
Setelah acara sudah selesai dan tamu tamu undangan sudah pulang termasuk keluarga Zea .
Sekarang Zea sedang berada di kamar Rico dan duduk di sofa yang berada di sana sambil menunggu Rico selesai mandi.
"Lama banget sih nih orang mandinya udah hampir 30 menit di dalam kamar mandi. Nih orang mandi atau ngarem sih didalam sana lama banget." ucap Zea mengomel ngomel tidak jelas sehingga membuat diri nya badmood.
"Apa Lu hah ngomel ngomel nggak jelas kayak ibu ibu di komplek aja ." sahut Rico yang baru saja selesai mandi dengan telanjang dada yang hanya menggunakan penutup di pinggang nya pakai handuk.
"Aaaaa ." teriak Zea ketika melihat Rico yang bertelanjang dada itu.
"Santai aja kali lagian kita kan udah sah ." sahut Rico seraya tersenyum smirk yang masih santai depan pintu kamar mandi.
"Lagian juga kalau gue liat badan Lo juga nggak dosa kok." lanjut nya dengan diiringi tawaan renyah.
"Eh enak aja kamu ." Zea terkejut mendengar apa yang barusan di katakan oleh Rico .
"Jauh kamu dari kamar mandi itu atau aku teriak ." ancam Zea sungguh dia sangat emosi menghadapi pria di hadapannya itu.
"Teriak aja sekencang yang Lo bisa ." ucap Rico meremehkan gadis di depan nya , orang orang tidak akan bisa mendengar apa apa karena di kamar Rico kedap suara.
"BUNDAAA...... ABANG RICO NAKAL." teriak Zea sekencang kencangnya .
Karena gemas Rico pun berjalan mendekati gadis itu dengan tersenyum smirk . Sedangkan Zea melihat Rico yang semakin maju mendekati nya sontak gadis itu terus mundur sehingga dia tak melihat apa yang di belakang nya . Karena kebahabisan langkah , Zea yang hilang keseimbangan ingin terjatuh di atas kasur untung nya Rico menangkap gadis itu dengan cepat menggunakan tangan kirinya.
"Maka nya jangan pernah nantang gue." ucap Rico membisikkan ke telinga kanan Zea seraya tersenyum jahil.
Degh
Jantung Zea berdetak kencang , soalnya saat ini wajah mereka sangat lah dekat . Mereka berdua saling menatap cukup lama .
"Ehm , aku mau mandi dulu ." ucap Zea mencoba mengontrol dirinya . Jujur saat ini wajah gadis itu sudah seperti tomat , memerah karena malu.Dia pun langsung berlari ke arah kamar mandi .
"Hm " Rico pun berjalan menuju lemari pakaian nya untuk memakai pakaian nya. Rico memilih memakai baju kaos lengan pendek dengan di celana pendek selutut .
......................
Setelah selesai berdebat serta mandi Zea memutuskan untuk keluar kamar ingin membantu bibi Jumin menyiapkan makan malam .
"Eh nyonya muda nggak usah bantuin saya bisa sendiri kok non ." ucap bibi Jumin menolak dengan sopan kepada Zea yang mau membantu dirinya.
"Ah nggak apa-apa kok bi . Biar pekerjaan bibi cepet selesai." jawab Zea dengan lembut seraya memotong bawang bombai.
Supaya tidak ada kecanggungan diantara mereka berdua Zea seraya mengajak bibi Jumin mengobrol ngobrol ringan sehingga membuat tawa diantara keduanya.
"Eh Zea kok kamu ke dapur sih nak ." ujar Bunda Siska yang baru saja datang dan terkejut melihat menantunya ada di sana .
" Zea bosan bunda dikamar , terus Zea mutusin buat keliling rumah ternyata sampai di dapur Zea liat bibi sendirian jadi mau nemenin bibi di sini." jawab Zea dengan tersenyum manis .
"Oooh gitu , ya udah nak kamu panggil suami kamu suruh dia buat makan malam bersama." ucap bunda membalas senyuman Zea dan mengelus lembut kepala menantu nya.
"Iya bunda. "
"Bang di suruh bunda kebawah buat makan bareng."
"Hm ." Rico pun menghentikan aktivitas nya ia pun berdiri dan langsung merangkul pundak Zea.
"Ih lepasin bang , geli tau nggak." ucap Zea berusaha menjauh kan tangan Rico darinya akan tetapi tenaga dirinya tak sekuat tenaga Rico .
