
lain halnya dengan aidan, ia masi saja bekerja di perusahaannya bertemankan dengan tumpukan kertas- kertas dan laptop di depannya, entah apa yang sedang ia kerjakan sehingga membuatnya larut dalam bekerja.
setelah pukul 08.00 baru lah ia berhentikan kerjaannya dan bergegas merapikan tumpukan kertas tersebut dan setelah ia ia pulang ke rumahnya.
sesampainya ia di rumah ia memarkirkan mobilnya di garasi dan masuk ke rumah seraya berkata
" Assalamualaikum" ucap aidan seraya membuka pintu rumah
" waalaikumsalam, kok baru pulang bg ? banyak kerjaan ya ?" ucap sanga mama kepada aidan
" ia ma, ada berkas yang harus di siapkan untuk meeting besok, jadi abang siapkan terlebih dahulu dan akhirnya abang pulang telat deh " jawab aidan kepada sang mama
" ya udah sebaiknya abang ke kamar bersih-bersih gih, biar mama siapkan makan malam untuk abang " ucap sang mama seraya ke dapur
" baik mama, Abang bersih-bersih dulu abis itu langsung turun " jawab aidan kepada sang mama seraya berjalan menuju ke lantai atas untuk membersihkan diri.
sesampainya aidan di kamar ia segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai berkuak di kamar mandi selama setengah jam aidan segara ke luar dan memakai pakaiannya dan malaksanakan shalat isha, setalah selesai aidan segera ke bawah untuk mengisi perutnya yang keroncongan karena memang siang tadi ia terakhir kali makan.
setah sampai di meja makan sudah terhidang masakan kesukaan Aidan yaitu pepes ikan dan segeralah aidan mengambil makan untuk dirinya, ia makan dengan lahap hingg tandas tak tersisa. setelah selesai makan aidan bergegas ke kamarnya kembali untuk istirahat dan sesekali scroll handphone yang ia punya, sesampainya di kamar pun aidan mengecek email, wa dll hingga bunyi telpon di handphone nya mengalihkan perhatiannya.
kring.... kring....
aidan pun segera memencet lambang biru tersebut
" hallo, assalamualaikum" suara wanita menyapa aidan melalui benda pipih tersebut
" ya, waalaikumsalam, ada apa ? " tanya aidan kepada sosok tersebut
" aidan besok aku mau ke kantor kamu ya? bawain kamu makan siang " ujar perempuan tersebut dengan semangat
" terimakasih, tapi gak perlu " jawab aidan seadanya
" ahhhhh Aidan pokonya aku besok datang ke kantor kamu, by aidan selamat malam" ucap wanita tersebut dengan semangat dan segera mematikan sambungan di benda pipih tersebut.
Nadira ,ya dia lah perempuannya yang baru saja menelpon Aidan tersebut, tak ingin mengambil pusing soal Nadira Aidan pun seger menyelesaikan pekerjaannya dan setelah selesai ia pun segera untuk beristirahat.
setelah pukul 07.00 pagi aidan segera turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya.
" assalamualaikum selamat pagi ,mama, papa dan adek" ucap aidan menyapa keluarga tercintanya
" waalaikumsalam, good morning abang adek yang ganteng" sahut safira dengan semangatnya
" isss adek perempuan kok suaranya begitu sih " ucap sang papa kepada safira
" maaf ayah, lain kali gak di ulangi deh " jawab safira
" udah- udah , yuk kita mulai sarapannya nanti pada telat loh " ucap sang mama kepada mereka semua
" baik mama" jawab mereka serentak sambil tertawa
setelah itu mereka makan dengan lahap dan sesekali saling bercanda gurau. setelah selesai aidan segara berpamitan kepada semuanya untuk ke kantornya
" aidan berangkat ya pa, ma, adek, assalamualaikum" ucap aidan kepada seluruh keluarga sambil menyalami mama dan papa nya.
" waalaikumsalam, hati-hati di jalan ya bang, jangan ngebut-ngebut ya bg" ucap sang mama dengan lembut
" baik mama, abang betangkat" jawab aidan sambil berjalan keluar rumah menuju mobilnya .
sesampainya di kantor aidan pun segera menuju ruangannya. setelah sampai sekertarisnya menyampaikan akan segera melakukan meeting dengan investor asing tersebut hingga memakan waktu kurang lebih 3 jam lamanya, barulah mereka keluar dari ruang meeting tersebut .
aidan segera kembali ke ruangannya sesampainya aidan di dalam dia segera mengerjakan beberapa tumpukan kertas hingga tak terasa waktu makan siang pun akan segara tiba, hingga tiba-tiba ada yang mengetuk ruangan aidan
tok .....tok .....tok ....
"masuk" jawab aidan dari dalam
" assalamualaikum aidan " suara melengking perempuan tersebut
hingga membuat aidan mengalihkan pandangannya dari berkas tersebut dengan datar ia menatap perempuan tersebut