AGATHIS

AGATHIS
!



"menikah dengan pria yang di cintai adalah hal yang paling membahagiakan bagi Dhea tidak pernah terpikirkan apa yang akan terjadi di masa depan bahagia atau menderita yang sekarang Dhea rasakan adalah kebahagiaan,,


"tidak sekalipun berharap akan ada kesedihan atau penderitaan setelah menikah nanti tapi kita juga tidak bisa mengetahui bagaimana nasib masa depan karena kita bukan tuhan ,,


"apa kamu sangat bahagia Dhe dengan pernikahan kita ,,ucap sang suami yang sangat bahagia karena akhirnya perjuangan untuk mendapatkan cinta nya terwujud walau sempat di tentang keluarga besar nya tapi pada akhirnya mereka menikah ,,


"aku sangat bahagia mas menikah dengan mu aku berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah hilang ,,kata Dhea karena jujur dirinya juga merasakan kebahagiaan,,


"bagaimana dengan kandungan mu apa baik-baik saja ,,dan ya mereka terpaksa menikah karena satu kesalahan yang mereka buat keluarga besar terpaksa memberikan restu kepada sang wanita yang jelas-jelas dulu di tolak oleh keluarga suami ,,


"mas tenang saja kandungan ku sehat kata dokter seminggu lagi kita akan cek up ya mas ,,ucap Dhea memberitahu,,


"semoga kebahagiaan nya ni akan terus berlanjut ya Dhe karena aku merasakan akan ada sesuatu hal yang aku tak tau apa itu ,,ucap sang suami,,


"mas jangan bicara seperti itu kita akan selalu bersama sampai anak ini lahir ,,ucap Dhea ,,


"sudah satu bulan pernikahan tapi tidak ada perubahan dari sikap keluarga suami kepada Dhea yang ada dirinya selalu di buat lelah bahkan selalu di salahkan di tuduh dan di hina sebenarnya Dhea sangat ingin pergi tapi dirinya tidak bisa pergi begitu saja memikirkan bagaimana nanti perasaan suami nya yang saat ini bekerja jauh Dhea tidak ingin suami jadi kepikiran tentang masalah nya ,,


"tapi makin hari ada saja yang selalu membuat Dhea sedih perlakuan adik ipar bahkan sang ibu mertua yang jelas-jelas memperlihatkan bagaimana tidak suka nya dia dengan Dhea padahal anak yang di kandung Dhea adalah cucu nya sendiri ,,


"BRAKKKKKK,,suara pintu terbuka dengan sangat keras membuat Dhea yang tertidur pulas kaget karena nya padahal dirinya baru tidur beberapa menit yang lalu tapi sepertinya adik ipar nya tidak suka akan hal itu ,,


"bangun Pemalas kenapa hanya tidur saja kerjaan mu ,,bentak adik ipar ,,


"maaf Tini saya lelah dan saya juga baru beristirahat sebentar ,,ucap Dhea membela dirinya ,,


"aaaalah alasan saja kau memang pemalas bagaimana bisa mas ku bisa jatuh cinta padamu pasti kamu guna-guna kan jawab ,,bentak nya ,,


"apa maksud mu bicara seperti itu Tini mba tidak melakukan apapun kami saling mencintai apa itu salah ,,


"jelas salah kau bukan level kami pasti juga anak yang kau kandung bukan anak putra ku ya kan ,,kali ini sang ibu mertua yang ikut menimpali hancur jelas perasaan siapa yang tidak hancur anak nya di hina bahkan sebelum lahir ,,


"apa maksud ibu bicara seperti itu saya tidak melakukan dengan orang lain kami melakukan ya karena saling mencintai apa itu salah ,,


"jelas salah kau hanya dari keluarga miskin tidak pantas dengan keluarga kami yang memiliki martabat apa itu kurang jelas ,,hina sang ibu mertua ,,


