
***
"lu ya ngak bisa satu hari aja ngak bikin masalah, coba lu diapa-apain ditempat itu,lu mau hamil diumur segini ? "
"udah Reg ini juga salah gw ngak bisa ngejagain dia"
"lu ya key...arghhhhh geram gw sama lu " kata Rega geram
"Omongan lu disaring dikit napa"kata Daniel mengingatkan Rega yang sudah hilang kendali
"biarin El, biar dia tau, kita terang terangan aja sekarang sama dia agar otak yang ada dikepalanya itu dipake, ngak ditidurin ! "jawab Rega dengan amarah yang masih menyala
"Maaf kak Keysa tau keysa salah dan keysa janji gak bakalan ngulanginnya lagi"
"janji lu itu udah basi tau Gak kenapa karena semua janjimu itu lu langgar ! " kata Rega dengan volume suara dinaiki
"udah Reg udah bagaimana pun Keysa tetap adik kita dia juga udah Minta maaf jadi udah selesai sampai sini aja masalahnya ngak usah diperpanjangin lagi" Kata Daniel lagi kepada Rega yang sudah tidak tega melihat Keysa menangis Karena dibentak oleh Rega
Rega duduk disofa dengan mencoba mengatur detak jantungnya yang tak karuan lagi Karena ulah adiknya itu.
Ia memperhatikan Keysa yang masih menangis dibawah lantai tanpa berani mengangkat wajahnya itu yang sudah merasa sangat bersalah akan tindakan nya.
Rega memghampiri adiknya itu dan memeluknya dengan sangat erat.
"maafkan kakak Key maaf,kakak tidak bermaksud untuk membentak kamu, kakak cuman mau yang terbaik buat kamu, maafkan kakak sekali lagi." kata Rega yang merasa bersalah telah membentak adiknya itu
"hiks hiks hiks..."
"sudah keysa sayang,atau mau kak Daniel balas ngebentak kak Rega juga?" lelucon Daniel kepada Keysa bermaksud agar adiknya itu berhenti nangis
"jangan "sahut keysa dengan sisa sisa isak tangisnya yang masih ada
" sekarang kita pulang dan kau harus bertanggung jawab akan hal itu, kakak dan kak Rega udah ngak bisa lagi ngebantu kamu didepan papah"kata Daniel kepada Keysa dan dianggukin oleh Keysa
Keysa sudah siap akan konsekuensi yang bakal ia dapati dari ayahnya bagaimnapun juga ini sudah sekian kalinya ia berbuat diluar batas dan selalu ditutupi oleh kakak kakaknya itu tapi sekarang sudah tidak bisa lagi untuk kakaknya Bantu dia.
***
"lah kok barengan pulangnya sayang?"Tanya ibu mereka
"mi Keysa langsung kekamar ya"kata keysa pergi meninggalkan mereka bertiga
"oh... Oke oke"jawab ibunya sambil melihat kedua kakaknya dengan penuh tanda tanya
"Tanya saja sama keysa mi Rega mau kekamar " jawab Rega meninggalkan ibunya di ikuti Daniel
"Ada apa sih " kata ibunya binggung sendiri
"Anak anak udah pulang mi? "
"sudah pi"
***
Sarapan
"tadi malam gimana filmnya Key, seru? " Tanya Ayah keysa kepadanya
Daniel dan Rega langsung melirik kearah yang ditanya sedangkan yang ditanya masih binggung mau jawab apa.
"seru pi cuman ada Something pi"lanjut keysa dengan nada sedikit takut
"Something apa, apa yang nonton ramai sampai ngak bisa masuk? "tanya ayahnya lagi
"ngak pi, ini somethingnya beda pi"
"apa sih buat papi kepo aja ,ayo cerita somethingnya apa" Kata Ayah keysa kepadanya
"tapi papi jangan marah ya"kata Keysa memperingati ayahnya
"tadi makan Keysa ke bar"
"uhuk...uhuk... " tiba tiba saja ayahnya batuk karena kaget dengan yang barusan Keysa katakan
"apa ke bar ! Bukankah ayah sudah bilang jangan pernah sekali pun pergi kesana ini kenapa kesana! " suara barito ayahnya membuat semuanya berhenti makan
"Keysa jawab papi untuk apa kau kesana? Kau ingin dicap tidak benar? "bentak ayahnya itu kepadanya
"sudahlah pi tidak perlu berteriak "Kata ibunya itu karena sudah tau apa yang akan terjadi jika suaminya itu sudah marah
" ikut papi "
Ayah Keysa menariknya dan membawanya disatu ruangan yang memang dikhususkan untuk mengeksekusi anak ananya yang berani melanggar segala larang ataupun membuat masalah.
