Ashana

Ashana
Bagian 6.Ashana



Setelah itu Alice meninggalkan mereka berdua dengan amarah dan kekecewaan


"kak dengerin ashana ngomong dulu "ashana terus mengejar Alice sampe Alice mau mendengarkan penjelasannya


Alice berhenti


"udahlah ashana gak ada yang perlu dibicarakan udah jelas didepan mata gue lu berduaan sama William gue pikir Lo beda ternyata sama aja sama suami Lo itu" ucapnya dan langsung meninggalkan ashana


"Kak dengerin dulu penjelasan ashana"ucap ashana dan terus mengejar kakaknya dan saat itu ashana menabrak seorang tak lain enver


"ngapain kamu ngejar Alice segitunya ada buat masalah apa kamu"ucap enver yang berjalan menggunakan tongkat


"tadi ada kesalah pahaman kakak "


"apa maksud lu masalah apa kenapa saya tidak tau" tanya enver kebingungan


"jadi pacar kakak tadi datang kerumah nganter makanan tetiba kakak datang entah dari mana"


"pulang kerumah saya mau bicara"


****


Ashana menuju rumah mereka lumayan jauh padahal enver Naik mobil tapi dia tidak mau ashana menyentuh barangnya sedikitpun


"Ashana maksud kamu apa berduaan dengan lelaki lain dirumah saya udah berani kamu sama saya" ucap enver ikut emosi


"mas bukan begitu kak Liam niat baik dia hanya mau mengantar makanan"


"emang kamu tidak bisa masak sehingga lelaki itu mengantar makanan" ucap enver sambil menjambak hijab ashana


"mas sakit.....sakit mas ....." ucap ashana menjerit


"kamu mau jadi wanita murahan kamu mau saya dihina tidak bisa memberi kamu makan"


"mas lepasin dulu sakit...


kalau kamu lepasin aku akan jelaskan lebih dulu"seru ashana


"saya tidak perlu penjelasan kamu yang bohong itu saya hanya jijik melihat wanita selingkuh"


"sekarang buatkan saya kopi saya haus saya cape liat kamu wanita murahan" ucapnya dan duduk disopa dan melepaskan jambakannya


"iya mas tapi aku sholat ashar dulu ya"


"sekarang saya suruh kamu buat kopi bukan sholat pergi sana "


"iya mas" ucap ashana dan langsung pergi meninggalkan enver


"dasar wanita murahan bodoh selingkuh gak ada gunanya" ucap enver yang terdengar oleh ashana


"kopi apaan ini pait " enver langsung melempar gelas tersebut dan ya pecah


"mas aku ganti ya"


"emang dari awal kamu itu tidak becus " ucapnya dan langsung pergi meninggalkan ashana


"mas aku bikinin lagi"


"saya jijik lihat kamu " enver langsung menaiki mobilnya dan meninggalkan ashana


"ya Allah sabarkan aku dalam menghadapi sikap mas enver"


****


Ashana terus menghubungi kakaknya ia ingin meminta maaf atas kesalah pahaman kakaknya tadi namun telponnya tak kunjung di angkat oleh saudaranya itu


"Saya pulang hari ini tolong kamar saya dibersihkan saya gak mau nanti saya kena virus" pesan enver yang dikirimnya melalui hp


" saya pulang" ucapnya dan meninggalkan ashana langsung menuju kamarnya


"mas maaf ya soal yang tadi nanti ashana bakal belajar lagi buat kopi"


"tidak usah saya sudah males minum kopi buatan kamu "


ashana pun menuju kamarnya dengan raut wajah yang kecapean


****


Keesokan pagi ashana telat bangun karena semaleman ini dia menangis memikirkan kakaknya yang tak kunjung mengangkat telponnya ia berinisiatif ingin menjumpai kakaknya nanti


"Ya Allah udah pukul 7 mas enver udah bangun gak ya nanti dia telat kerja"setelah itu ashana langsung menuju kamar enver untuk memastikan enver sudah bangun atau tidak


Ternyata enver belum bangun


"mas enver bangun Yuk udah pagi nanti mau telat kerja"


enver sontak bangun dan melihat arah jam


"sekarang sudah pukul berapa kenapa kamu tidak membangunkan saya lihatlah saya sudah telat kerja jika ada masalah dengan kerjaan saya awas kamu"


"iya mas sekarang mandi dulu"


"sekarang saya gak sempat mandi lagi saya hanya memakai baju urusan mandi saya bisa nanti dikantor"


"baik mas"


***


tiba dikantor ternyata enver dapat masalah karena ketelatannya karena tadi ada meeting


"pak bagaimana ini perusahaan Asman membatalkan kerja samanya " ucap salah satu pegawai enver


"kenapa kalian tidak becus sekali kalian bisakan menggantikan saya"


"bukan itu pak sebenarnya itu kami bisa tapi mereka tidak mau dengan yang lain maunya dengan bapak"


"liat jadwal saya sekarang"


"gak ada "


"saya pergi dulu nanti saya bakal balik jika perusahaan Asman datang lagi kabari saya"


"baik pak"


enver langsung pergi menjumpai ashana dan ingin menyalahkan ashana


"kamu lihat dari saya telat bangun seorang perusahaan membatalkan kerja samanya kamu puas" ucap enver dan menampar ashana


"mas ini bukan salah ashana"


"sudahlah dasarnya kamu aja yang salah gak usah mengelak lagi" ucapnya mendorong ashana


"kalau itu mau kamu gak usah main tangan mas"ucapnya dan meninggalkan enver


"berani kamu dengan saya "ucapnya dan menghalangi ashana pergi lalu menamparnya lagi


Setelah itu ashana langsung keluar rumah dan meninggalkan enver


"dasar wanita murahan"


Gimana gusy part ini


Lanjut nih