
Aku mengirim email menyanggupi membantu pihak Kepolisian untuk mengamankan sistem mereka dan mengejar hacker tersebut, menurutku ini saatnya aku membantu Negaraku.
Aku memesan tiket pesawat,
karena bandara di kota P tidak besar, maka aku harus memesan tiket untuk lanjut kan penerbangan ke ibu kota, dengan pesawat lain.
Aku mantapkan kaki ku sambil menyeret travel bag ku dan tas selempang ku, aku sudah membawa perlengkapan IT yang akan menjadi penunjang penyelesaian proyek ku di Markas Besar Kepolisian Negara ku ini.
( Sebenarnya tas travelku isinya bukan pakaian melainkan perlengkapan IT yang didalamnya sudah aku desain sedemikian rupa ) dan untuk pakaian aku bisa membeli di Ibu Kota.
Diperjalanan aku menghubungi Janeta, Agen Safety X di Ibukota yang tinggal di markas Safety X, bukan wanita biasa tapi mantan Intelijen negara R, dia orang lokal yang direkrut negara R sebagai spay, tidak diragukan kesetiaan dan kehebatannya di dunia Intelijen.
Ya, X.... ada apa ....kata Janeta
Aku sudah dibandara Ibukota tolong jemput ya,
Baik, tunggu ya....
30 menit
40 menit
1 jam
Akhirnya Janeta datang dan membantu menarik travel bag ku,
Mimpi apa aku sehingga kamu turun gunung, kata Janeta.
Ada proyek besar menyangkut Negara kataku tanpa melihat Janeta.
Masuk X, kata Janeta
tx Net....sahutku
Janeta dan agen Safety X dimanapun memanggil ku dengan nama belakangku yaitu X.... katanya lebih misterius..... 🤭🤭
Lumayan besar dan tidak terlalu mencolok kalau ini sebuah markas, karena memang keberadaannya ada di sebuah perumahan elit dengan pagar rumah yang tinggi dan kokoh, seperti tak terjamah oleh tetangga atau pihak manapun,
Pintu Gerbang dibuka oleh seorang pria dengan perasakan tinggi besar dan kekar.
Kami keluar bersama dan langsung masuk ke dalam rumah, didalam sudah ada beberapa orang agen Safety X yang ada di markas, aku hitung ada 10 orang....masing - masing menghadap di depan layar laptop, dan sebenarnya masih ada lagi agen mungkin pada dinas diluar kota.
Hei Gaes.... lihat sini....kata Janeta kepada semua agen yang ada di ruangan dan mereka semua melihat ke arah ku, dengan senyum dan wajah yang cerah terutama para kaum pria nya..... lihat yang segeer..... 😜
Kenalkan ini Angel X, kata Janeta yang langsung membuat semua yang ada diruangan terperangah dan terkejut.....
tidak menyangka Bos besarnya hadir didepan mata mereka dan pertama kali juga dalam sejarah mereka gabung dengan Safety X, baru kali ini ketemu dengan bos besar mereka Angel X.
Semua langsung berdiri dan memberi hormat,
semua agen bahkan tidak menyangka bahwa bos besarnya adalah seorang wanita muda yang sangat cantik, bahkan lebih tepatnya seperti model.
Aku tersenyum menyapa semua agen,
dan untuk menyambut ku dan juga sebagai perkenalan dengan para agen, malam ini Janeta mengadakan acara barbeque di taman belakang, semua membaur dan bahagia bersama karena bisa bertemu dengan bos Safety X.
Markas Safety X, yang penghuninya kebanyak kaum Adam, memiliki banyak kamar untuk para agen istirahat dan juga fasilitas penunjang yang sangat komplit; kolam renang, lapangan basket, ruang nge Gym, dapur yang sangat luas dengan alat masak yang lengkap, tempat untuk melepaskan lelah dan jenuh yaitu fasilitas untuk nge game on line, dan juga home teather, dan mini bar.....
bahkan aku melihat lemari kulkas yang sangat besar..... apa saja isinya ya, batinku.
Aku tersenyum melihat semua isi Markas, pantesan saja mereka betah disini dan betah bergabung dengan Safety X ternyata Janeta pintar untuk membuat mereka tidak bisa lepas dari Safety X, bahkan disetiap laporan yang Janeta kirim gaji mereka diatas standar para agen di seluruh negara Asia.
Markas yang memberikan kenyamanan, tapi lebih dari semua fasilitas itu, mereka di sumpah untuk setia sekali pun nyawa mereka menjadi taruhannya dan wajib menyimpan rahasia seumur hidup sekalipun diancam, apabila ada yang melanggar sumpah tersebut konsekuensi nya adalah nyawa mereka dan nyawa keluarga mereka.
Janeta sudah menyiapkan kamar ku, sekalipun aku belum pernah ke markas tapi dari awal renovasi rumah tersebut sudah disiapkan kamar khusus buat ku.
Aku membaringkan tubuhku dan mengikuti buaian angin AC yang makin membuat berat mataku, dan aku pun terlelap dalam mimpi, bahkan tak kudengar lagi bunyi HP yang dari tadi berteriak minta dijawab. 📲
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA 🙏🙏🙏🙏🙏🙏