan sinis kearahku.
Aku berusaha mengalihkan pandanganku agar tidak melihat kekesalan Laras terhadapku.
Ya Tuhan apa dosa ku sehingga Laras begitu murka melihatku.
Hampir satu jam aku melarikan diri ke taman samping sekolah. Bintang menyusulkan dia mengajakku ke kelas agar tidak ketinggalan pelajaran berikutnya. Tanpa mengukur waktu akupun berlalu menuju kelas meninggalkan Bintang setidaknya aku akan tiba lebih dulu agar tidak terjadi kesalahpahaman antara aku dan Laras.
Kebetulan sekali ternyata kelas kami jam kosong ini kesempatanku untuk lari dari kelas agar tidak bertemu Laras. Aku mengambil buku tulis kemudian berlalu menuju perpustakaan.
Aku mencari beberapa buku referensi agar bisa menyelesaikan tuhan yang diberikan Pak Boy. Setelah menemukan beberapa referensi aku mencari tempat duduk pojokan yang paling aman agar tidak terganggu dengan aktivitas lainnya.
Aku menulis beberapa catatan kecil dibuku tulis yang kebetulan ku bawa tadi. Setelah selesai mencatat beberapa buku aku mulai memilih buku mana yang akan ku bawa pulang. Aku memutuskan ada dua buku yang akan aku pinjam tapi karena aku anak baru aku belum bisa meminjam buku karena aku belum memiliki kartu keanggotaan perpustakaan.
Bagaimana pak apa bisa aku menuliskan namaku saja , pintaku kepada petugas perpustakaan.
Maaf nak aturannya sudah seperti itu, coba cari pinjaman kartu keanggotaan kepada teman kelasmu, jelas bapak penjaga perpustakaan
emmm gimana ya gumanku dalam hati , tanpa kusadari ternyata ada seseorang menyodorkan kartu keanggotaan perpustakaan kepada petugas , aku melongok lagi-lagi Bintang.
Tanpa banyak komentar bapak petugas perpustakaan langsung mencatat pinjaman buku atas nama Bintang.
Dengan bangganya Bintang memintaku mengucapkan terimakasih kepadanya. Oke lah ku ucapkan terimakasih dengan sedikit terpaksa kemudian aku berlalu meninggalkan Bintang.
Entah disengaja atau memang kebetulan setiap kali aku dalam posisi kepepet pasti selalu ada Bintang jadi penyelamatku.
Bintang bukanlah seseorang yang istimewa dikelas kami, dia juga tidak begitu populer tapi dia punya pesona tersendiri agar orang-orang simpati kepadanya.
Bintang ... Bintang ujarku dalam hati
Aku belum begitu mengenal Bintang tapi karena aku berdampingan tempat duduk membuat aku tau sedikit tentang Bintang.
Apa yang salah denganku kenapa dari tadi aku memikirkan Bintang ??? ahhhh sudahlah
Aku kembali kedalam kelas disana terlihat Laras dan beberapa temannya sedang menertawakan sesuatu tapi aku pura-pura tidak melihat daripada buat masalah.
Laras : Haii cewe centil
Aku : Diam saja seolah tak mendengarkan apa-apa
Laras : Udah kecentilannya ???
Aku : hmmm menarik nafas panjang tanpa menjawab apapun
Laras : ehhh kamu makin nyebelin ya kamu budek dari tadi aku ngomong gak ditanggapi sedikitpun
Aku : Gak kok
Laras : Woy anak baru jangan belagu ya disini
Aku : Diam
Kemudian Laraspun pergi keluar kelas mungkin karena dia terlalu kesan melihatku. Aku juga bingung mau jawab apa , lagian gak ada untungnya juga aku meladeni Laras.
Walaupun sebenarnya aku kesal tapi aku memilih diam itung-itung penghematan energi. Sayangkan kalo harus buang-buang energi cuma untuk ngebahas hal yang gak penting.
Aku melanjutkan membaca buku yang ku pinjam dari perpustakaan tadi. Senbariencatata beberapa hal penting yang berkaitan dengan tugas yang diberikan Pak Boy tadi pagi.
Kebayangkan gimana kesalnya Laras melihatku 🤔🤔🤔🤔