
Dua manusi yang saling memikirkan masa depan mereka seperti apa sehingga di tengah malam yang dingin dan hanya segelintir umat yang menghadap sang pemilik langit dan bumi, yang maha mengetahui segala hal termasuk hati dan fikiran manusia. mereka berdua yaitu Aira dan Aidan sedang bersimpuh di hadapan Allah untuk memohon petunjuk menentukan sebuah pilihan hidup baik di dunia maupun di akhirat.
" Ya Allah, yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk hamba, hamba ingin setiap jalan dan langkah yang hamba ambil yang terbaik menurut enggak ya Allah, jika memang apa yang akan menjadi pilihan orang tua hamba yang terbaik untuk hamba maka mudahkan lah segalanya ya Allah, jangan lah hamba salah mengambil langkah ya Allah, hanya pada Mu lah aku meminta ya Allah aamiin" doa Aidan kepada sang pencipta langit dan bumi
lain halnya dengan seorang hamba yang sedang bersimpuh di hadapan sang pencipta dengan air mata yang mengalir derasnya
" Ya Allah, jika memang sudah saatnya hamba engkau pertemukan dengan imam hamba maka hamba ikhlas Ya Allah, permudahkan kan lah segala urusan hamba jika dia yang terbaik untuk hamba ya Allah, hanya padamu aku bermunajat ya Allah aamiin.
setelah berdoa keduanya tertidur di sejadah untuk menunggu waktu subuh yang sekitar 2 jam lagi akan di laksanakan.
pada saat adzan subuh berkumandang kedua anak adam tersebut bangun dan membersihkan dirinya untuk menghadap sang khalik.
setelah selesai melaksanakan shalat mereka masing-masing di kediamannya membersihkan kamar dan membereskan keperluan untuk kerja mereka.
" Alhamdulillah akhirnya selesai juga
" ujar Aira dengan helaan nafas lega seraya melihat jam masi menunjukkan pukul 05:45 pagi, ia pun bergegas ke bawah untuk membantu sang bunda menyiapkan sarapan pagi mereka, sesampainya di dapur
" hallo bunda ku yang cantik " seru aira dengan senyuman
" hallo anak bunda, selamat pagi ' ucap sang bunda kepada aira
" bunda masak apa hari ini ? aira bantu ya " serua aira kepada sang bunda
" masak tumis kangkung sama ikan sambal nak ,yuk kamu yang goreng ikannya bunda yang bersihkan sayurannya ya" ujar sang bunda kepada aira
"baik bund" jawab aira
setelah pukul 06:30 pagi akhirnya masakan mereka selesai dan aira pamit ke atas untuk mempersiapkan dirinya untuk kerja
" ia nak, kamu siap-siap aja gih, biar bunda yang bereskan ini semua sekalian menunjuk piring kotor dan juga ruang dapur yang habis mereka gunakan untuk memasak" ucap bunda aira dengan tersenyum
sesampainya aira di kamar diapun segera menyiapkan dirinya untuk pergi ke rumah sakit.
setelah beberapa saat mempersiapkan dirinya di kamar dia segera keluar kamar dengan membawa alat - alat yang di dibutuhkannya untuk bertugas
" hallo anak ayah, sudah siap aja nih" ujar sang ayah kepada aira
" selamat pagi ayah, ia kan aira mau kerja" ujar aira kepada sang ayah
" bunda mana yah " tanya aira seraya duduk di bangku meja makan
" itu tuh bunda kamu " seraya menunjuk bundanya yang berjalan dari arah dapur menuju ruang makan
" udah yuk sarapan nanti ayah dan aira telat loh" ujar sang bunda kepada anak dan suaminya.
setelah selesai aira segera berpamitan kepada orang tuanya
" yah bund aira pergi dulu ya Assalamualaikum " seraya menyalami orang tuanya dengan takjim
setelah sekian lama di mobil dengan menerobos kemacetan akhirnya aira sampai di rumah sakit dimana ia bekerja
setelah memarkirkan mobilnya ia berjalan ke ruanganya sebelum dia membuka ruangannya ada yang memanggilnya
" Aira......"
aira pun menoleh dan terkejut, melihat siapa yang menemuinya tersebut