AGATHIS

AGATHIS
£



"kenapa Lo kusut amat ,,tanya Dhea yang melihat bagaimana wajah sahabat nya ,,


"semalam Lo kemana gw telpon in juga ,, justru di tanya balik oleh Dhias ,,


"sorry deh ortu minta gw buat nemenin dia belanja tumben bnget kan dan Lo tau apa yang terjadi ,,ucap Dhea ,,


"apaan mana gw tau Lo belum cerita tapi seru gak cerita Lo ,,ujar Dhias ,,


"gak seru sih abis nya ya kalau gw tau niat nya mau ketemu in gw sama calon gw kenapa harus bohong ,,kesal Dhea ,,


"oh ketemu calon laki Lo bagus lah terus gimana ganteng apa gak terus tinggi apa tidak kaya Lo kan pendek nih ,,ejek Dhias ,,


"sialan Lo gw tinggi ya beda berapa Senti aja sama Lo ,,sungut Dhea ,,


"iya deh Lo tinggi kaya gw terus gimana lagi abis ketemuan cocok gak atau Lo ada debaran apa gtu kaya di film-film India gtu atau drama Korea gtu ,,ucap Dhias bersemangat,,


"apaan sih biasa aja orang nya juga galak pas ada nyokap aja baik pas nyokap ninggalin gw berdua ihhhhh galak bnget dan Lo tau gak dia bilang apa ,,


"bilang apa dia Dhe ,,tanya penasaran Dhias ,,


"pria galak itu bilang kalau dia sebenernya udh punya kekasih cuma LDR an ,,


"oh kekasih,,ucap pelan Dhias belum konek ,,WHAT ,,teriak Dhias kembali saat sadar akan ucapan nya barusan ,,


"berisik gak perlu teriak kali kuping gw sakit denger Lo teriak ,,


"sorry abis nya gw kaget ,,


"dan Lo kenapa semalam bnyak bnget telpon gw ada apa emang nya masalah bokap Lo lagi ,,


"hmmm gak apa-apa cuma iseng aja ,,bohong Dhias karena tidak mau melibatkan Dhea untuk hal ini ,,


"kira in masalah bokap Lo lagi ,,


"bukan ayah sedang keluar kota sama ibu jadi aku bete aja tinggal sama sendiri di rumah ,,


"kenapa gak nginep aja di rumah gw dan Lo bisa tau calon gw nanti ya walau nanti belum pasti jadi ,,


"enggak kata ayah gw harus di rumah sampai ayah balik ,,


"Lo gak bohong kan Dhi sama gw ,,curiga Dhea ,,


"enggak lah ngapain bohong sama Lo ,,elak nya ,,


*sorry Dhe gw gak bisa jujur kali ini ,,bathin dhias ,,


gw tau Lo bohong Dhi tapi selama Lo diem gw bakal pura-pura gak tau ,, bathin Dhea* ,,


"kalian disini ,,kata Vina yang baru bergabung di taman kampus,,


"yaps dari tadi kemana aja sih kamu ,,


"biasa tadi makan siang dulu sama pacar ku ,oh ya nanti malam jalan yuk ,,


"kemana ,,kali ini Dhias yang bertanya,,


"pacar aku ngajak kita buat ke club' gimana,,


"enggak deh ,,tolak Dhias ,,


"kenapa biasa nya juga kalian bisa ,,


"kalau aku gimana Dhias aja soal nya cuma dia yang bisa buat nyokap percaya dengan alasan ku ,,


"yah pergi dong Dhi ya mau ya seru tau ,,bujuk Vina ,,


"hmmmm aku pikirin deh nanti aku kabarin,,


"oke deh kalau kita kita masuk yuk bentar lagi kan dosen datang ,,ajak Vina ,,


"yuk ,,sahut Dhea dan Dhias hanya mengikuti,,


"haruskah gw bohong sama Tante Siska nanti malam ,,gumam Dhias bimbang ,,


"Dhias pulang terlambat karena ada pelajaran tambahan dan sudah beberapa kali Tante Siska menelpon dan berkirim pesan padanya hanya untuk menanyakan Dhias berada dimana perhatian yang tidak pernah dhias dapatkan di rumah tapi bisa di dapatkan di rumah orang lain ,,


