Ashana

Ashana
Ashana.Bagian 8



"Bukan hidupmu yang sulit tapi dirimu yang tak pernah bersyukur menjalaninya"


-Ashana Cassaundra -


"**Selamat Membaca** "


Setelah mama mendengar omongan enver dan apa yang telah enver perbuat pada ashana sekarang iya sudah sangat kecewa dengan perlakuan menantunya itu bukan hanya memarahi tapi hampir saja iya mau menampar putrinya itu


"Enver!!!" Ucap Askandila Shock melihat anaknya hampir di tampar oleh enver


"kamu tau dia siapa?dia istri kamu bisa tidak usah bermain kasar dengan putri saya" ucap mama dan menghampiri anaknya yang sejak tadi memejamkan mata


"ma enver bisa jelaskan ini hanya kesalah pahaman mama sebenarnya ini terjadi bukan seperti yang mama lihat" jelas enver


"ini sudah jelas kamu hendak saja menampar anak saya kamu pikir hati saya tidak kecewa tidak sakit ,hati seorang ibu mana yang gak sakit lihat anaknya diperlakukan dengan cara begini" Balas Askandila dengan penuh amarah "sekarang kmu keluar dari sini izinkan ashana menenangkan dirinya terlebih dahulu" tunjuknya pada arah pintu.


enver mengangguk dan langsung beranjak pergi


"ashana bagaimana keadaan kamu?sekarang gak usah takut mama ada disini " ucapnya menenangkan ashana biar tidak terlalu trauma


"ma kenapa mama sampai semarah itu kepada enver disini memang adanya Shana yang salah yang membiarkan lelaki lain menjengukku" ashana hampir saja mengeluarkan air matanya


"hey putri kecil mama sudah jangan ditahan ayo menangis saja mama tau hati mu sangat sakit mama siap mendengarkan keluh kesah mu nak" ucap Askandila dan memeluk ashana


"ma sebenarnya mas enver sudah sering melakukannya padaku dia sering memukulku bahkan menyebutku dengan perkataan yang tidak baik"


"astaghfirullah nak,kenapa tidak memberi tau mama sejak awal "


"aku hanya takut mama bertambah pikiran "


"yasudah hapus air matamu papa mau datang menjenguk mu " Sanggah mama dan ashana mengangguk dan mulai menghapus air matanya


Lain cerita dengan enver diluar dia bertemu Nick mertuanya dijalan dan menanyakan soal ashana padanya


"nak bagaimana kabarmu?" tanya Nick pada enver


"baik pa bagaimana dengan papa?" tanyanya balik


"Alhamdulillah,oh ya ashana bagaimana sudah membaik"


"sudah pa katanya sih tadi dia mau istirahat "


"ashana istirahat apa bisa papa menjenguknya"


"tentu saja pa ashana hanya istirahat sebentar lagian enver yakin dia sudah bangun dan minum obat sekarang sudah jamnya dia minum obat"


"baiklah nak ,kamu mau kemana ini kok kelihatan bergegas"


"enver mau ada meeting untuk ashana dia ada mama yang jagain,yaudah pa enver pamit dulu assalamualaikum " ucap enver dan menyalim mertuanya


Sesampainya Nick di ruangan ashana ia langsung memeluk putrinya dan mengecup keningnya


"bagaimana kondisi mu nak apakah sudah mulai membaik" tanyanya sambil mengusap kepala ashana


"dia sudah membaik pa tapi barusan tadi dokter periksa bahwa kondisinya sedikit menurun karena tadi enver hampir menamparnya"


Nick terkejut atas apa yang diberi tahu istrinya tentang kondisi anaknya ekspresinya berubah menjadi shock


"apa mama gak salah mana mungkin enver mau menampar ashana sekarang posisi ashana istrinya tadi dia beritahu kepada saya bahwa kondisi ashana membaik"


****


Keesokannya enver tak kunjung datang menemui ashana mungkin karena ia takut akan Askandila atau bahkan dia tidak mau menjumpai ashana.


Dokter datang ke ruangan ashana dan kembali mengecek kondisi ashana hari ini


"oke buk ashana kondisi anda sudah membaik dan sudah dibolehkan pulang kerumah untuk istirahat lebih lanjut" ucap dokter dan ashana beserta mamanya hanya menggangguk


"ashana sekarang coba hubungi enver buat menjemputmu" Ucap Askandila


Ashana mencoba menghubungi enver dan tidak menjawab telpo dari ashana "mas enver tidak mengangkat telponnya ma mungkin dia lagi sibuk "


"yasudah kabari saja papa mu biar segera menjemput kita " ashana mengangguk dan menelepon Nick papahnya


"papa juga tidak mengangkat telpon ma mungkin dia sibuk juga"


Tiba-tiba Wiliam datang menjenguk ashana kembali


"kak Liam kok datang lagi" heran ashana pada Wiliam


"hahaha tadi om nick ngabarin saya bahwa kalian tidak ada yang menjemput dia lagi sibuk makanya suruh saya datang menjemput "


"oh yaudah nak Liam mari kemobil nanti ashana kecapean berdiri disini lagi"


"yaudah Tante sini biar saya bawakan" tawar Wiliam


"ini kita mau kerumah ashana atau rumah om dan Tante"Tanya Wiliam


"kerumah Shana saja nanti takutnya enver kecarian " jawab Askandila dan wiliam langsung melakukan mobil miliknya


Enver yang sendari tadi bersantai di apartemen pacarnya teringat akan ashana yang berada dirumah sakit


"sayang aku pergi dulu ya melihat kondisi ashana siapa tau dia sudah membaik dan dibolehkan pulang" pacar enver hanya mengangguk mengerti kondisi pacarnya


****


Sesampainya enver dirumah sakit ia langsung menuju ruang ashana tanpa menanyakan kepada suster


"assalamuala..." enver terkejut melihat ruangan itu dia tidak menemukan ashana disana


"sus pasien disini kemana?"tanyanya pada salah satu suster yang lagi membersihkan ruangan tersebut


"Tadi pasiennya baru saja keluar karena kondisinya sudah mulai membaik dan dibolehkan istirahat dirumah"


"makasih ya sus" dokter langsung mengangguk


Enver menuju rumahnya dan menemukan Askandila dan ashana


"kamu dari mana saja sampe tidak menjawab telpo ashana"


"a-aku....


Gimana part ini seru gak sih


Biarin ashana dan enver bertahan atau pisah nih?