
"Hah menikah ." sontak Zea terkejut bukan main . Lantas bagaimana dia tidak kaget coba , tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba langsung di suruh nikah aja apalagi di usia nya yang masih muda.
"Iya nak sebenarnya ayah nya Rico menyuruh kalian saat haul ayah yang ke satu . Akan tetapi Rico mengelak bunda untuk tidak dulu karena kamu masih di tengah tengah sekolah saat kamu masih kelas 11 sekarang kan kamu mau lulus kan SMA karena sudah lama Rico memperhatikan mu dari kejauhan ." ucap Bunda Siska menjelaskan kepada Zea agar tidak ada pemaksaan antara kedua pihak seraya menatap Rico dan Zea bergantian.
"Dulu saat kami masih di bangku sekolah pernah bilang kayak gini Nanti kalau kita sudah punya keluarga serta punya anak semisalnya anak dia cowok dan anak saya cewek kami berencana ingin menjodohkan kalian saat umur kalian sama sama dewasa , agar ikatan persahabatan kami tidak putus walaupun sudah tua nanti dan kelak anak anak kami berdua sama sama tidak terlalu lama melakukan maksiat di dunia yang fana ini apakah Zea mau nak nurutin perintah papah yang ini ." ucap papah Irwan dengan penuh harap kepada anak nya itu dia tidak tau sampai kapan umur bertahan lama , dia ingin melihat anak perempuan nya sudah ada yang menjaganya serta melindungi saat dirinya sudah tak bisa lagi .
Zea hanya diam , tanpa ia sadari ternyata air mata nya jatuh . Ia masih tidak menyangka kenapa akan jadi seperti ini. Zea menatap wajah mamah nya yang sedari tadi diam .
"Nak mamah serah kan ini kepada kamu . Hanya kamu yang berhak memilih keputusan kamu sendiri. Akan tetapi ingat lah setiap orang tua pasti tau yang baik buat anak nya , tidak ada orang tua menjerumuskan anak nya ke jalan yang nggak bener." tutur mamah Dewi dengan sangat lembut agar menenangkan hati serta pikiran anak perempuan nya itu .
Setelah di beri waktu beberapa saat buat Zea berpikir. Zea pun menatap Rico sekilas sebelum mengambil keputusan yang ia berikan.
Seraya menutup mata Zea mengangguk kan kepala nya sebagai tanda setuju atas pernikahan ini.
"Alhamdulillah." ucap semua orang yang ada di sana serempak termasuk Rico tak menyangka gadis itu menerima perjodohan ini.
"Hmmm om Tante boleh nggak saya bawa Zea ke taman belakang sebentar." izin Rico pada kedua orang tua Zea sebelum membawa gadis itu ketaman belakang rumah .
Setelah mendapatkan pertesetujuan dari kedua orang tua Zea serta Bunda nya , Rico pun membawa gadis itu ke taman belakang rumah sambil di temani oleh adek bungsu Zea yaitu Zefan yang masih berusia 6 tahun.
Sesampainya di taman belakang , Rico langsung duduk di gazebo yang berada di sana , laki laki itu tidak malu ataupun sungkan malahan Zea bingung sebenarnya ini rumah dia atau rumah nih cowok . Sungguh lelaki ini sangat hafal letak letak rumah Zea .
"Tutup tuh mulut Lo , nganga aja dari tadi ." ucap Rico dengan duduk santai di gazebo seraya memasang kaca mata hitam milik nya.
Zea yang sedari tadi bengong dia pun menutup mulut nya dengan tangan kanan nya.
"Pernikahan ini bukan gue yang mau , melainkan wasiat dari ayah gue. " ucap Rico menghilangkan kecanggungan yang ada di antara mereka .
"Ih kamu kira ini juga kehendak aku hah . No , kalau bukan di suruh oleh papah aku nggak mau juga nikah sama kamu ." jawab Zea yang penuh percaya diri menjawab perkataan Rico , dia tidak ingin direndahkan begitu saja . Setelah itu Zea pergi karena sangat kesal .
......................
Waktu yang di tunggu akhirnya tiba , waktu mengenang orang yang sangat berarti bagi keluarga, jiran tetangga serta orang orang terdekat lainnya atas kepergiannya yang tak terasa sudah 2 tahun lama nya .
PRESDIR DRS H . HERMAWAN DARMANSYAH BIN H DARMANSYAH.
Semoga amal ibadah mu di terima disisi Allah SWT.
Setelah pembacaan ceramah serta pembacaan surah Yasin dan di akhiri dengan tahlil.
Acara selanjutnya yaitu acara pernikahan yang sederhana yang hanya di ketahui oleh keluarga kedua pihak serta tetangga dan tamu undangan yang beberapa orang penting saja .
"“Saya terima nikahnya dan kawinnya Zea Inaranti binti H . Muhammad Irwan dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”
"SAH ."
Setelah pembacaan ijab qobul serta doa yang di bacakan oleh bapak penghulu .
Setelah selesai acara , semua tamu sudah pulang dan hanya tersisa papah dan mamah nya Zea serta Zefan adek Zea .
"Nak Rico papah titip putri saya pada kamu karena Zea sekarang sudah menjadi tanggung jawab kamu. Jangan pernah kau sakiti dia sedikit pun , karena hakikatnya hati perempuan itu sangat mudah rapuh. Maka jadilah seorang imam yang bisa membimbing makmum mu hingga benar benar menuju surga nya sang Rabbi." nasehat papah Irwan kepada sang menantu nya itu dengan tulus serta memeluk Rico , ia percaya dia tidak salah memilih seorang lelaki yang akan membimbing anak nya ke jalan yang lebih baik .
Sementara itu, mamah Dewi masih terus memeluk tubuh mungil Zea seraya menangis dia tidak percaya ternyata secepat itu seorang gadis kecil yang dulu masih belum bisa apa apa sekarang gadis itu sudah memiliki keluarga.
"Nak berbaktilah kepada suami ya jangan ngebantah serta ngebentak dia .Karena ridho Allah itu terdapat pada ridho suami." ujar mamah Dewi seraya mengelus lembut kepada Zea .
Sedangkan Zea hanya diam tanpa suara , dia menangis sesenggukan. Sungguh secepat ini semalang ini kah dirinya . Di saat umur 18 tahun dirinya tak bisa lagi bebas yang tak sama lagi dengan anak anak muda pada umumnya.