"Bu sebaiknya wanita ini usir saja ,,saran sang anak ,,


"kalau di usir nanti mas mu nanya gimana ,,


"bilang aja wanita ini pergi dengan pria lain atau bilang dengan bapak kandungnya,,saran Tini dan ibunya setuju ,,


"tanpa belas kasih Dhea yang sedang hamil 4 bulan di seret dengan tidak berprikemanusiaan ada beberapa warga yang ingin menolong tapi bisa apa mereka tidak berani hanya menjadi penonton bagi ketiga wanita itu Dhea di antarkan pulang ke rumah keluarga nya di berikan begitu saja yang berarti sudah mempermalukan orang tua Dhea sedangkan Dhea sudah memohon agar tetap tinggal sampai sang suami kembali ,,


"aku mengantarkan anak mu yang pembawa sial ini kepada kalian dan ingat jangan pernah Dhea kembali lagi ke rumah kami ,,ancam ibu mertua ,,


"tapi Dhea menantu ibu ,,ucap ibu nya Dhea ,,


"dia bukan menantu ku dia hanya ingin harta yang kami miliki bahkan anak yang di kandung nya pun bukan cucu kami ,,bentak sang mertua ,,


"cukup Bu jangan ucapkan kata-kata itu lagi ini anak mas Anto Bu kalau ibu tidak percaya tanya saja sama mas Anto ,,ucap Dhea yang menangis begitu sakit saat keluarga suami menolak nya kenapa tidak dari awal saja kenapa,,


"buat apa Anto itu sudah kamu guna-guna pasti bakal bela kamu sekarang kamu pergi dari kampung ini jangan pernah kamu muncul di kampung ini lagi ,,usir sang mertua di depan kedua orang tua Dhea ,,


"pergilah ,,ucap sang ayah dan itu menambah luka di hati Dhea bagaimana bisa ayah yang Dhea harapkan akan membela nya justru mengusir nya juga ,,


"pak Dhea mau tinggal disini apa tidak ada tempat untuk Dhea ini juga cucu bapak ,,ucap Dhea dengan memohon tapi apa semua sia-sia,,


"Bu tolong Dhea Bu kemana Dhea harus pergi dan tinggal Bu tolong Dhea Bu ,,mohon nya pada sang ibu yang juga ikut merasakan sakit di hatinya ,,


"gak usah pura-pura sedih dasar wanita licik ,,ucap pedas sang kakak ,,


"KA tolong Dhea KA kemana harus pergi Dhea gak ada tujuan tolong Dhea KA ,,


"aku gak mau ikut campur urusan kamu ya kan udh dari awal jangan buat kesalahan tapi kamu malah buat kesalahan jadi tanggung sendiri akibat nya ,,


"udh Bu ayo kita pulang ,,ajak adik ipar Dhea kepada ibu mertua nya dan mereka pergi begitu saja ,,


"urusan kita sudah selesai jadi jangan ganggu keluarga ku lagi dan kau wanita sial pergi dari kampung ini segera atau kamu akan tau akibatnya,,ancam ibu mertua yang pergi meninggalkan Dhea yang memohon untuk tetap tinggal di keluarga nya tapi tidak ada yang peduli bahkan mereka meninggalkan Dhea begitu saja ,,


"Dhea tidak benar pergi dari kampung dirinya masih tinggal hanya saja tidak banyak yang tahu Dhea tinggal dimana si sebuah gubuk yang di sediakan ayah nya walau memang ayah nya sangat benci tapi bagaimana Dhea putri nya sang ibu akan tiap hari mengantar kan makanan untuk Dhea bahkan kadang buah-buahan untuk sang putri ,,


"bagaimana bisa Dhea pergi Bu kemana Bu ,,tanya Anto yang baru saja tiba tapi mendapat kabar sang istri kabur ,,


"ibu juga gak tau nak Dhea pergi bersama pria lain katanya itu ayah kandung dari anak yang ada di perut nya ,,bohong sang ibu ,,


