
"keputusan ayah sudah final kamu akan tinggal dengan teman ayah ,, perintah ayah Mark ,,
"tapi ayah kenapa aku harus tinggal disana memang nya kenapa bila aku tetap disini ,,tanya Dhias yang begitu terkejut saat sang ayah mengatakan untuk Dhias tinggal dengan orang lain ,,
"ini untuk kebaikan mu jadi turuti mau ayah kau ingat perjanjian nya bukan ayah harap kamu tidak lupa Dhi ,,ucap sang ayah ,,
"tapi ayah boleh aku minta satu hal ,,kata Dhias ,,
"katakan ,,
"boleh aku peluk ibu hanya satu kali saja ,,pinta Dhias karena selama ini dirinya sangat di jauhi oleh ayah nya untuk tidak dekat dengan ibu nya ,,
"tidak boleh dan segera kemasi barang-barang mu supir akan mengantar mu kesana ayah sibuk dan jangan coba-coba dekati ibu mu atau kau akan tau akibatnya,, ancam sang ayah yang berlaku pergi meninggalkan rumah ,,
"non yang sabar ya mari non bibi bantu ke kamar dan bibi bantu buat siapin semua nya,,
"makasih ya bi oh ya bi ibu ada dimana ,,tanya Dhias ,,
"ibu pergi non gak lama non berangkat kuliah ibu pergi ,,
"apa bibi gak tau Kemana ibu pergi ,,
"tidak tahu non maaf ya non lebih baik non segera bersiap bibi gak mau kalau tuan kembali non belum bersiap ,,ajak bibi yang sebenarnya kasihan dengan anak majikan nya hanya karena seorang perempuan maka di asingkan ,,
"Dhias terus memandang kamar kedua orang tuanya ada rasa penasaran di dalam kamar kedua orang tuanya seperti ada sesuatu yang di sembunyikan tapi apa Dhias tidak tahu bahkan dulu pernah hampir membuka pintu kamar kedua orang tuanya Dhias harus menerima tamparan keras dari ayah nya yang memarahi nya dan menghukum nya beberapa hari di gudang hanya baru ingin membuka pintu kamar,,
"apa mama serius ,,tanya Agam ,,
"iya mama serius Agam hanya sementara tidak akan lama ,,ucap sang mamah ,,.
"mah bagaimana bisa kita menerima orang asing di rumah ini apa ayah yang minta ,,
"Agam hanya sementara lagipula dia gadis yang baik ,,
"mama tidak berniat menjodohkan aku dengan nya bukan ,,
"mana ada mama menjodohkan kamu pakai cara lama tenang saja anggap saja gadis itu adik mu ,,
"adik mama bercanda aku punya adik kalau mama tidak lupa ,,
"mama tau Micel kan kuliah di luar negeri anggap itu Micel adik mu tidak ada salah nya bukan ,,
"terserah mama tapi kalau ini masalah perjodohan aku menolak dengan tegas ,,ucap Agam yang langsung pergi ke kamar nya ,,
"anak itu selalu seperti itu memilih wanita saja salah ,,gumam mamah,,
"Dhias sampai di rumah yang cukup besar baginya walau sama besar dengan rumah nya tapi ini jauh lebih indah dan bagus ,,
"terima kasih pak bilang sama ayah aku sudah sampai ,,
"baik non maaf saya hanya di tugaskan tuan untuk mengantar non sampai rumah ini apa tidak apa-apa non ,,
"tenang saja pak saya akan baik-baik saja pak min boleh pulang ,,
"baik non jaga diri non ya saya harap kita bisa bertemu lagi ,, ucapan pak min jelas membuat hati Dhias tidak tenang kenapa harus bicara seperti itu kan ayah nya bilang hanya sementara kenapa seperti berkata tidak akan bertemu lagi ingin bertanya tapi tidak jadi karena ada wanita yang seusia ibu nya keluar dengan sangat gembira,,
