
"ayo ke toilet, ini harus segera disiram dengan air " kata Amy kepada keysa dan mengajak Keysa berlari
Keysa yang merasa kesakitan langsung mengikut sahabatnya itu dengan setengah berlari karena kuah bakso itu juga mengenai kakinya.
Setelah sampai ditoilet Wanita Amy segera menyuruh Keysa menyiram tanganya dengam air ditempat pencucian tangan sedangkan Amy menampung air mengunakan tangannya dan menyiraminya dikaki keysa.
" apa masih sakit? " tanya Sahabatnya itu kepadanya saat berulang kali menyirami kakinya dengan air
" sudah mendingan" jawab keysa dengan tanga yang masih dibawah air mengalir
" kau membuat ku takut " kata Amy lega
"tenang saja aku bukan wanita lemah yang seperti kau pikirkan" balas Keysa kepada sahabatnya itu yang tampak khawatir akan kondisinya
" tetap saja aku takut" balas Amy lagi kepada Keysa
Amy tau kalo keysa bukanlah wanita yang cengeng hanya saja sebagai sahabat rasa khawatir pasti ada dalam dirinya apalgi ini juga gara gara dia yang tak mau membantu keysa membawa makan yang dia pesan.
Kejadian yang menimpa keysa begitu cepat diketahui oleh kakak kakaknya yang sedang asyik bermain basket.
Mereka yang mendengar kejadian itu langsung pergi kelokasi kejadian dan mencari anak yang dengan sengajanya menyenggol adiknya itu dengan muka marah.
Kantin
" siapa yang berani beraninya menganggu keysa!" kata Daniel lantang saat sudah sampai di kantin
Semua siswa/i dikantin terdiam saat mendengar suara barito Daniel keluar tanpa ada satupun yang berani menjawab ataupun berjalan walaupun mereka tau siapa pelakunya tapi mereka memilih diam dan Ibu kantin yang masih sibuk melayani pelanggannya pun ikut terdiam saat mendengar suara Daniel .
"jawab kalian semua !" kata Daniel lagi kepada semua yang ada disana dengan tatapan mematikan
" apa tak ada satupun yang melihat kejadian itu ?atau sudah disuap untuk tutup mulut ! "kata Daniel lagi karena tak ada satupun yang menjawab pertanyaannya
"saya tau "
Tiba tiba salah satu siswa disana mengangkat tangan
" siapa? " tanya Daniel kemudian
"teman kelas kalian" jawab siswa itu
"Cari dan bawa dia kesini"kata Rega kemudian kepada siswa itu
Siswa itu langsung bekejar terbirit birit mencari pelaku yang berani beraninya melukai Keysa adik sang Idola disekolahnya itu
" keysa lu ada dengar ngak? sepertinya ada keributan dikantin" kata Amy kepada keysa sambil berusaha mendengar lebih jelas lagi
" dengar " kata keysa selow
" lu ngak penasaran gitu? " kata Amy kepada Keysa sahabatnya itu yang sepertinya bodoh amat
"urusan gw aja belum kelar " jawab keysa kepada sahabatnya itu
"gw lihat dulu ya lu tunggu sini aja" kata Amy kemudian dan berlari keluar
" iya " jawab keysa malas karena mempunyai sahabat yang super kepo
Toilet
" keysa!" teriak Amy tiba tiba dari luar Toilet
" buruan lu keluar, lihat apa yang terjadi" kata Amy lagi kepada keysa saat sudah masuk kedalam toilet wanita
" ada apaan sih? " tanya Keysa kesal kepada Sahabatnya itu karena dikagetkan tiba tiba
" lu harus lihat, cepetan"kata Amy menarik lengan Keysa dan membawanya lari
Kantin
" tu lihat" tunjuk Amy kepada Keysa saat sudah sampai didepan kantin
Mata Keysa langsung bulat tak percaya apa yang dia lihat. Dia melihat Daniel dan Rega menghantam abis salah satu siswa disana tanpa ada kata ampun lagi dan
"HENTIKAN! " teriak keysa kepada kakak kakaknya itu memenuhi seluruh ruangan dan membuat semua mata beralih kepadanya
Daniel dan Rega yang mendengar teriakan itu langsung berhenti memukul siswa dihadapannya dan beralih mencari sumber suara yang menampilkan Keysa berdiri dengan wajah yang sudah sangat merah seperti kepiting rebus yang menandakan ia sangat emosi dan marah kepada kelakuan kakak kakaknya itu.
