
tiba malam hari dimana pengantin baru tersebut berada dikamar yang sama namun tidak ada suara dari kamar tersebut
"Lo tidur di sofa gue gak Sudi seranjang sama orang cadaran kek Lo"ucap enver
"mas aku akan buka cadar kok aku boleh ya tidur di ranjang"
"gue bilang nggak ya nggak bisa ngerti gak"enver langsung keluar kamar dan membanting pintu dengan keras dengan tongkatnya
"Ya Allah kuatkan hamba dalam menghadapi sikap suami hamba ubah dia menjadi suami yang hamba inginkan "
Kakak menjumpai ashana setelah enver keluar kamar dia amat kasian dengan sang adik tapi ini kesalahannya sempat saja dia tidak menolak mungkin adeknya pasti baik-baik aja
"kamu baik-baik aja kan Shana" tanya kakak
"nggak kok kak Shana baik aja emang kakak liat Shana kenapa-napa"
"nggak Shana kakak tadi sempat liat perlakuan enver"
"oh itu wajar kak namanya juga kita belum cinta mungkin dia belum terbiasa "
"kamus serius kakak kasian liat kamu"
"udah ya kak Shana baik-baik aja kok"
"Oke dek kakak keluar happy fun ya"
"iya kak makasih"
Setelah melihat Alice keluar enver masuk kekamar mereka dan langsung merabakan dirinya ke ranjang
"mas bersihin diri dulu baru tidur nanti badanya gatel"
"gak usah sok perhatian lu diam aja dah dari tadi Lo bacot "
"mas"
"bisa diam gak sih gue capek bisa gila gue seumur hidup sama lo"
Ashana yang mendengar ucapan enver sontak terdiam pikirannya kacau seakan enver tidak ingin Shana menemaninya seumur hidup
***
Tiba pagi hari Shana telat bangun karena kecapean semalem nyusun barangnya baut pindahan
"woy tuan putri bangun lu dah pagi jadi cewek gak ngotak bangun siang"
"aku udah bangun kok tadi cuma ketiduran aja "
"gak nanya,sana masak Lo gue laper"
"Oke mas tapi tunggu aku cuci muka dulu"
"gak usah cuci muka lag gue dah laper cepetan"
"iiiyaaa mas" ashana langsung menuju dapur dan meninggalkan enver yang sibuk dengan layar ponselnya
ashana memanggil enver untuk makan dan pergi kekamar
"mas masakannya udah jadi ayo turun dulu"
"bawa keatas aja gue males kebawah"
"mas gak enak sama papa dan mama mereka nungguin kamu"
"gue bilang dikamar ya dikamar bisa nurut gak sih"
"eh iya mas"
Ashana langsung turun kebawah untuk menyiapkan makanan enver dan membawanya kekamar mereka
"sayang gimana semalem malam pertamanya enak?"tanya mama
"baguslah nanti kalau ada masalah bicarain baik-baik ya jangan secara emosi"
"iya ma makasih ya"
"ma pa kakak ada kelas Kakak pamit dulu ya "
"eh kak makanya habisin" ucap ashana
"nanti aja aku udah telat " langsung bergegas
"kak Alice kok kayak buru-buru gitu ya" aneh ashana
"mungkin dia udah telat nak"
"gak biasanya kakak telat ini masih jam 7 pah biasanya kelas jam 9"
" udah biarin aja kakak udah tau jaga diri"
alasan Alice buat pergi cepat karena ia males dengan obrolan orang tuanya yang membahas enver dan adiknya sedangkan dia udah cinta dengan enver
Tetiba ada yang chat kakak sehingga bunyi notif tak lain adalah pacar nya yang baru saja pulang dari Australia yang bernama William Zaidan Xavier
"mana mau jemput Liam aku gak mungkinkan jemput mau ada kelas lagi" ucapnya dalam hati
"hy honey apa kabar?" ucap Liam dari belakang Alice dan muka Alice sontak kaget dengan hal itu
"ha Liam bukannya tadi kamu suruh aku jemput Sekarang udah sampe saja"
"iya sayang aku mau kasih kamu suprise"
"ah baik sekali kamu"
"kamu mau ada kelas ayo aku anterin " tawar Liam
"ayo kebetulan aku kangen banget sama kamu"
mereka berbincang tentang masalah atau kebahagiaan satu sama lain
"eh sayang aku denger-denger ashana udah menikah ya?"
"iya dia menikah dengan enver tapi hubungan mereka kelihatan tidak baik-baik saja enver kelihatan kasar"
"astaghfirullah kasian sekali ashana "
"ya mau gimana lagi namanya juga perjodohan kan pasti belum cinta satu sama lain"
"iya wajar tapi km setidaknya Nerima"
"itu bukan urusan kita sayang sekarang mari kita bersenang-senang " ucap alice merubah topik
****
Ashana dan enver sudah sampai kerumah mereka jarak rumahnya lumayan jauh lah dari rumah orang tua mereka
"anggap rumah sendiri ini saya beri buat kamu jangan pernah lupa buat tugas kamu "ucap enver
"iya mas aku ngerti "
"saya mau keluar ada meeting kamu cukup disini saja"
"Liam bagaimana kalau kita kerumah ashana kebetulan ashana pindahan"usul Alice setelah selesai kelas
"ayo aja kebetulan aku juga udah kangen"
"eh Liam liat deh itu mirip sama suami ashana enver sama cewe lain apa jangan-jangan dia .....?
Apa ya aku juga bingung namanya apa
Ayo buat happy ending atau sad ending