"DHIAS SAYANG,,teriak seseorang yang Dhias belum tau siapa tapi sepertinya wanita tua itu sudah sangat mengenal Dhias ,,
"selamat sore Tante ,,sapa Dhias ,,
"cantik nya ,,jangan panggil Tante panggil saja mama anggap aku mamah mu ya sayang ,,ucap senang ibu Agam ,,
"iya mah ,,ucap gugup Dhias ,,
"nah begitu dong sekarang ayo masuk biar mamah kasih tau kamar kamu ,,Dhias kamu tau mamah sangat senang kamu tinggal disini dan kamu tau mamah langsung mendekorasi kamar kamu agar kamu nyaman ,,cerita mamah Agam yang bernama Siska ,,
"tapi mah apa harus seperti itu kan Dhias hanya tinggal sementara ,,ucap pelan Dhias takut wanita yang di sebut mamah tersinggung ,,
"hmmmm sudah gak usah di pikirkan ya nanti saja itu kita bahas sekarang lebih baik Dhias istirahat dan nanti malam kita akan malam bersama ,,
"baik mah Dhias masuk dulu ,,pamit Dhias yang membuka pintu kamar terlihat sangat indah bahkan ada beberapa boneka Teddy bear di ranjang nya tidak hanya itu meja belajar sangat bagus dan cat kamar adalah warna kesukaan Dhias biru kamar yang sangat jauh berbeda dengan kamar nya yang berada di rumah ,,
"papah sudah pulang ,,sambut mamah Siska ke suami nya ,,
"iya mah seperti nya ada yang terlihat bahagia nih ,,goda papah Alex ,,
"jelas dong pah kan Dhias sudah bersama kita ,,
"gadis itu sudah datang ternyata Mark menepati janji nya ,,
"ya tapi mungkin butuh waktu untuk Dhias beradaptasi di rumah ini ,,
"mamah tenang saja semua akan baik-baik saja ,,
"iya pah mamah hanya berharap Dhias bisa nyaman di rumah kita dan aku tidak menyangka Mark akan melakukan itu,,kesal sang istri dan sang suami hanya menenangkan nya ,,
"makan malam kali ini Dhias merasakan perbedaan nya apalagi dengan keluarga lengkap seperti sekarang makan malam bersama papah dan mamah juga kakak laki-laki yang belum sama sekali Dhias rasakan karena dulu setiap sarapan dan makan malam hanya akan makan di temani bibi dari kecil hingga dirinya sudah dewasa seperti sekarang maka tanpa sengaja Dhias meneteskan air mata,,
"sayang kenapa menangis ,,tanya mamah Siska ,,
"apa makanan nya tidak enak biar mamah suruh bibi ganti masakan nya atau kamu mau makanan lain ,,ucap mamah Siska,,
"hiks,, hiks,, hiks,, hiks tangisan itu bukan nya mereda tapi makin kencang bagaimana tidak Dhias merasakan di perhatikan tidak seperti dulu mau itu makanan enak atau tidak dulu tidak ada yang bertanya tidak ada yang menanyakan kenapa menangis sekarang baru tinggal di rumah yang asing baginya tapi perhatian sudah berlimpah,,
"Dhi tidak apa-apa mah hanya saja terharu dengan semua ini ,,
"jangan berpura-pura lugu aku tau kau hanya ingin mencari simpatik kedua orang tua ku tapi aku tidak akan tersentuh dengan itu ,,ucap Agam yang dari awal melihat sudah tidak suka dengan Dhias ,,
"Agam jaga bicara mu ,,ucap papah Alex ,,
"pah sekarang papah membela dia apa papah lupa dia hanya menumpang dengan kita dan jangan pernah ada yang menggantikan posisi adik ku kau tau aku sangat membenci mu ,,ucap tegas Agam ,,