"Bu anak yang Dhea kandung anak ku Bu aku tau siapa Dhea tidak mungkin mengkhianati ku Bu sekarang katakan bagaimana Dhea bisa pergi ,,


"bener mas kami tidak sengaja mendengar Dhea mengobrol dengan pria yang kami tidak tau siapa mas terus besok nya gak ada di kamar mba Dhea kami sudah cari di rumah keluarga nya tapi gak ada yang tau ada warga bilang Dhea pergi bersama pria asing mas gak tau kemana,,cerita sang adik ,,


"jangan berbohong padamu Tini aku tau bagaimana istri ku ,,keukeuh Anto ,,


"terserah mas saja aku mau pergi saja mau jalan sama pacar ku ,,ucap santai Tini yang sangat puas mengompori mas nya ,,


"DAN AKU TIDAK PERCAYA ,,teriak Anto saat melihat adik nya pergi ,,


"Anto dengar ibu nak Dhea bukan wanita baik-baik karena itu kamu lupakan dia ya nak ibu hanya tidak ingin kamu terluka nak Dhea saja pergi tidak memikirkan perasaan ibu yang sudah baik padanya dan adik mu yang selalu memperhatikan nya baik dari makan dan ngidam nya tapi Dhea memang tidak ingin bersama kita ,,lirih sang ibu dengan air mata palsu nya ,,


"Bu aku akan tetap mencari Dhea karena bagaimanapun Dhea sedang hamil aku gak mau anakku kenapa-kenapa,,ucap Anto tetap ingin Dhea kembali ,,


"Bu tolong mengerti aku Bu Dhea sedang hami anak ku bagaimana bila terjadi sesuatu aku tidak ada di samping nya Bu aku mencintai Dhea Bu apapun itu siapa ayah yang ada di kandungan Dhea tetap istri ku Bu tolong Mengerti aku ,,


"pergilah jika kamu tetap memilih wanita itu tapi jangan pernah kembali lagi ,,ucap sang ibu ,,


"Bu jangan seperti ini ,,Anto yang mulai bimbang,,


"IBU BILANG PERGI ,,bentak sang ibu yang mana membuat Anto mengalah dan sudah pasti sang ibu senang walau hanya bisa di ungkapkan di hatinya ,,


bagus nak kamu tidak akan ibu ijinkan mencari wanita sialan itu tidak akan pernah,,


**


"Dhea mau apa lagi nak ,,tanya sang ibu yang melihat bagaimana putri kesayangan nya memakan dengan lahap ,,


"mau mangga Bu tapi bapak yang bawa in ya ,,dan itu adalah hal yang mustahil memang yang membuat gubuk itu bapak nya Dhea tapi selama Dhea tinggal belum sama sekali sang ayah datang ,,


"minta yang lain saja ya nak bapak lagi sibuk di kebun ,,bohong sang ibu,,


"tapi Bu bukannya bapak selalu di rumah ,,ucap Dhea yang memang kenyataannya seperti itu ,,


"Dhea kamu tau kan bapak bagaimana jadi jangan meminta hal yang tidak mungkin,,


"baiklah bisa besok masakin aku bakwan jagung Bu Dhea pengen makan itu sama mangga ,,ucap Dhea ,,


"iya nak besok ya sekarang ibu pulang dulu ini minuman nya dan ini cemilan nya Dhea jangan kemana-mana ya sudah mau malam ,,ucap sang ibu yang pergi meninggalkan Dhea dengan sejuta kesedihan,,


jaga putri ku dari bahaya aku mohon ya tuhan ,,


"sejahat nya seorang ibu Setega nya seorang ayah pasti akan peduli pada putri nya saat sang putri terluka walau cara mereka memperlihatkan kepedulian sangat berbeda tapi pasti terlihat jelas seperti bapak nya Dhea memang membenci Dhea tapi sebenci apapun bapak nya dia bakal tetap lindungi anak nya begitu juga sang ibu ,,


