B I N T A N G

B I N T A N G
Keluarga Ku



Namaku Angel , usiaku 17 tahun aku adalah salah satu siswa disekolah menengah atas. Disekolah aku hampir tak punya teman karena aku anak pindahan dari kota, alasan kepindahan ku karena orang tuaku hampir bercerai. Ibu dan Ayahku hampir bertengkar setiap hari, bahkan dimeja makanpun mereka masih saja berteriak.


Kesibukan orangtua ku membuat ku tumbuh menjadi seorang yang masa bodoh dengan segala hal. Aku bahkan tak pernah peduli dengan setiap keributan yang terjadi dirumah.


Aku lebih banyak menghabiskan waktu menyendiri dikamar ku, membaca buku-buku yang sering aku pinjam diperpustakaan umum tak jauh dari rumah kami.


Tiba-tiba handphone ku berbunyi, jantungku berdetak ternyata ayah yang menelpon.


Aku : Hallo Ayah ada apa ???


Ayah : Segera berkemas karena kita akan pergi !


Aku : (menangis tanpa suara) Ya Tuhan apa yang terjadi (aku menangis dalam hati) tiba-tiba Ibu datang memeluk ku dan mencium ku. Aku menjatuhkan handphone fikiran ku terombang ambing ketika ku lihat ibu menangis.


Ibu : Nak , maafkan ibu Karen ibu sudah tidak tahan lagi dengan sikap Ayahmu yang selalu mau menang sendiri.


Aku : Hanya diam


Ibu : Cepat kemasi barang-barangmu sayang, kami sepakat akan menitipkanmu di desa


Aku : Apa ??? bagaimana dengan sekolahku Bu ?? Rencana kuliahku ???


Ibu : (masih menangis sambil mengemasi barang-barang ku)


Tak lama kemudian terdengar suara mesin mobil yang menyala dengan klakson yang teramat berisik. Ibu langsung menarik lenganku seketika kami berlari menuju pintu keluar. Aku melepaskan tangan Ibu seketika air mataku berlinang, hari ini aku akan meninggalkan rumah yang penuh kenangan bersama kedua orang tuaku. Aku mengambil beberapa foto yang menempel di dinding ruang tamu.


Selama perjalanan kami hanya diam . Ayah dan ibu sesekali melirik ke arah ku. Mereka tampak sangat mencemaskan ku. Tiba-tiba mobil terhenti tenyata ada pemeriksaan kecelakaan didepan mobil kami. Aku tidak turun dari mobil karena aku tidak begitu tertarik melihat kerumunan orang didepan sana.


Aku mengambil headset yang ada disamping tempat duduk Ayah, dan kembali rebahan sambil memeluk boneka beruang kesayanganku. Tiba-tiba Ibu berlari ke arahku dan melambaikan tangan kepada seseorang untuk mengikutinya. Aku mendongak memperhatikan orang itu , sepertinya dia kesakitan ku lihat ada darah yang mengalir dari pelipisnya.


Tak lama kemudian ayah menyusul ke mobil, tanpa banyak bicara Ibu segera duduk di sampingku sementara kaki-laki tadi duduk disamping Ayah. Kami berlalu tanpa ada sepatah katapun. Aku bingung apa yang terjadi dengan laki-laki itu tapi sudahlah aku tak begitu tertarik untuk menanyakannya.


Hampir dua jam kami diperjalanan, perutku terasa perih karena tak ada sedikitpun makanan yang masuk ke pencernaan ku hari ini. Aku hanya mengeluh dalam hati dan berusaha mengencangkan perut ku agar tak terdengar nyanyian perut. Tapi tiba-tiba perutku mengeluarkan nyanyian merdunya seketika Ayah, ibu dan laki-laki itu memandang serentak kearahku. Ya Tuhan mimpi apa aku, sungguh memalukan disaat suasana hening terdengar alunan merdu dari dalam perutku. Aku hanya tersenyum menahan malu yang tak terhingga.


Ayah menghentikan laju mobilnya didepan sebuah minimarket seketika Ayah keluar tergopoh-gopoh menuju minimarket itu. Selang beberapa menit Ayah kembali lagi ke mobil dengan beberapa kantong makanan dan minuman ringan. Dan kamipun kembali melanjutkan perjalanan.


Jarak perjalanan yang kami tempuh cukup lumayan melelahkan kami butuh waktu dua belas jam diperjalanan.


Sesekali Ayah berisitirahat karena hanya beliau yang mengemudi mobil. Terkadang beliau berhenti untuk sholat atau untuk keperluan mendesak.


Aku berusaha untuk tidur agar tidak begitu lama menikmati perjalanan, semakin aku berusaha untuk tidur malah kantukku menghilang.


Aku kembali menyalakan handphone ku dan menyambungkan headset mendengarkan lagu band favorit ku Westlife tau kan lagu ini


Goodbye to you my trusted friend


We've known each other since we were nine or ten


Together we've climbed hills and trees


Learned of love and ABC's


Skinned our hearts and skinned our knees


Goodbye my friend it's hard to die


When all the birds are singing in the sky


Now that spring is in the air


Pretty girls are everywhere


Think of me and I'll be there


We had joy, we had fun


we had seasons in the sun


But the hills that we climbed


Were just seasons out of time


Goodbye Papa please pray for me


I was the black sheep of the family


Too much wine and too much song


Wonder how I got along


Goodbye Papa it's hard to die


When all the birds are singing in the sky


Now that the spring is in the air


Little children everywhere


When you see them, I'll be there


We had joy, we had fun


We had seasons in the sun


But the wine and the song


Like the seasons have all gone


We had joy, we had fun


We had seasons in the sun


But the wine and the song


Like the seasons have all gone


Goodbye Michelle my little one


You gave me love and helped me find the sun


And every time that I was down


You would always come around


And get my feet back on the ground


Goodbye Michelle it's hard to die


When all the birds are singing in the sky


Now that the spring is in the air


With the flowers everywhere


I wish that we could both be there


Sesekali aku bersenandung memainkan lirik lagu itu.


Ntah mengapa terkadang aku merasa seperti orang asing ketika berada ditengah-tengah pertengkaran orang tuaku.


Aku tak mengerti apa yang menjadi alasan mereka bertengkar. Hampir setiap hari ku lihat ibu menangis terkadang sesekali beliau memaki-maki Ayah .


Begitu juga sebaliknya Ayah, terkadang beliau pun berbalik mencaci maki ibu.


Aku selalu menjadi penonton ketika mereka cekcok. Apakah seperti ini kehidupan orang setelah menikah ???


Hingga saat ini pun aku tak pernah punya teman dekat ataupun pacar, aku selalu sendirian tanpa kawan.


Aku tak pernah memperdulikan apa yang terjadi di sekitarku .


Tapi ada sedikit kecewa yang aku rasakan ketika melihat orang tuaku bertengkar tanpa ada rasa bersalah sedikitpun terhadapku.


Mereka tak pernah punya waktu untuk ku, selalu saja alasan mereka sibuk bekerja karena memikirkan masa depanku. Mereka tak mau melihat aku kesusahan dimasa yang akan datang. Tapi apa mereka tahu apa sebenarnya yang aku inginkan ???


Aku ingin sesekali menghabiskan waktu liburan bersama mereka


lanjut yang berikutnya 😉