
"pagi ini Dhias melakukan semua sendiri yang biasanya makan selalu di siapkan kali ini dan seterusnya tidak lagi dan pagi ini juga Dhias bisa melihat senyum sang ayah kepada wanita yang semalam bersama nya apa kekasih Dhias pun tidak tahu karena syarat untuk bisa tinggal disini adalah menjadi orang asing dan tidak ikut campur masalah ayah nya dan kenapa Dhias tidak cerita kepada Dhea karena Dhias menyadari bahwa setiap masalah gak harus orang lain tau dan cukup masalah Dhea dengan perjodohan Dhias tidak akan membebani nya lagi ,,
"mau bibi buatkan susu non ,,
"gak usah bi ini aja cukup dan jangan panggil aku non lagi bi kan aku bukan siapa-siapa,,
kasihan non Dhias dia tidak salah apa-apa kenapa harus di salahkan,,bathin bibi ,,
"baik kalau begitu Dhias ,,ya itu panggilan pertama bibi untuk non kecil nya ,,
"Gtu baru bener ,,
"sayang gadis itu siapa sih semalam juga kalian ribut-ribut gtu ,,tanya kekasih Mark ayah Dhias ,,
"itu keponakan nya bibi semalam datang minta ijin ke aku untuk biar di kasih tinggal disini,,
"terus kamu kasih ijin ,,
"iya dong sayang kan bibi kerja sama aku lagian bibi gak kuat bayar kost-kostan yang mahal untuk keponakan nya ,,
"lagian udh miskin pake ngekost di tempat yang mahal gak mampu bayar diusir kan terus dia kerja juga disini ,,
"enggak dia hanya kuliah saja ,udh gak usah terlalu di ambil pusing ,,
"enak banget dong numpang gak kerja ,,
"sayang biar ya lagian kan bibi yang kerja sama kita ,,
"ya tapi tetap aja keenakan itu anak ,,
"yadh nanti aku omongin sama bibi kalau kamu gak nyaman ya ,,
"gtu dong kan aku makin sayang dan cinta sama kamu ,,gombal sang kekasih,,
**
"kampus,,
"woy bengong aja nape ,,tanya Dhias,,
"kesel gw sama kejadian semalam ,,Dhea ,,
"lah kenapa semalam bukannya Lo pulang duluan ya sama siapa tuh ,,goda Dhias ,,
"itu cowok yang di jodohkan sama gw kan ngeselin banget pake ngadu ke mamah dan papah Lo tau mereka abis ngomel sama gw sial kan dan parah nya lagi tuh cowok malah asik aja menikmati gw di marahin ,,oceh Dhea ,,
"dan ini kenapa dagu Lo biru siapa yang buat ini ke Lo ,, selidik Dhea yang menyadari ada lebam di dagu Dhias ya lebam itu di dapatkan saat sang ayah menendang nya semalam ,,
"jatuh dari kamar mandi kena tembok ,,bohong Dhias ,,
"gak bohong kan Lo masalah nya ini luka lumayan loh Dhi,,tanya penasaran Dhea ,,
"udh orang luka gini doang oh ya terus-terus gimana lanjutin lagi dong ,,Dhias sengaja mengalihkan pembicaraan,,
"oh yadh jadi nyokap bakal mantau gw terus noh Lo liat mobil warna merah disana ,,tunjuk Dhea ke arah paling ujung jalan dan Dhias mengangguk tanda dia juga melihat nya ,,
"ibu nyokap gw gila kan ,,kesal Dhea ,,
"what serius Tante nindi yang di dalam mobil merah itu ,,tanya nya lagi karena penasaran,,
"ya serius gw masa bohong kan tadi yang anter juga nyokap ,,ucap Dhea ,,
"oh ya Dhi nanti pulang kampus gw anter Lo ya ke rumah sakit buat obatin lebam Lo ,,
"gak usah Dhe gw baik-baik aja kok luka begini mah kecil ,,canda Dhias ,,
"oh ya Vina mana tumben tuh anak kaga nongol biasanya ikut nimbrung,,
"gak tau paling lagi sama pacar nya enak ya jadi Vina punya pacar yang sayang bnget sama dia ,,ucap Dhias ,,