"capek ya ,,tanya Tante Siska begitu Dhias sudah masuk ke rumah,,


"iya Tante bnyak bnget tugas ,,ucap Dhias jujur ,,


"yasudah mandi sekarang abis itu kita makan malam ,,ajak Tante ,,


"iya Tante ,,hmmmm Tante ,, panggil Dhias ragu ,,


"ada apa Dhi,,sahut Tante ,,


"bolehkah malam ini Dhias menginap di rumah Dhea teman ku karena kami akan belajar kelompok disana ,,bohong Dhias ya akhirnya Dhias memilih pergi ke club' ajakan Vina ,,


"menginap sayang ,,tanya nya lagi ,,


"iya Tante boleh ya ,,pinta Dhias ,,


"baiklah apa mau di antar supir ,,


"tidak usah Tante biar aku naik taksi saja ,,


"baiklah kabari Tante bila sudah sampai,,


"iya Tante pasti ,,sahut Dhias yang berjalan menjauh menuju kamar nya ,,


"Dhias dan Dhea benar-benar pergi dengan alasan yang sama sebenarnya mereka hanya butuh hiburan penat dengan kehidupan dan juga pelajaran dan mereka ingin melupakan sejenak beban di hati dan hidup mereka ,,


"wohoohoooo,, seneng gak ,,teriak Vina karena mereka sekarang sudah berada di dalam club' tapi kekasih Vina belum datang ,,


"seneng bnget ,,teriak balik Dhias ,,


"iya tau begini dari dulu aja kita kesini ya kan ,,sahut balik Dhea dengan berteriak pula ,,


"mereka asik dengan berjoget entah bagaimana caranya tapi mereka merasa bebas lepas seperti tidak ada beban niat nya memang Dhias akan ke perusahaan ayah nya setelah pulang dari kampus tadi di batalkan karena dirinya memilih untuk pergi bersama Vina dan Dhea ,,


"Biyan dan kedua sahabatnya ikut karena Biyan yang memaksa dan kenapa tidak menolak malah justru menerima ajakannya karena Enrico butuh hiburan sedangkan Agam juga butuh pelampiasan,,


"mana kekasih mu ,,tanya Enrico,,


"katanya udh di dalam makanya ayo cari gara-gara kalian aku jadi datang terlambat,,kesal Biyan ,,


"kami berdua sibuk asal kau tau ,,bela Agam ,,


"ya kalian pria tua sibuk aku juga sibuk memang nya kalian pikir aku tidak punya kerjaan apa ,, kesal balik Biyan ,,


"sudah mana gadis mu ,,ucap Enrico lagi dan Biyan melihat tiga gadis sedang di lantai bawah bersama dengan dua temannya Biyan memang tidak terlalu mengenal Dhea dan Dhias tapi nama kedua temannya Vina selalu yang menjadi bahan perbincangan mereka ,,


"disana ,,tunjuk Biyan yang berjalan cepat untuk menghampiri sang kekasih gadis kecil nya ,,


"baby ,, panggil Biyan dan Vina menoleh tanpa di pinta pun mereka langsung berciuman dan saling memeluk,,


"menjijikkan,,itulah kata yang keluar dari Dhea dan Dhias setuju walau mereka memang belum punya kekasih tapi mereka tau batasan dan bagaimana bersikap dengan pria ,,


"kau ,,tunjuk Agam ke arah Dhias dan Dhias pun tak kalah kaget nya ,,KA Agam ,,ucap nya dan membuat Dhea cengo ,,KA Agam ,, panggil Dhea tapi yang terjadi malah Enrico langsung menarik Dhea untuk keluar dari club' tersebut tanpa menunggu siapa pun yang bertanya pada mereka ,,


"kita pulang ,, setelah Enrico berhasil menarik Dhea keluar dari club' ,,


"gak mau ,,tolak Dhea ,,


"pulang kataku ,,tegas Enrico,,


"Dhea aku bilang pulang ,,ucap tegas Enrico lagi tapi Dhea seakan tidak takut ,,


"enggak mau pulang ya enggak mau kenapa maksa sih ,,


"Dhea kamu itu belum boleh masuk kesana dan apa Tante tau masalah ini ,, selidik Enrico yang mana membuat Dhea gelagapan,,


"mamah tau kok jadi ka Enrico gak perlu khawatir ,,ucap asal Dhea ,,


"kau yakin apa perlu aku telpon Tante untuk menanyakan kebenaran nya ,, tantang Enrico dan bisa terlihat jelas bahwa Dhea gugup,,