"maafkan saya bila memang anda terganggu kalau begitu saya permisi mah pah maaf saya ke kamar lebih dulu terima kasih makan malam nya ,,pamit Dhias yang kembali ke kamar nya ,,
"Agam papah kecewa padamu ,,ucap papah Alex ,,
"pah dia hanya akan merusak keluarga kita ,,
"Agam jangan membenci Dhias nak dia gadis yang baik ,,
"mamah juga membela nya apa yang kalian lihat dari anak manja itu apa kalian berniat mengangkat nya anak apa kalian tidak memikirkan perasaan Micel adik ku ,,
"Agam papah tidak ada pikiran seperti itu jaga ucapan mu ,,
"bahkan papah sekarang berbicara kasar padaku ,,
"maafkan papah nak aku sudah selesai,, ucap papah yang pergi meninggalkan meja makan ,,
"Agam makan mu lanjutkan mamah sudah selesai ,,ucap mamah yang juga pergi ,,
"kita lihat sampai di mana kamu akan bertahan,,gumam Agam ,,
"Dhias menghubungi Dhea karena hanya gadis itu yang mengerti dirinya saat ini tapi apa Dhea bahkan seperti nya sibuk ini kali pertama Dhea tidak langsung menjawab telepon darinya ,,
"apa Dhea sudah tidur ,,
"apa Dhea kehabisan baterai ,,
"atau Dhea ada acara lain dengan keluarga nya ,,
"begitu bnyak pertanyaan di dalam pikiran Dhias yang mencoba mengerti Dhea juga punya kehidupan,,
"Dhi mungkin sudah saat nya kamu tidak bergantung dengan Dhea karena bagaimanapun nanti Dhea akan menikah dan kamu tidak boleh ada di antara mereka jadilah wanita kuat ,,gumam nya pada diri sendiri,,
"BRAKKKKKK,,keras pintu terbuka disana terlihat pria itu sangat marah padanya padahal Dhias tidak tahu apa salah nya,,
"KAU PUAS HAH PUAS MEMBUAT KEDUA ORANG TUA KU MEMBELA MU APA NIAT MU TINGGAL DI RUMAH INI APA KAU INGIN MENGGANTIKAN ADIK KU IYA SIMPAN BAIK-BAIK KEINGINAN MU ITU GADIS LICIK ,,BENTAK NYA ,,
"AGAM ,,BENTAK BALIK MAMAH SISKA ,,
"APA MAH APA MAU BELA GADIS INI LAGI ,,TUNJUK KE WAJAH DHIAS YANG HANYA MENUNDUKKAN KEPALA NYA ,,
"Dhias sayang jangan di masukan ke hati ya ucapan Agam dia hanya bercanda agar lebih akrab dengan mu ,,
"AGAM TIDAK BERCANDA MAH AGAM SERIUS ,,BENTAK NYA LAGI ,,
"KELUAR DARI KAMAR DHIAS KELUAR MAMAH BILANG ,, TERIAK MAMAH ,,
"ADA APA INI ,DAN KENAPA KALIAN ADA DI KAMAR DHIAS ,,TANYA PAPAH ALEX YANG MENDENGAR RIBUT-RIBUT DI LANTAI ATAS ,,
"Dhias kenapa nak papah tanya apa ada yang terluka ,,tanya lembut papan Alex yang mana membuat Dhias benar-benar merasa penting dan itu membuat nya terharu,,
"cihhhhhh gadis yang licik mencari simpatik dari orang lain memalukan,,sindir Agam pada Dhias ,,
"PLAK,, tamparan keras yang papan berikan pada Agam,,
"pergi papah tidak mau kau membuat masalah tinggal lah di apartemen,,usir papah Alex,,
"PAPAH BERANI MENAMPAR KU HANYA DEMI DIA PAH AKU PUTRA MU DIA ORANG LAIN YANG BAHKAN KEHADIRAN NYA BELUM ADA SATU HARI DAN PAPAH TEGA MENAMPAR KU DEMI DIA ,, BENTAKAN DAN ARAH TANGAN AGAM KE DHIAS YANG MENANGIS DAN MENUNDUK,,
"pah jangan seperti ini ,,pinta sang istri,,
"ini untuk kebaikan nya agar Agam bisa lebih menghargai perasaan wanita ,,
"cihhhhhh aku akan pergi semoga kalian tidak menyesal ,,ucap Agam dengan penuh emosi ,,
