
HANCUR-- (1)
bab 5
Seminggu stelah kejadian itu, kami menjadi sering bertemu. Terkadang juga kami berkumpul di pinggir sungai untuk makan siang bersama.
Saat itu Ruiner dan aku sedang duduk duduk di bangku dekat sungai. Laura datang membawakan teh dan sedikit kue kering. Hari ini Laura tidak bekerja. Kami pun bisa berkumpul hari ini.
kami senang bersantai sambil menikmati hari yang cerah di pinggiran sungai.
Tapi entah kenapa hari ini terasa sangat berbeda. Firasat ku mengatakan jika akan ada hal buruk yang akan terjadi. Sudahlah, pikirku. lebih baik aku jangan berpikir yang buruk buruk. Aku pun menaruh cangkir yang tadinya ku pegang. Aku berbaring di Padang rumput sambil melihat langit.
Memandangi awan bersama teman teman memang menyenangkan. Ruiner masih asik memakan kue yang dibawakan Laura. Dan Laura duduk di sampingku yang juga sedang melihat awan.
Sepertinya semuanya akan baik baik saja, pikirku. Aku mulai melupakan semua soal firasat ku tadi. Namun, semua berubah saat aku kembali melihat ke arah langit...
Sebongkah batu yang besar terbang melewati kami. Aku terkejut. Tiba tiba ada suara ledakan besar dari arah belakang. Aku pun meminta Ruiner untuk bertanya pada orang sekitar tentang apa yang terjadi. Dia bertanya kepada orang yang kebetulan sedang memperbaiki atap rumah.
Katanya dari atas terlihat batu yang tadi terbang menghantam pintu keluar kota yang menuju ke bukit Wayene. Tapi bagaimana bisa ?
Sebuah batu besar, dilemparkan melintasi kota dan menghantam pintu keluar yang jaraknya dua puluh tujuh kilometer dari daerah luar.
Aku masih belum mengerti apa yang sedang terjadi di sini. pertama ada batu besar yang dilemparkan lebih dari dua puluh tujuh kilometer, dan menghancurkan gerbang keluar utama yang selebar lima ratus meter. Lalu, apa yang sedang dilakukan oleh ratusan pasukan kerajaan di tengah jalan utama ?
Tidak lama setelah itu, semua orang di minta untuk diam di rumah dan berlindung ditempat yang aman. Sepertinya diluar memang terjadi peperangan.
Aku masih belum tahu betul apa yang sedang terjadi. Tapi sebaiknya aku mengikuti arahan yang sudah diberikan. Dan juga ikut berlindung di tempat yang aman.
Aku, Laura, dan Ruiner segera pulang ke rumah masing masing. Sebelumnya kami sudah memutuskan untuk bertemu lagi Minggu depan.
Satu Minggu kemudian, ditempat yang sama yaitu di pinggiran sungai, kami bertemu kembali. Aku pun bertanya sedikit mengenai kondisi mereka. Tapi, aku penasaran kenapa pasukan yang kemarin kemarin belum juga kembali.
Tapi, lupakan saja lah. lagipula hari ini aku sudah harus membeli makanan untuk seminggu ke depan. Semua aktivitas orang orang juga sudah kembali seperti semula. Mungkin juga aku sudah harus memikirkan untuk mencari pekerjaan. Minimal bisa menyediakan makanan sehari hari untuk diri sendiri. Agar uang yang kumiliki dari warisan tidak cepat habis. Baiklah aku akan memulainya dari berkebun saja.
Kami pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan. Yang berbeda, kali ini Laura ikut bersama kami. Aku juga sempat bertanya sedikit kepada Laura tentang berkebun. Dia sering melihat ibunya berkebun dirumahnya. "Biasanya ibu menanam sayuran seperti wortel dan kentang..." katanya.
Setelah berbelanja kami akan segera pulang. Namun dijalan sesuatu terjadi...
Selanjutnya
HANCUR-- (2)
...------------ catatan -------------...
...perlu diketahui episode episode sebelumnya hanyalah untuk uji coba, dan begitulah, mohon dimaklumi....