*anak ini liar juga ternyata,,bathin Enrico,,


sial kalau mamah tau bisa di hukum aku kenapa harus ketemu sih ganggu aja ,,bathin Dhea* ,,


"aku bisa pulang sendiri,,


"jadi ini kelakuan kamu ,, sindir Agam yang sudah membawa Dhias pulang dirinya akan mempermalukan gadis itu agar orang tua nya tau siapa gadis yang di anggap baik ini ,,


"turun ,, perintah Agam ,,


"gak mau aku mau balik ke rumah aku aja ,,


"aku bilang turun ya turun cepat ,,ucap keras Agam yang sudah hilang kesabaran nya,,


"Agam masuk rumah dengan terus memegang tangan Dhias takut gadis itu akan kabur sedang kan Dhias yang sudah pasrah entah bagaimana nanti respon kedua orang tuanya nya ,,


"loh Agam kok bisa Dhias sama kamu,,tanya mamah Siska,,


"mamah tanya aja sama gadis ini apa yang dia lakukan di club' ,,ucap Agam ,,.


"club' ,apa maksud mu Agam ,,ucap papah yang penasaran,,


"cepat bilang jangan sok polos kamu gadis licik ,,ucap Agam yang berteriak di wajah Dhias ,,


"hiks,, hiks,, hiks,, hiks Tante maafkan ,,ucap Dhias di sela tangis nya ,,


"sayang apa maksud nya ini kenapa kamu pulang bersama Agam bukan nya tadi kamu bilang akan belajar di rumah teman mu dan menginap disana ,,ucap mamah Siska dan itu semakin membuat Dhias menyesal karena berbohong,,


"mamah gadis licik ini berbohong kepadamu karena aku melihat sendiri bahwa dia berada di dalam club' dengan teman-teman nya kalau tidak percaya tanya sama Biyan dia juga tau kok ,,ucap Agam ,,


"sayang katakan apa itu benar ,, justru pertanyaan itu membuat Dhias semakin menyesal ,,


"maafkan aku Tante dan om sudah mengecewakan kalian ,,ucap sesal Dhias entah kenapa berbohong dan ketahuan seperti ini rasanya menyakitkan,,


"pergilah Dhi Tante melepaskan mu ,,entah kenapa ucapan Tante Siska padanya sangat menyakitkan,,


"Tante aku ,,tak bisa lagi berbicara karena Agam langsung menarik nya ke kamar dan mendorong nya ,, bruk,


"awww,, ringis Dhias karena benturan sofa di kamar Dhias,,


"tidak perlu akting lagi sekarang kemasi barang-barang mu ,,


"Dhias tidak berkata apapun dirinya langsung mengemasi barang-barang nya hanya baju dan beberapa buku tidak bnyak karena pikir nya hanya sementara dhias baru merasakan apa itu keluarga tapi karena dirinya juga kecerobohan nya harus menerima semua ini apa memang Dhias tidak berhak bahagia ibu nya menjauh ayahnya selalu membenci nya tidak ada yang peduli atau sayang padanya ,,


"sampai di bawah pun Tante dan om hanya saling membuang muka sebenarnya Dhias ingin menjelaskan tapi melihat bagaimana mereka kecewa rasanya Dhias tidak sanggup untuk bicara bahkan Agam langsung menarik nya lagi untuk masuk ke mobil ,,


"dan di perjalanan pun Dhias hanya menangis tidak ada percakapan karena sepertinya Agam pun senang dirinya pergi dari rumah nya dan sampai lah mereka di sebuah rumah seperti rumah Agam hanya lebih bergaya modern cukup luas bahkan ada beberapa bodyguard begitu Dhias keluar dan turun dari mobil langsung di sambut oleh bibi yang sepertinya terkejut akan kedatangan nona mereka karena pasal nya nona mereka akan lama berada di rumah orang asing itu tapi kenyataannya baru dua hari sudah kembali,,


"non sudah kembali,,tanya bibi dan pertanyaan itu cukup tanda tanya besar ,,


"dimana kedua orang tua gadis ini katakan,,tanya balik Agam yang akan membuat Dhias semakin malu ,,


"tuan ada di dalam bersama,, ucapan bibi tidak di lanjutkan karena yang di cari sudah keluar bersama yang Dhias sendiri tidak tahu siapa ,,


