
Ranz tak Merespon ia Menghilang dari Ruangan Viola.
"Hmm,Udah lah jangan di pikirin Palingan Juga Canda doang,Sifat nya pasti ngak beda jauh dari Kazumi"ujar Yumeko menenangkan Viola Dan Keira yang Mulai Berfikir tentang Apa yang di sebut kan Ranz Tadi.
"Kalo..Terjadi Beneran..Apa Lo Bakal Tetep Anggap Ranz Bercanda?!"tanya Viola Dan Keira berbarengan.
"Huft"Yumeko hanya bisa menghela napas kasar.karena tak bisa menjawab pertanyaan Viola dan Keira.
*****
"Uhuk..."Kazumi Terbatuk batuk dalam ruangan yang kini sepi,dan sunyi,tak ada seorang pun yang menjaga nya.
tapi itu tak membuat Kazumi kecewa,karena pada dasarnya ia tak ingin menyusahkan orang lain.
"Huft,Lo bakal ngerencanain apa lagi key,Gue bakal tunggu apa pun yang Lo Rencanain"Gumam Kazumi.
"Ini yang gue mau, kesepian,Diam Dalam Diri,Tak ada satu orang,Ini lah ketenangan yang Selama ini gue tunggu"ujar Kazumi.
"Permisi,,Hm Adekk Kazumi terlihat Lebih pucat dari sebelum nya Minum obat dulu ya"ujar Seorang Suster yang sudah Lama Merawat Kazumi sejak ia mengidap Penyakit Kanker hati Pada saat Kazumi Masih SMA.Namun pada Saat itu Kazumi telah sembuh.
"Haha,benarkah?!,Hm Lebih baik aku minum obat terlebih dahulu"ujmcap Kazumi Dan di balas Senyuman oleh suster itu.
"Ini obat nya,dan ini Minuman nya"Suster itu menyodorkan 2 Buah Obat.Lalu Kazumi Memasuk kan nya ke dalam mulut dan Minum.
"Oh ya,tadi kakak,dapet surat kata nya buat adek Kazumi"ujar Suster itu dengan menyodorkan Secarik kertar yang sedikit kotor.
"Ohh..Makasih ya kak dah anterin,Kakak boleh pergi kok Kazumi bisa sendiri."ujar Kazumi.Suster itu pun Pergi dari ruangan sunyi Kazumi.
"Hmm"Kazumi hanya bergumam denagn terus memandangi Kertar itu.
Kazumi Mengambil Pisau yang untuk Memotong buah,Ia sayat kecil Di Bagian jari nya.Darah Mengucur keluar.
Darah itu Kazumi Simpan di Kertar.Ntah karena apa tujuan setelah itu Kazumi Mengelap jari yang tadi ia sayat.
"Huft,ini pilihan yang tepat"gumam Kazumi.
Kazumi memandang Lurus Ke dinding.Mata nya berubah sendu.Senyum Miris tercetak di Wajah nya.Darah dari mulut Kazumi Keluar.Kazumi langsung mengelap nya dengan tisu.
Kazumi langsung menutup waajh nya dengan kedua tangan nya.Perlahan Terdengar lah Suara isak tangis Dari Ruangan Sunyi itu.
Kazumi Menangis dalam diam.Ia mencoba Untuk Menahn tangis.Namun ntah kenapa tangis itu pun pecah.Seakan Tak Ingin Menahan.
Rintik-rintik hujan pun Terdengar.Kazumi Mengambil Buku diary nya ia peluk erat di dada terdengar rasa sesak di dada Kazumi.
Tes..Air mata terjatuh terus menerus.Kazumi Memandang Jendela kamar rumah sakit.
Kazumi Berusaha Bangkit dari tidur nya.Dsn mendekat ke jendela kamar.Kazumi Tersenyum Miris Ke arah Jalanan.Ia ingin Segera bermain dan berbuat jahil dengan teman teman nya.
Tapi seperti nya ia tak Memiliki Waktu untuk itu.
Hujan Semakin Deras Mengguyur..Membuat udara terasa sangat dingin.Taoi Kazumi Menikmati udara yang Menurut nya segar.
Kazumi Menatap Terkejut diam tak berkutik saat Melihat Seseorang..