Aira'S Wedding

Aira'S Wedding
fikiran aidan



lain halnya dengan lelaki tampan di sebuah rumah mewah, dia sedang galau memikirkan tentang perkataan bundanya yang menginginkannya untuk menikah dengan anak sahabatnya.


flashback on


pada saat malam hari sesampainya ia di rumah


" Assalamualaikum" ucap aidan memasuki rumah


" waalaikumsalam bang, kok baru pulang bang?" jawab sang bunda yang ternyata ada si ruang tamu


" ia nih ma, ada banyak kerjaan di kantor tadi" jawab aidan seraya tersenyum kepada sang mama


" udah gih sana ke kamar bersih-bersih abis itu makan mama yakin kamu belum makan malam kan sekalian ada yang ingin mama sampaikan kepada abang" ujar sang mama kepada aidan


" ia ma, abang keatas dulu ya bersih-bersih abis itu abang makan" jawab aida kepada sang mama


sesampainya di atas Aidan segera membersihkan dirinya dan tak lupa pula ia melaksanakan tugasnya menghadap sang pencipta langit dan bumi untuk bermunajat dan mengucap syukur atas segala nikmat yang telah di berikan kepada dirinya dan juga keluarga nya.


selai dengan tugasnya dia segera keluar kamar dan menuju ruang makan untuk makan karena entah mengapa ia tipe anak yang tidak suka makan luar alias suka masakan rumahan dan dia juga berharap mendapatkan pending yang bisa masak walaupun tidak sejago koki tali setidaknya masakannya layak untuk di makan.


sesampainya di meja makan dia hanya mendapati mamanya saja di meja makan karena papa dan adiknya sedang pergi keluar dengan urusan yang berbeda yaitu sang papa pergi ke luar kota karena ada urusan pekerjaan dan sang adik pergi nonton dengan sahabatnya yang memang sudah meminta izin terlebih dahulu kepada sang mama.


" ayuk bang makan, udah mama siapi makanan kesukaan abang loh " ucap sang mama kepada aidan


" ayuk ma , abang udang gak sabar banget untuk makan masakan mama" jawab aidan dengan senyum manisnya


setelah menyantap makanan aidan dan sang mama pun akhirnya ke ruang keluarga karena memang ada yang ingin di sampaikan sang mama kepada aidan


" ia abang tau ma, tapi Abang belum ada calon dan abang takut salah memilih orang untuk menjadi penyempurna agama abang ma" ucap Aidan kepada sanga mama dengan nada lembut


" Abang gak usah terlalu mikir salah memilih bang, sebenarnya mama ada niatan untuk mengenalkan abang dengan anak sahabat mama, apakah abang bersedia ?" tanya sang mama dengan penuh harap


" jadi mama mau jodohin abang dengan sahabat mama nih ?" tanya aidan kepada sang mama


" ia niat mama begitu nak, karena im sha Allah anak sahabat mama ini anak yang soleha banh, makanya mama ingin menjodohkannya dengan abang" jawab sang mama dengan lembut seraya tersenyum untuk meyakinkan anaknya dengan pilihannya


" abanh belum yakin bund, lagian kan abang juga belum kenal dengannya bun, gimana kalau Abang belum mampu menjadi imamnya bund " ujar aidan dengan nada yang kurang yakin


" mama yakin abang pasti bisa dan mampu untuk menjadi imam, maka dari itu bang libatkan Allah di setiap langkahmu bang, minta kepada Allah agar apa yang membuat hidup mu berkah di permudah, libatkan Allah di setiap jalan hidupmu bang " ujar sang mama dengan lembut


" baik ma, abang akan pikirkan terlebih dahulu ya ma," ujar aida kepada sang mama


" baiklah bang, jangan lupa libatkan Allah ya nak di setiap mengambil tindakan " ujar sang bunda


" baik ma, kalau sudah mantab abang akan kasi jawabannya ke mama ya" jawab aidan kepada sang mama.


" ia nak, udh yuk istirahat kan besok abang kerja lagi ke kantor biar tetap fit dan sehat badannya jagan di biasain begadang ya bg, bunda ke kamar dulu " ujar sang bunda kepada aidan seraya bangkit menuju kamarnya


" baik ma, abang akan istirahat sekarang juga ,good night ma " seraya berjalan ke kamarnya.


flashback off