"Dhea menjalani hari-hari nya hanya duduk saat pagi berjemur dan saat dirinya bosan tidak pergi jauh karena nanti bapak nya akan marah Dhea tidak mau itu terjadi dan ibu hanya akan datang pagi ,,siang ,,dan sore saat makan malam ,,


"saudara Dhea sebenarnya peduli hanya saja kita tidak tau kenapa bisa membenci Dhea begitu dalam apa sebabnya nya pun tidak ada yang tahu pasti ,,


**


"tanpa sepengetahuan ibu nya Anto tetap mencari Dhea karena bagaimanapun Dhea masih menjadi istri nya dan Anto tetap yakin anak yang di kandung Dhea adalah anak nya darah daging nya ,,


"Bu katakan dimana Dhea Bu saya tahu ibu pasti menyembunyikan Dhea kan ,,


"anto ibu benar-benar tidak tahu Dhea kemana ,,


"Bu jangan bohong kepadaku Bu aku yakin ibu pasti bohong kan Dhea masih di kampung ini kan ,,


"Anto sebaiknya ceraikan Dhea itu pilihan terbaik buat Kalian Dhea adalah putri ku dan kelakuan nya membuat ku dan keluarga kecewa ,,


"Bu Anto yakin anak itu anak Anto Bu jangan memfitnah Dhea seperti ibuku ,,ucap Anto yang mulai kesal ,,


"maafkan ibu nak Anto tapi memang itu kenyataan nya Dhea tidak sebaiknya yang nak Anto katakan,,


"aku pergi Bu besok aku akan kesini lagi ,,ucap Anto yang pergi dari rumah Dhea ,,


"Bu kenapa gak bilang aja sih Dhea tinggal di dekat kebun bapak ,,ucap kakak Dhea ,,


"ini adalah pilihan yang terbaik untuk Dhea biarkan saja Dhea belajar melupakan Anto lagian Mau sampai kapanpun kita tidak akan pantas untuk keluarga mereka ,,


"Bu aku tau ibu sangat peduli dengan Dhea tapi anak itu sudah membuat kita menderita selama ini apa ibu akan terus menutupi nya mau sampai kapan Bu ,,kesal kakak Dhea ,,


"diam kamu Retno sampai kapanpun Dhea tetap adik mu dan tidak ada yang bisa mengubah itu ,,


"terserah karena sampai kapanpun Dhea bukan adik ku dan aku tidak akan pernah mengakui Dhea adik ku tidak akan bahkan bila sampai dia mati ,,


"RETNO,,bentak sang bapak yang mendengar ucapan anak nya ,,


"kenapa pak Retno tau bapak membenci Dhea kan selama ini bapak diam tapi aku tau bapak sangat tidak menyukai anak itu tapi kenapa sekarang Retno lihat bapak mulai menyayangi nya apa karena nasib Dhea yang sekarang kenapa tidak kita nikahkan dengan pria lain Agar Dhea tidak jadi beban,,


"beban kamu bilang Retno jaga ucapan mu selama ini bapak diam karena berharap kamu akan bisa menerima Dhea adik mu ternyata bapak salah ,,


"pak aku tau Dhea bukan anak kandung bapak kenapa bapak menyangkal itu pak ,,


"tutup mulutmu,,bentak nya ,,


"hanya karena anak sialan itu bapak membentak ku ,,kesal Retno yang pergi masuk kamar nya ,,


"seharusnya jangan terlalu keras dengan Retno ,,


"Bu kamu pasti bagaimana dikucilkan dan aku tidak ingin Retno semakin membenci Dhea bagaimana pun Dhea tidak salah ,,


"bapak benar Retno hanya salah paham ,,


"Bu apa sudah ke gubuk bukan nya ini waktunya Dhea makan siang ,,


"ya ampun pak ibu lupa yasudah ibu dapur dulu ,,kata sang istri yang akan mempersiapkan makanan untuk Dhea makan,,


maafkan bapak ya nak ,,bathin sang bapak ,,