"Lo kenapa ngomong gtu udh mau punya pacar juga nih atau gak mau kalah saing sama gw ,,ejek Dhea ,,
"enak aja enggak lah bokap belum bolehin gw punya pacar ,,kata Dhias ,,
"takut bnget ya sama om Mark ,,tanya Dhea,,
"gak juga cuma gak mau mengecewakan ayah aja ,,elak Dhias ,,
*gw tau Lo nyimpen sesuatu dari gw Dhi gak cuma Lo yang terluka gw juga bahkan papah nampar gw semalam makanya gw tutupin dengan makeup tebel untung Lo gak menyadari nya ,,bathin Dhea ,,
kapan Dhe gw merasa bahagia di sayang dan di pedulikan seperti Lo yang di sayang sama kedua orang tua Lo dan seperti anak-anak yang lain ,, bathin dhias*,,
"gw minta maaf bnget Dhe kayak nya untuk beberapa hari kedepan gw bakal sering pulang awal ,,
"kenapa Dhi apa ada masalah ,,
"bukan itu Dhe ayah minta gw buat nemenin dia ketemu sama seseorang,,bohong Dhias,,
"serius Lo bakal di jodohin kaya gw ,,
"gak tau juga tapi ini pertama kali nya ayah mau menyempatkan waktu sama gw dan gw gak mau mengecewakan ayah ,,
"oke ,,oke ,,gw gak ganggu lagian gw juga gak bakal bisa kemana-mana nyokap mantau terus kan Lo tau ,,
"iya kita bakal jarang ada waktu buat bareng-bareng lagi ,,ucap Dhias ,,
"oke jaga diri Lo ya ,,ucap Dhea yang entah kenapa seperti mereka akan ada jarak ,,
"Dhea sudah pulang bersama ibu nya dan Dhias sudah memutuskan akan bekerja paruh waktu untuk mengisi waktu luang dan mencari tempat tinggal semalam Dhias sudah memikirkan itu dan baik nya lagi Dhea pun akan di sibukkan dengan pantauan mamah nya jadi tidak akan ada yang tau dirinya bekerja bukan malu hanya saja Dhias tidak ingin ada orang yang ikut campur,,
"mau kemana ,,Agam datang ke kampus dan langsung menarik Dhias ,,
"apaan sih lepas atau aku bakal teriak ,,
"teriak aja bagus kalau rame yang malu juga Lo ,,tapi omongan Agam terhenti saat melihat lebam di dagu Dhias yang membiru ,,
"apa ini sakit ,,tanya nya ,,
"apaan sih gak usah peduli dan jangan ikut campur lagi ka ,,pinta Dhias yang akan pergi tapi Agam tetap menahan nya ,,
"kita ke rumah sakit ,,ajak nya tapi Dhias menolak karena hari ini Dhias harus mendapatkan pekerjaan jadi begitu pegangan tangan Agam terlepas Dhias berlari menjauh dan Agam kecolongan,,
"arrrrrrggggghhh sial ,, emosi nya gak tau kenapa sangat kesal mendapat penolakan dari gadis licik nya ,,
"Dhias masuk ke sebuah cafe yang tidak terlalu besar tapi sepertinya cafe tempat anak muda nongkrong,,
"selamat datang di cafe Yash ,,sambut salah satu pelayan,,
"maaf mba saya mau tanya apa benar disini butuh karyawan,,
"apa anda datang untuk melamar pekerjaan,,
"kalau begitu ikut saya ,, ajak pelayan tadi yang membawa Dhias ke sebuah ruangan yang paling ujung ruangan manager,,
"tok,, tok,,masuk ,, teriakan dari dalam dan mereka pun masuk disana ada seorang gadis yang cantik sangat cantik bagi Dhias dan dewasa ,,
"maaf Bu ada yang menanyakan tentang pekerjaan tapi masih kuliah ,,ucap pelayan tadi ,,
"kau boleh keluar,,usir nya ,,
"baik Bu saya permisi,,pamit nya ,,
"duduk ,, perintah nya ,,
"jadi masih kuliah ,,tanya nya ,,
"iya Bu ,,
"kenapa ingin bekerja dari yang saya lihat kau bukan orang susah ,,
"saya butuh pekerjaan ini ,,
