
"Siapa Lo!?"teriak Keira
"Aku Ranz,Sosok Yang tak terlihat,Terbentuk karena Penderitaan Diri nya.Memang tak Masuk Akal,Namun Percaya Tak Percaya,Lebih baik kau ingat ingat Beberapa hari yang lalu"Ujar Ranz.
"Kaya nya dia Ranz deh"ujar Yumeko.
"Hah?!"Bingung Viola.
"Hm bener,Dia Ranz pasti nya"ucap viola yang setuju akan ucapan Yumeko
"Hm tunggu ingat ingat beberapa hari lalu,hmm"Keira di buat bingung oleh ucapan Ranz.Namun ia berusaha Berfikir keras memikirkan Tentang Beberapa hari yang lalu.
"Yang kuat ya hati,jumlah mu hanya satu,tapi yang menyakiti nya beribu ribu"Ucap Ranz.walau ranz tak terlihat.namun semua orang mendengar apa yang di lontarkan ranz tadi.
"Mengapa gue harus ketemu Lo lan,Dateng cuma ngobatin luka gue doang, lalu pergi dengan meninggal kan Luka"ucap Kazumi.
"Kazumi Gue mohon Lo harus sabar"ucap yumeko.
"Lo bilang Sabar?!,Gue bilang Sama Lo Udah berapa Lama gue harus sabar sampai sekarang,gue juga punya batas kesabaran Yum!!"Jawab Kazumi Meninggi
"Gue terlalu pandai menyembunyikan Masalah dengan Senyuman Sehingga Semua orang menganggap ku baik baik saja"Gumam Kazumi yang terus meneteskan air mata.
"Suatu hari nanti Lo bakal ngerti Gimana Rasa nya jadi diri ku yang selalu tersakiti"ucap Kazumi dengan tatapan dingin.
"tetap lah tersenyum walau hanya ber pura pura,karena dengan diri mu tersenyum semua orang bahagia"ucap Ranz pada Kazumi.
Ranz Bangun lalu menghadap Ke Hadapan Alan lalu si menunjukkan diri nya yang Sebenar nya.
"kamu tidak bisa masuk ke dalam kehidupan seseorang.membuat nya merasa istimewa lalu meninggalkan nya begitu saja"ucap Ranz.Alan hanya menatap malas ranz.
"Di saat rasa sabar Sudah Tak di hargai,Mungkin Saat yang tepat untuk pergi"ujar Kazumi dengan mengarah kan pisau ke Jantung nya.
"Kazumi jangan!!!"pinta yumeko.
"Lagi pula Gue sebentar lagi mati Fin"ucap Kazumi Menatap Lekat Mata Fin.
"Kalo Lo mati Satu Jalan yang harus Lo setujui Zum"ujar Ranz.
"Lo harus rela ngebuat persahabatan ini hacur karena Lo mati"ucap Ranz.Kazumi terdiam.
"Masih mau mati?Keputusan tangan Lo,gue cuma mau peringatin Kalo persahabatan ini bakal hancur Karena Lo Mati"ucap Ranz.
Yumeko,Fin,viola,Kevin terdiam Mendengar semua ucapan yang di lontarkan Ranz.
"Gue ngak bakal pernah biarin Satu sama lain saling membenci cuma karena Gue yang Sampah ini"ucap Kazumi.
"Gue ngak bisa pastiin, Tapi Inget Di akhir Kisah Alan dan Keira Lo Bakal mati kalo ngak, mungkin Hampir"ucap Ranz.
****
"Oh jadi dia"ucap Keira yang Sudah ingat.
"Huft,Hidup Kazumi Mungkin tak akan bertahan Lama,Tapi...Ku pasti kan Kalian Semua Bahagia atas kepergian diri nya.Tanpa Ada Penyesalan Dalam hati yang Membuat Selalu terbayang di benak.Tapi ingat lah....Ku pasti kan kalian tak akan pernah tenang.Karena mendengar jeritan tangisan diri nya yang Membuat kalian Menyesal Suatu hari nanti"
Viola,yumeko,dan Keira tak mengerti akan semua ucapan yang di lontarkan Ranz tadi.
"Jika Diri nya Sudah tak tahan Menderita.Akaj Segera Ku lakukan Dmei membuat kalian senang atas kepergian nya"Ujar Ranz
"Hahah Lo ngomong apa sih Ranz,udah deh jan ngaco"ujar Yumeko yang merasa yang di ucap kan Ranz tadi hanya candaan.
"Jika Bicara ku kau anggap Candaan.Jangan Pernah Menyesal karena Menganggap Kematian Kazumi Candaan"ujar Ranz.
"Bila Nanti Dia Mati...Mungkin Satu Orang Akan menahan diri nya untuk pergi,tapi Untuk soal Kazumi akan Hidup atau tidak.Tergantung dia Menyerah atau Tetap Semangat."Ujar Ranz
"benarkah?"bingung Ketiga nya.