Azimetia Stories

Azimetia Stories
BAB 3 (selesai)



LUNAS !


bab 3


Pada akhirnya kami setuju untuk bertemu kembali besok pagi. Besok paginya kami bertemu di pinggir sungai seperti biasanya. Dia mengantarkan ku ke rumah rentenir tempat gadis bernama Laura itu meminjam uang.


Di saat yang sama Laura sedang mengantarkan barang ke rumah seseorang. Ternyata rumah orang tersebut berada tepat di depan rumah rentenir yang dimaksud. saat itu sudah pasti dia melihatku dan Ruiner. Tidak mungkin dia tidak melihatnya.


Setelah sampai, aku mengetuk pintu. Tanpa menunggu lama, ada seseorang yang membukakan pintunya. Tapi yang membukakan pintu adalah seorang gadis yang berparas cantik.


Ternyata gadis tadi adalah putri dari rentenir yang akan kami datangi . Tidak lama kemudian Ruiner bertanya kepadanya "Apakah ayahmu ada ? Kami ingin bertemu dengannya..."


Gadis itu pun memanggilkan ayahnya. Setelah beberapa saat menyimak percakapan antara Ruiner dan bapak rentenir, aku pun mengetahui siapa nama rentenir tersebut.


Namanya Pa Shen. Dia seorang pengusaha yang memiliki gudang gandum di pusat kota. karena memiliki banyak uang, dia juga meminjamkan uangnya kepada beberapa penduduk di kota.


Saat mereka masih mengobrol gadis tadi datang menghampiri. Dia datang sambil menyuguhkan teh. aku menyimak pembicaraan antara Ruiner dan Pa Shen. Setelah menemukan saat yang tepat, tanpa menunggu lama, aku menanyakan tentang hutang keluarga Laucuria.


Lalu, Ruiner memperjelas pertanyaanku, tentang jumlah total pinjaman keluarga Laucuria beserta bunganya.


Rentenir itu bertanya balik, kenapa aku segitu ingin tahu tentang jumlah pinjaman keluarga Laucuria. Aku pun menjawab jika aku akan mencoba untuk melunasi hutang mereka dengan percaya diri.


" Apa, tidak salah? Memangnya sampah sepertimu punya uang sebanyak itu?!" dia bertanya sambil membentak.


Aku mempertegas jika aku sanggup membayarnya. Lalu, dia mengatakan jumlah total pinjaman keluarga Laucuria.


Dan jumlah uang pinjaman tersebut adalah lima belas juta etia (koin emas). Karena aku sudah tahu jumlahnya akan banyak, aku mempersiapkan dua kantung penuh permata dan berlian seharga dua ratus koin emas (Dinar).


Sepulang dari rumah Pa Shen, kami memutuskan untuk pergi menghabiskan waktu bersama dengan memandangi matahari terbenam di pinggir sungai seperti biasanya.


Saat kami duduk dipinggiran sungai, Ruiner bertanya dari mana aku mendapatkan uang sebanyak tadi. Dan dia memintaku untuk menjawab dengan jujur. Aku pun menjelaskan jika itu adalah bagian dari warisan yang kudapat.


" Ooh dari warisan, kukira dari apa... " dia mengerti.


Aku melanjutkan pembicaraan, aku bertanya juga. Salah satunya juga tentang gadis yang tadi. Lalu dia menjawab, nama gadis tadi adalah Kana. Dan kalau dipikir pikir sepertinya Ruiner menyukai gadis itu.


Selang beberapa saat, Laura datang menghampiri kami dan membawakan kami semangkuk ubi bakar. Aku bertanya kepadanya, tapi dia hanya berterimakasih sambil tersenyum. Pada akhirnya dia ikut duduk bersama kami berdua. Dan melihat matahari terbenam sambil menyantap ubi hangat bersama.


sesaat diriku sempat terpikir jika Laura tahu jika aku sudah melunasi hutang keluarganya. Tapi, lupakan lah.


Matahari sudah terbenam dibelakang gunung. Dan hari sudah mulai gelap. saat kami hendak pulang, seseorang memanggil Laura dari belakang dengan perasaan yang riang.


Selanjutnya


Permohonan maaf


...------------ catatan -------------...


Satu koin emas setara dengan satu Dinar (Arab) yang mungkin saja seharga tiga juta rupiah. namun mungkin ada beberapa perbedaan dengan kehidupan nyata ...


...------------ catatan -------------...


...perlu diketahui episode episode sebelumnya hanyalah untuk uji coba, dan begitulah, mohon dimaklumi....