
Di siang hari yang panas ini . Di SMAN 01 Nagasari tepat nya di kelas 12 B . Kelas yang di penuhi dengan para siswa siswi yang sedang ribut sekali ada yang sedang kejar kejaran , ada yang sedang lagi nyanyi dan sebagai nya .
"AKU CINTA PADA MU . Ayo semua ." teriak si Zea seorang gadis manis yang senang sekali membuat keributan di saat saat jamkos .
"Meski ku bukan yang pertama di hati ku tapi cinta ku terbaik untuk mu ." sahut serempak para penghuni kelas dengan semangat . Mereka di sana bernyanyi dengan riang mengikuti alur lagu yang di pimpin oleh Zea.
"Tak tak tak ." bunyi jejak kaki yang berasal dari luar berjalan ke arah kelas 12 B .
"Ada apa ini ribut ribut ." teriak ibu Intan yaitu wali kelas di sana.
Mendengar amarah ibu Intan , semua murid langsung bergegas duduk di tempat duduk mereka masing masing begitu juga dengan Zea dan teman sebangku nya yaitu Citra.
"Karena hari rapat nya akan panjang jadi kalian boleh pulang sekarang."
"Yeay ." teriak semua murid sangat antusias.
"Et tapi jangan yeay yeay dulu . Ibu akan kasih kalian tugas buat di kerjakan di rumah ." Ibu Intan pun menulis beberapa soal untuk di jadikan pr buat murid murid nya .
Dengan cepat siswa siswi kelas 12 B segera menyalin catatan yang di catat oleh ibu Intan di papan tulis .
Setelah semua nya selesai mencatat mereka di perbolehkan untuk pulang .
......................
Di depan gerbang semua orang sudah sepi karena semuanya sudah pada di jemput sedangkan di sana tersisa Zea dan Citra saja lagi .
Tak berapa lama , supir nya Citra pun sudah menjemput Citra dengan mobil Avanza hitam.
"Ze kamu ikut nggak ." ujar Citra menawarkan Zea untuk ikut dengan nya .
"Kasihan kamu sendirian di sini sendiri ." sambung nya.
"Nggak , makasih Cit . Palingan sebentar lagi pak Herman jemput aku kok." jawab Zea tidak enak merepotkan Citra.
"Beneran ." ucap Citra memastikan Zea .
"Iyap."
"Ya udah . Dadah Ze ."
Kini tinggal Zea sendiri , Zea sudah beberapa kali menelpon papah dan mamah nya serta orang orang rumah nya tapi tidak ada satu pun yang aktif.
Zea hanya mondar mandir sambil mendengarkan lagu di aerpod nya seraya melihat lihat mobil mobil yang berlaluan .
Di saat Zea membenarkan tali sepatu nya yang terlepas tiba tiba ......
"Awww sakiiit ." teriak Zea saat ada sebuah kaki yang sedang menginjak kaki nya .
"Aits ."
"Maaf maaf , gue nggak liat tadi kalo ada orang." ucap seorang lelaki tinggi itu seraya menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Gile ... sekecil apasih badan aku sampai dia nggak liat ." ucap Zea di dalam hati.
"Lo nggak papa kan ." tanya si cowok itu seraya membungkuk kan badan nya , karena cowok itu berbadan tinggi sehingga mengharuskan membungkuk saat menghadapi gadis bertubuh mungil seperti Zea.
Di saat itu juga pak Herman pun datang , Zea malas berbicara dengan orang yang aneh seperti cowok yang ada di hadapan nya itu . Dia langsung masuk ke dalam mobil dan menutup nya.
......................
"Wa'alaikumsalam , eh anak mamah kenapa lesu kayak gitu." ucap mamah Dewi heran .
"Itu kaki kamu kenapa dek." tanya nya .
"Tadi ada orang aneh yang nggak sengaja nginjak kaki aku mah ." adu Zea kepada mamah nya tercinta .
"Coba sini duduk , mamah mau liat gimana luka nya. " ujar mamah Dewi seraya menepuk kursi kosong di sebelah nya.
Zea pun duduk dengan hati hati .
Setelah duduk ia membuka kaos kaki nya dan menunjuk kan luka bekas injakan tadi.
Mamah Dewi hanya tersenyum melihat nya.
"Kenapa mamah malah senyum senyum ." tanya Zea mengangkat sebelah alis nya heran.
"Ih dasar anak mamah , ini luka nya dikit aja kok palingan tu orang nginjak nya nggak sengaja kan ." ucap mamah Dewi seraya mengusap usap kepala Zea.
"Aish ."
"Ya udah sekarang Zea ke kamar habis itu kamu mandi bau acem ." ejek mamah Dewi kepada anaknya itu.
"Ih mamah ah nggak seru , bukannya anak nya lagi kesakitan di manjain ini malah di ejek ." dengus Zea seraya berdiri berjalan memasuki kamar nya .
"Papah kata mamah , mamah mau bikin dedek lagi buat Zea ." teriak Zea yang sangat menggelegar di seluruh ruang seraya menatap usil mamah .
"Eh dasar Zea ." gimana mamah Dewi menggelengkan kepalanya tak habis pikir lagi dengan anak nya satu ini.
......................
Di sebuah basecamp ada beberapa ada remaja yang sedang berkumpulan , ya seperti biasa nongki nya anak muda duduk sambil nyanyi ada main gitar serta di antara mereka ada yang sedang bermain Uno dan sebagainya.
"Huuu lu kalah gue jitak lu ." ujar Axel yang kegirangan saat lawan main kalah dan segera lah tangannya mulai beraksi karena sejak tadi tangannya sudah gatal untuk menjitak Adit si kurus kerempeng itu.
"Eh tunggu dulu coba lu liat baik baik kartu nya siapa yang kalah , siapa yang menang." ucap Adit tak mau dia kalah begitu saja.
"Krik krik krik ." seketika hening , karena Axel sedang loading sejenak menatap kartu milik nya dan milik Adit .
"Hahahaha rasain lu." ucap Adit tertawa dengan puas.
"JTAK."
"Awww , sakit danco ." teriak Axel meringis kesakitan setelah di jitak Adit di dahi nya sangat keras.
"Gila ya lu dit badan yang kurus itu ternyata jitakan lu pedes juga." Axel yang masih kesakitan sambil mengelus elus dahi nya yang agak merah. Walaupun seperti itu di dalam sebuah pertemanan mereka tidak pernah terjadi permusuhan karena mereka sudah berjanji sejak awal di bangun nya sebuah geng motor mereka.
"Go gaes kita ke basecamp mereka gue nggak terima, motor gue hancur gara gara geng iblis itu ." Rico sangat kesal pada sebuah geng yang selalu mencari gara gara kepada geng nya .
"Gas Yo kita berangkat, gue kesel banget juga dengan geng iblis itu." ucap Satya yang wajah nya memerah karena sangat marah pada sebuah geng iblis itu jangan heran kalau Rico dan kawan kawan nya menyebut sebuah geng itu dengan geng iblis karena memang berdasarkan dari nama kelompok mereka yang mereka nama kan Devil Boys yang berarti kan lelaki iblis.
"Stronghold Jaya ."
Semua pun keluar dari basecamp mereka dan bergegas menaiki motor mereka masing masing .
"Eh eh tunggu jangan tinggalin gue ." ujar Mario si cowok berbadan gemuk itu seraya berlari , karena sedari tadi dia sibuk dengan dunianya yaitu makan makan sehingga tidak mendengar apa yang di katakan teman teman nya yang lain.
"BRum BRum ."