Rega dan Daniel hanya bisa melihat adiknya itu ditarik paksa oleh ayahnya sendiri dengan kasar tanpa bisa membantu sedangkan ibunya lansgung mengikuti suaminya itu sambil berusaha melepaskan Keysa dari gengaman suamainya .
Cukup lama Rega dan Daniel menunggu Keysa keluar dari ruangan itu dengan harapan adiknya itu tidak mendapat hukuman yang berat dari ayahnya itu, karena mereka sudah sering mendapatkan hukuman dari ayahnya itu gara gara ulah adiknya itu jadi mereka sudah merasakan bagaimana dihukum oleh ayahnya itu.
Keysa keluar dari ruangan disusul dengan ibunya setelah itu ayahnya, Rega dan Daniel langsung menghampiri Keysa dan berusaha menenangkannya.
"Rega dan Daniel untuk hari ini kalian jangan sekolah dulu papi sudah izin kepada wali kelas kalian bahwa kalian tidak bisa masuk hari ini " Kata Ayahnya memberitahu mereka
"memangnya ada apa pi?" Tanya Rega kepada ayahnya itu
"kalian hari ini antarin Keysa kebandara ,dia akan tinggal bersama kakak kalian di singapura"
"apa, kok hukumannya kayak gini sih pi " Kata Daniel tidak terima jika adiknya itu bakalan jauh dari mereka
"Rega gak terima pi masa gini sih, Rega janji bakalan ngejagain Keysa lebih ketat lagi pi tapi tolong jangan suruh Keysa kesana pi "Kata Rega memohon
"maaf Rega papi udah putuskan bahwa adikmu akan tinggal disana "
***
Bandara
"Kak Rega kak Daniel Keysa pamit Ya, maaf kalo selama Keysa disini banyak buat masalah untuk kalian sampe dihukum oleh papi, Keysa sayang kalian"kata terakhir keysa untuk kakak kakaknya itu sambil memeluk mereka hingga akhirnya pesawat yang akan ia naiki berangkat
"adik kesayanganku hiks hiks hiks... "Daniel memeluk adiknya dengan erat sebelum benar benar Keysa pergi meninggalkan mereka
"hati hati disana nanti ,tolong jaga dirimu sebaik mungkin jangan melawan perkataan kakak karena dia yang akan mengurusmu nanti "kata Rega berpesan kepada adiknya itu
"baik kak, terima kasih "jawab Keysa
"jika mau nangis, nangis saja tidak ada yang melarang "sambung Rega
"kakak" mendengar itu Keysa langsung nangis pecah dan memeluk kedua kakaknya itu
Keysa sadar sekarang bahwa dia tidak bisa jauh dari kakak kakaknya itu walaupun nanti disana ia juga tinggal dengan kakak pertamanya tapi ia kurang akrab dengannya dibandingkan kakaknya Rega dan Daniel yang sudah dari kecil bersama sama dengannya .
"sudahlah jangan menangis lagi sana naik "kata Daniel berusaha tegar
"kenapa papa tidak menggunakan pesawat pribadi untuk mengantar adik kita? " kata Daniel kesal
"dia dihukum kau ingat" kata Rega mengingat Daniel
"sudah mari kita pulang"
***
Didalam pesawat
"bau apa ini? " kata Keysa risih
"astaga bau orang ini ternyata, apa dia tidak mandi satu hari, bau sekali"kata Keysa didalam hati sambil mual mual sendiri karena tidak mampu mencium bau orang yang disampingnya itu