
keluarga yang di tunggu akhirnya sampai juga di kediaman keluarga Aira.
"assalamualaikum tok... tok... tok .. ," ucap bunda Aidan seraya megetok pintu
"waalaikumsalam " jawab bunda Aira seraya membuka pintu.
" wahhhhh sudah sampek ya, yuk masuk dulu" ajak bunda Aira kepada sang tamunya. sesampainya di ruang keluarga mereka bercengkrama satu sama lain menghabiskan waktu untuk mengenang masa lalu di kala muda dahulu.
" wahhhh kamu tambah cantik aja ya, walaupun sudah punya cucu " ujar bunda Aidan.
"akhhh kamu bisa aja ,udah tua gini juga udah di panggil Oma loh masa Masi cantik sih, yang ianya kamu tuh yang semakin cantik" seru bunda Aira
" kamu mah gitu, tapi aku iri loh kamu udh punya cucu sedangkan akuan belum juga punya". ucap bunda Aidan dengan nada sedihnya, karena memang dia sangat menginginkan seorang cucu.
" loh emangnya anakmu yang laki-laki itu belum ada yang pasangan ? tanya bunda Aira.
" belum, dia belum pernah sekalipun mengenalkan seorang perempuan kepada kami". ucap bunda Aidan.
" wahhhh tamunya sudah datang ya, hallo om Tante saya Aira , anak bunda yang paling cantik " ucap Aira tiba-tiba seraya menyelami Sabahat bundanya.
"wahhhh kakak cantik sekali, kok kakak gak mau kenalan sama aku sih" ucap Nadira
" hallo adek, kamu juga cantik kok, saya Aira salam kenal ya" ucap Aira
" hallo kakak cantik aku Nadira ". ucap Nadira dengan tersenyum.
" loh ini anak kami ya jeng ?" tanya bunda Aidan, seraya menunjuk Aira
" ia jeng ini akan aku yang ke dua sekaligus yang terakhir" ucapan bunda Aira
" kok gak pernah bilang-bilang sih kalo punya anak gadis ?" ucap bunda Aidan
" hehehe lupa aku jeng, nah kan sekarang udh kenal juga kan" ucap bunda Aira seraya tersenyum
" Aira tolong siapin maknanya nak, kita makan siang bersama " ucap Bunda Aira tiba tiba
" baik bunda " jawab Aira seraya pergi ke dapur untuk menyajikan makanan
" enggak kok, santai aja kali kapan lagi coba bisa begini kan " ujar ayah Aira seraya mengajak sahabatnya itu untuk ke meja makan.
di meja makan Aira sedang sibuk menyiapkan keperluan untuk menghidangi sahabat orang tuanya tersebut seraya bercanda dengan keponakan cantiknya itu
" aunty aku udah lapar banget loh, udah gak sabar pengen rasain masakan aunty loh" ujar sang keponakan tersayangnya
" sabar ya sayangnya aunty, bentar lagi siap kok" ujar Aira.
setibanya di meja makan keluarga Aira dan Aidan sudah menduduki
" wahhh kelihatannya enak sekali ini " ujar Nadira seraya menatap minat makanan yang tersaji di meja makan tersebut.
" issss adek buat malu aja sih kayak gak pernah makan aja " ucap sang bunda kepada Nadira.
" ia aunty masakan aunty aku enak sekali loh, pokonya aunty harus coba deh, iakan Oma?" ujar anak kecil tersebut dengan meminta persetujuan dari omanya.
" ia masakan aunty kamu emang enak sayang, sudah yuk silakan di makna ,jangan malu Malu loh ya" ucap bunda Aira
" semoga semua suka masakan Aira ya " ujar Aira. mereka semua makan dengan hikmat dan tenang semua hidangan telah mereka nikmati hingga ludes tak tersisa Sakin enaknya masakan Aira .
" Alhamdulillah terimakasih ya jeng untuk hidangannya, masakan kamu enak loh Aira udah cocok jadi istri " ujar bunda Aidan seraya tersenyum kepada Aira .
" akhhhh Alhamdulillah kalo Tante suka, belum ada calonnya Tante, lagian aku masi muda juga kok Masi mau bebas dulu Tan" ucap Aira
" ehhhh kirain udah siap mau nikah ternyata belum ya , padahal Tante berniat mau jodohi kamu dengan anak Tante loh " ucap bunda Aidan
" hehehe belum menu yang cocok juga Tante, akhhh mana mau anak tante sama saya" ujar Aira seraya tersenyum
" aku juga udah gak sabar loh untuk nyaksikan Aira menikah tapi dia belum punya calon " ujar bunda Aira
" wahhhh cocok dong bund bisa kita jodohkan sama Abang aja " ujar Nadira dengan girangnya.
Aira hanya diam tak berkutik dengan penuturan orang-orang disekitarnya itu.