"Biarin ." sahut Rico memonyongkan bibirnya dan memperlihatkan rangkulannya.
"Diam aja deh lu semut , jangan banyak komen ." sambung pria seraya menoel hidung gadis itu , ia tak henti hentinya menggoda Zea serta sangat suka membuat istri nya itu kesal.
" Huh dasar jerapah." gumam Zea akan tetapi masih bisa di dengar oleh Rico.
"Gue masih bisa dengar."
Disepanjang jalan menuju ruang makan posisi mereka tak berubah sambil diiringi tingkat usil Rico sehingga membuat Zea mengomel tidak jelas .
Sesampainya mereka di ruang makan .
"Dasar pengantin baru mau makan aja sempat sempatnya mesra mesraan." goda bunda Siska seraya tersenyum senang melihat mereka berdua bisa menerima perjodohan ini .
......................
Selesai makan Rico dan Zea kembali ke kamar .
Rico pun duduk di sofa panjang sambil mengambil laptop milik nya .
"Duduk sini ." Rico menyuruh Zea agar duduk di sebelah nya seraya menepuk tempat duduk di sebelah nya yang kosong.
Gadis itu pun menurut apa kata Rico , dia duduk di sebelah Rico dan Rico tersenyum tulus pada nya .
"Huft .... Zea Inaranti kamu nggak boleh baper dengan sikap nih cowok." batin Zea memegang pipinya yang memerah.
Saat laptop sudah dihidupkan, Rico menunjukkan sebuah video yang sudah cukup lama ia simpan dan tak berani untuk menonton nya sendirian.
"Ini adalah pesan terakhir ayah yang diperintahkan beliau untuk minta videokan ." ujar Rico dengan suara seraknya seperti nya pria ini menahan rasa sedih nya.
"Saat itu gue sebagai anak tunggal nya nggak menemani nya hingga sisa nafas terakhir nya ." Sebuah penyesalan yang sangat teramat dalam bagi Rico dia merasa tak berguna menjadi seorang anak .
Saat video nya dimulai.
Disana nampak ada seorang lelaki paruh baya duduk bersandar di dinding ranjang pasien dengan tubuh dipenuhi alat medis serta mulut di bantu dengan alat pernapasan agar mudah bernapas , lelaki itu terlihat senyum tulus " Assalamualaikum Rico Arven Arion Darmansyah seorang lelaki sholeh , yang berbakti pada orang tuanya , yang penurut . Ayah tau kok abang pasti sibuk banget kan sampai sampai Abang nggak bisa kesini temenin ayah , entah apakah umur ayah akan bertahan sampai esok apa nggak. Hahahaha nggak papa kok , Abang nggak perlu merasa bersalah. Abang ...... jagain bunda ya , jangan buat bunda kecewa terus , Abang harus nurut ya kurangi pergaulan yang kurang bermanfaat ingat bang masa depan Abang masih panjang. Jadilah penerus perusahaan yang bijaksana ya bang jangan sombong, angkuh ingat kita semua akan sama di mata Allah . Oh iya abang, abang masih ingat nggak dengan Zea gadis imut yang dulu main dengan abang yang nggak bisa pisah dengan abang haha. Pekan lalu sebelum ayah masuk rumah sakit, ayah kerumahnya buat silaturahmi terus ada dia bang cantiiiik banget manis . Abang nggak keberatan kan kalau ayah jodohkan dengan Zea nanti saat acara haul ayah . Jaga dia dengan baik ya jangan sakiti dia papah yakin kok anak ayah orang nya lemah lembut nggak suka bentak perempuan. Oh iya bang satu lagi Abang jangan tinggalin sholat ya dan jangan lupa ngaji serta sedekah nya . Abang jaga motor pemberian ayah ya jangan sampai rusak , ayah ngumpulin duit buat beli nya capek loh kalau sampai rusak berarti Abang sama aja nggak menghargai kerja keras ayah mhumhumhumhu ( terlihat ayah Hermawan jantung sangat sesak tubuh nya kejang kejang dengan lidah berusaha berdzikir saat itu juga bunda menangis histeris dan video segera dimatikan ) .
Setelah selesai menonton video tersebut Rico tak bisa lagi menahan tangis nya , pria itu menangis sesenggukan sehingga membuat wajah pria itu memerah.
Zea pun memeluk Rico seraya mengelus punggung lelaki itu menenangkan nya .
"Gue serasa tidak berguna sebagai seorang anak , kenapa tega membiarkan ayah nya meninggal tanpa menemani nya sama sekali di hari terakhir nya ."