"baiklah aku tidak akan ikut campur urusan mu kau bisa bekerja disini saat jam kuliah mu selesai tapi bila terlambat gaji akan aku potong setuju,,
"saya setuju dan terima kasih sudah menerima saya Bu ,,
"baiklah kau boleh bekerja hari ini dan karena jam nya sedikit terlambat gaji mu akan kena potong ,,
"baik saya tidak apa-apa dan terima kasih atas kesempatan nya ,,ucap senang Dhias ,,
"cafe lumayan ramai saat menjelang sore dan malam cafe tutup jam 10 malam bagi Dhias tidak masalah pasti ayah nya juga tidak akan mencari nya ,,
**
"mah gak harus dia juga yang anter jemput aku pulang kuliah kan ,,
"Dhe kamu harus semakin dekat dengan nya karena bagaimanapun nanti kalian akan menikah,,
"mah masih jauh Dhe masih ingin bekerja masih ingin meraih cita-cita mah ,,
"gak bisa lulus kuliah kau akan menikah bekerja kan bisa setelah menikah lagian buat apa bekerja suami kamu saja sudah kaya papah mu juga kaya ,,maksa mamah nya ,,
"tetep aja aku mau merasakan duit hasil kerja keras aku mah pah ngerti dong ,,
"gak bisa ya gak bisa seharusnya kamu bersyukur karena kami masih menerima mu karena kakek kalau tidak kau tau sendiri bukan ,,ancam mamah nya yang Dhea tau akan di buang kembali,,
"baiklah Dhe menurut apa kata kalian ,, pasrah Dhea dan begitu masuk kamar dirinya langsung menelpon Dhias tapi tidak di angkat karena saat Dhea menelpon Dhias sedang bersih-bersih cafe dan bersiap akan pulang ,,
"setelah pulang dari kampus jangan telat bos gak main-main soal potong gaji ,,kata teman baru Dhias Lilis ,,
"iya Lilis aku usahakan ya ,,sahut Dhias ,,
"kerja yang bener jangan ngobrol mau pulang gak ,,ucap salah satu karyawan senior yang judes ,,
"kamu harus sabar-sabar ya disini mba Ita emang gtu tapi baik kok orang nya kalau udh Deket ,,cerita Lilis ,,
"Dhias pulang menggunakan taksi karena bus sudah tidak ada walau ada pasti akan lama datang nya karena sudah malam taksi alternatif nya ,,
"benar Sampai di rumah sudah terasa sepi bahkan beberapa lampu di matikan Dhias pakai lampu handphone untuk penerangan jalan menuju kamar nya ,,
"bagus ya udh numpang pulang seenaknya seperti rumah sendiri,, ternyata wanita itu menunggu Dhias ,,
"maafkan saya nyonya saya pulang terlambat karena mengerjakan tugas ,,
"jangan berbohong,,
"benar nyonya saya tidak berbohong maaf bila saya tinggal disini membuat nyonya tidak nyaman,,
"jelas saya tidak nyaman kau mengganggu,, kesal nya,,
"saya akan mencari tempat tinggal yang baru Nyonya,,
"baik segera pergi dari rumah ini kehadiran mu tidak di butuhkan,,usir nya ,,
"baik nyonya ,,dan tanpa terasa entah kapan air mata itu sudah keluar tanpa permisi,,
"non ,, panggil bibi yang melihat semua kejadian sedih jelas tapi bisa apa,,
"gak apa-apa bibi aku baik-baik saja kok ,,
"apa non sudah makan ,,tanya bibi ,,
"sudah bibi sekarang aku mau kamar dulu capek bi,,ucap Dhias yang meninggalkan bibi yang terus memperhatikan Dhias ,,
"yang sabar ya non semoga non kuat ,,gumam bibi,,
"pagi hari ini menjadi hari baru bagi Dhias dirinya harus mengatur jadwal kuliah dan bekerja semoga tidak terlambat karena bila telat potong gaji berbeda dengan Dhias begitu pula dengan Dhea yang justru sangat malas untuk berangkat ke kampus karena akan selalu di antar jemput oleh Enrico pria yang sudah jelas punya kekasih tapi kenapa setuju di jodohkan kan jadi aneh ,,