"kenapa kembali,, pertanyaan ayah nya membuat Agam sedikit bingung,,


"tidak bisa jawab iya huh ,,helaan nafas ayah Dhias dan ,,KENAPA KAU KEMBALI LAGI ANAK SIALAN,,BENTAK NYA DAN ITU CUKUP MEMBUAT AGAM TANPA SENGAJA MELEPASKAN TANGAN NYA DARI DHIAS ,,


"AKU TANYA KENAPA KAU KEMBALI LAGI KESINI ANAK SIALAN SIAPA YANG MENGIJINKAN MU MENGINJAKKAN KAKI LAGI DI RUMAH KU ,,BENTAK NYA LAGI ,,


"ayah ,,lirih Dhias yang begitu sakit ternyata memang dirinya di buang sebegitu bencinya kah sang ayah,,


"jangan sebut aku ayah mu karena kau bukan anakku lagi kau hanya anak pembawa sial ,,ucap nya tanpa memikirkan perasaan putri kandungnya sendiri,,


"Mark sayang siapa mereka ,,tanya wanita seksi yang bergelayut manja pada lengan ayah Dhias ,,


"bukan siapa-siapa hanya orang asing sayang bisakah kamu menunggu ku di dalam udara malam tidak bagus untuk mu ,,ucap lembut kepada wanita yang Agam tau pasti simpanan nya Agam tidak bicara hanya memperhatikan ingin pergi tapi ada rasa tidak tega melihat gadis licik nya di bentak,,


"ayah aku pulang ,,


"jangan panggil ayah kau bukan anak ku pergi lah ke rumah itu dan jangan kembali,,


"ayah aku hanya ingin tinggal dengan ayah aku janji akan lebih patuh pada ayah dan tidak akan menanyakan ibu lagi ayah aku mohon ijinkan aku tinggal disini ,,mohon nya bahkan dhias Sudah berada di kaki ayah nya seperti mengemis sedangkan bibi hanya merasa kasihan tidak berani ikut campur,,


"bangun aku bilang ,,tegas nya tapi sang putri tetap bersimpuh agar di perbolehkan tinggal ,,


"BANGUN AKU BILANG ,, bentak nya dan langsung menendang Dhias Agam yang melihat tidak terima,,


"om dia putri om kenapa om seperti itu,,bela nya ,,


"siapa kau ,,tanya ayah Mark yang baru menyadari ada orang asing,,


"siapa saya tidak penting,,


"maka saya juga tidak perlu menjelaskan,,


"om dia putri om kenapa harus kasar ,,kata Agam yang tidak terima karena Dhias hanya menangis ,,


"pergi dari sini kau ,,usir ayah Dhias ,,


"baik aku akan pergi ,,ucap Agam ,,kita pergi gadis licik ,,kata Agam yang akan membawa Dhias pulang tapi apa Dhias menolak bahkan rangkulan tangan Agam di tepis ,,


"pergilah kak bukan nya ini mau mu aku sudah pulang ke rumah ku dan kau pasti senang jadi pergilah,,usir Dhias karena merasa untuk apa dia kembali ke rumah Tante Siska mereka juga sudah membenci nya tidak ada tempat pulang kecuali ayah nya ,,


"jangan gila kamu ayah mu sudah mengusir mu,,


"AKU BILANG PERGI YA PERGI,,bentak Dhias biarlah dirinya di anggap jahat tidak peduli lagi dan benar Agam yang menerima penolakan lagi pun tanpa pikir panjang pergi karena entah kenapa Agam merasakan sakit di hati nya melihat gadis licik itu menangis ,,


"sudah drama nya ,,sinis sang ayah ,,


"ayah ijinkan aku tinggal disini ,,mohon nya lagi masih berusaha meminta belas kasih ayah nya ,,


"baiklah kau boleh tinggal disini tapi dengan syarat,,


"apa ayah akan Dhias lakukan,,


"kau masih bisa kuliah kau masih bisa melakukan apapun tapi jangan pernah panggil aku ayah paham ,,


"baik tidak masalah tuan ,,


"bagus dan kamar mu sekarang dekat bibi karena nanti kamar yang kau tempati akan aku ubah untuk penerus ku selanjutnya,,


"baik tuan ,,ucap Dhias berusaha tegar ,,


"kerjakan semua sendiri jangan jadi manja dan mulai besok tidak ada supir yang mengantar mu paham ,,


"paham tuan terima kasih sudah mengijinkan saya untuk tetap tinggal ,,kata Dhias yang berusaha tersenyum walau hatinya sakit ,,


,


,


"bersambung,,