" apa yang kalian lakukan? Apa kalian tak puas membuat ku menjadi bahan omongan siswa/i disini " kata keysa kepada kakak kakaknya itu karena tak abis pikir akan tindakan kakak kakaknya itu yang sembarangan memukul orang didepan umum, ditempat menempuh ilmu lagi .
Rega dan Daniel berdiri mendengar perkataan adiknya itu, merapikan seragam mereka , dan memandang semua siswa/i disana dengan tatapan mematikan dan pergi begitu saja tanpa membalas perkataan keysa lagi.
" sabar key sabar " kata Amy menenangkan Keysa
"biar aku antar lu ke UKS" kata sahabatnya itu mencoba mencari tempat untuk menenangkan Keysa yang sudah terlanjur marah dengan membawanya ke ruangan UKS
UKS
" Sabar key,nanti juga kakak kakak lu bakalan nyadar sendiri " kata Amy menyabarkan Keysa lagi
" mereka selalu saja buat onar padahal aku tak minta mereka melakukanya dan seakan akan aku yang menyuruh mereka untuk melakukannya " kata keysa sambil menahan air matanya yang ingin jatuh
" mungkin maksud mereka baik, mereka hanya tak mau melihat kau kenapa napa " jelas Amy sebisa mungkin
"tapi ngak gitu juga . Jika mereka melakukan itu sama saja mereka menjatuhkan harga diri aku dimata semua orang "jawab Keysa lagi dengan pipi yang sudah basah
"aku ngerti, kamu yang sabar ya " kata Amy kemudian memeluk Keysa
Keysa menangis sebisa mungkin dipelukan sahabatnya itu ,hanya sahabatnya itulah yang menjadi penopang bagi dirinya kala ia bersedih.
Kelas
" udah jangan lagi dipikirin " kata Amy menenangkan keysa
" ingat, lu harus kuat ngadapin kakak kakak lu yang terlalu posesif itu " lanjut Amy lagi kepada keysa agar tak terlalu berlarut larut dalam kesedihan
" iya " sahut keysa kepada Sahabatnya itu
Rumah
" Mommy" teriak keysa
"iya sayang " sahut ibu keysa dari dapur
Keysa menghampiri ibunya yang kelihatannya sangat sibuk didapur
"mommy kok tumben kedapur? " tanya keysa heran
"mommy mau masak sayang " jawab ibunya
" kan ada pembantu mom " kata keysa
" mommy kan juga mau menjadi mommy yang baik buat anak anak mommy " jelas ibu keysa kepadanya
"mommy juga malas didalam kamar mulu ngak tau mau ngerjain apa jadi mommy kesini bantu bantu masak " lanjut ibu keysa lagi
"owhhhhh kirain ada acara apa tadi " kata keysa kemudian
"dan sayang cari mommy ada apa? " kata ibunya berbalik bertanya
"Mau nanya yang semalam mom, gimna Daddy setuju ngak? "tanya keysa antusias
Flashback
Ayah keysa yang sudah masuk kekamar langsung berbaring dikasurnya dan bersiap siap untuk tidur, Ibu Keysa yang sudah menunggu kedatangan ayahnya langsung membuka percakapan mengenai Keysa yang ingin pindah sekolah dan tinggal diasrama.
Ayah keysa yang memang suka kepada anak yang mau belajar mandiri langsung saja setuju akan keinginan anaknya itu tanpa berfikir panjang tapi dengan satu syarat keysa tak boleh mengunakan identitas aslinya selama ia bersekolah berasrama cukup guru guru dan kepala asramanya saja
Yang tau sedangkan teman temannya tidak boleh tau karena ayahnya takut keysa kenapa napa jika mengunakan identitas aslinya.
soal identitas itu masalah kecil buat mereka yang anak konglomerat.