"Dhea dan Dhias benar-benar menjaga jarak hanya menyapa setelah sibuk dengan masing-masing bukan mereka bertengkar hanya saja sementara mereka akan menjauh sedangkan Vina setelah kejadian itu tidak terlihat batang hidungnya entah sakit atau apa kedua nya tidak tau ,,
"Dhea sudah pulang bersama Enrico bahkan sebelum pulang mereka makan siang bersama berbeda dengan Dhea justru Dhias di buru waktu untuk berangkat ke cafe beruntung dirinya masih ada waktu 3 menit dan belum terlambat tapi tetap saja pelayan senior yang judes mengomel,,
"waktu berjalan sangat cepat tidak terasa sudah hampir 6 bulan Dhea dan Dhias sibuk dengan kehidupan nya masing-masing dulu mereka pikir akan terus bersama-sama tapi nyatanya semua berubah Dhea yang semakin dekat dengan Enrico dan Dhias yang mulai nyaman dengan pekerjaan nya tidak ada yang tahu kehidupan Dhias selama 6 bulan ini dirinya setelah mendapat gaji pertama langsung pindah dan tidak ada yang menghalanginya pergi dari rumah walau bibi sempat meminta tetap tinggal tapi Dhias tetap memilih pergi sedangkan sang ayah akan tetap membiayai kuliah Dhias dan Dhias tidak masalah tentang itu bagaimana itu kewajiban ayah nya untuk bertanggung jawab,,
"selama 6 bulan juga Agam terus mengawasi Dhias Agam tau Dhias bekerja pulang jam berapa tinggal dimana semua Agam tau dan tidak tau kenapa Agam melakukan itu hanya mengawasi tidak ada niat untuk dekat atau saling sapa tidak Agam hanya merasa bersalah sejak kejadian itu pula hubungan Agam dan orang tua nya renggang ,,
"tidak ada yang tau kemana Vina pergi karena sejak kejadian malam di club' semua memang berubah hidup Dhea dan Dhias berubah bahkan Vina pun menghilang tidak ada yang tahu kemana bukan tidak ingin mencari tahu Dhias sibuk dengan pekerjaan dan kuliah sedangkan Dhea dibuat kesal terus dengan Enrico mereka memang sudah dekat bahkan pertunangan mereka sebentar lagi tapi lagi-lagi Dhea bimbang karena Enrico masih berharap kekasih hatinya kembali,,
"dan Disini lah mereka di taman tempat dulu mereka sering berbagi cerita dua sahabat yang semakin jauh karena kehidupan yang memaksa,,
"bagaimana kabar mu ,,dan Dhias sadar cara bicara Dhea berubah dan sedikit canggung,,
"aku baik dan kamu sendiri,,tanya balik Dhias ,,
"aku jauh lebih baik ,, ucap Dhea dan kedua nya saling membohongi diri sendiri,,
"aku dengar kau akan bertunangan Minggu ini dan apakah dia sudah bisa lepas dari masa lalu nya ,,Dhias ,,
"entahlah aku tidak tau yang jelas kami nyaman ,,Dhea ,,
"bagaimana dengan mu Dhias siapa pria itu ,,tanya Dhea karena dulu sempat tau Dhias akan di jodohkan sebelum mereka menjauh,,
"kami cocok dan ayah senang akan hal itu ,,bohong Dhias ,,
"serius itu bagus aku senang mendengar nya setidaknya saat aku sibuk kamu pun sibuk ,,ucap Dhea ,,
*aku sibuk bekerja Dhe ,,tapi aku senang kamu menemukan kebahagiaan mu ,,bathin Dhias,,
"aku merindukan kedekatan kita yang dulu Dhi apakah bisa aku ingin bilang aku lelah aku ingin membawa mu pergi bersama ku Dhi ,,bathin Dhea* ,,
"bersambung,,