"nak lebih baik istirahat ya jangan lupa kunci pintu nya jangan di pikirkan soal Agam biar saja dia sudah dewasa bisa menjaga diri ,,
"mah seperti nya aku akan memanggil kalian Tante dan om saja ,,
"kenapa sayang ,,tanya mamah ,,
"agar KA Agam tidak semakin membenci ku dan aku mohon Tante tidak memaksa ku memanggil nama lain ,,pinta Dhias karena bagaimanapun dirinya harus sadar diri hanya menumpang,,
"Agam yang sekarang menempati apartemen yang memang sudah di sediakan papah nya karena dulu Agam yang minta ingin tinggal mandiri tapi tidak dengan cara mengusir nya hanya karena satu gadis yang baru Agam kenal bahkan Agam yakin Dhias wanita licik dengan wajah sok polos nya dan Agam benci itu ,,
"kenapa dengan wajah mu kawan ,,tanya Enrico yang langsung ke tempat Agam saat di telpon,,
"aku sedang kesal dengan satu gadis ,,
"wow ,,wow , bagaimana bisa siapa gadis itu,,
"aku malas menyebutkan nama nya yang jelas gadis itu begitu licik aku yakin ada maksud gadis itu masuk ke kehidupan keluarga ku bahkan mamah Dengan begitu senang nya memanjakan gadis itu ,,
"apa sebegitu hebat pesona gadis itu hingga kau merasa tersaingi Agam hanya gadis kecil kenapa harus sampai pindah ,,kata Enrico,,
"ada apa ini bro ,,sapa Biyan yang baru tiba langsung duduk di disebelah Enrico,,
"dengarkan saja dulu baru ikut berkomentar,,sahut Enrico,,
"justru karena gadis itu aku di usir papah ,,
"WHAT ,,?
kompak kedua nya dan mereka saling pandang satu sama lain,,
"apa tidak salah om Alex membela gadis itu dan mengusir putera nya sendiri gila sih ,,ujar Enrico,,
"memang ada apa sih usir siapa usir terus gadis yang mana yang kalian bahas ,,tanya Biyan yang belum paham ,,
"Agam yang tidak ingin membahas membuat Enrico mengalah dan mulai menceritakan permasalahan nya dan Biyan tidak percaya dengan om Alex yang begitu membela gadis yang baru saja masuk di keluarga mereka ,,
"tadi kamu bilang orang tua nya kaya kan kenapa menitipkan di rumah om Alex bukan nya aneh ,,ujar Biyan ,,
"bener juga sih aneh aja gtu gadis yang baru di kenal tiba-tiba langsung diterima di keluarga kan cukup aneh apalagi di bela sebegitu nya ,,ucap Enrico menimpali apa yang Biyan pikirkan,,
"huh jujur gak mau sampai Micel tau Karena pasti kecewa banget adik gw oke sekarang masih kuliah di luar negeri tapi kan pasti balik sebentar lagi libur panjang kuliah nya ,,ucap Agam ,,
"kenapa gak Lo cerita in aja ke Micel biar kaga terlalu terkejut adik Lo itu ,,
"nomor nya sibuk udh Beberapa kali gw telepon tapi gak bisa ,,
"tahan aja dulu gw jadi penasaran emang semenarik apa sih tuh gadis kecil yang di bela dan di jaga bnget perasaan nya sama orang tua Lo ,,ucap Biyan ,,
"pagi ini semua jadi aneh bagi Dhias mereka saling diam apa mungkin benar kehadiran aku ini salah datang ke keluarga mereka apa sebaiknya Dhias datang ke perusahaan ayah nya dan bertanya kenapa harus pindah kenapa harus menumpang kan bisa ayah nya membeli satu apartemen untuk nya daripada harus menghancurkan keluarga lain ,,
"di makan sayang kamu kan harus kuliah lagi ini ,,ucap mamah Siska dengan lembut dan Dhias tau mamah Dhias pasti sedih ,,
"iya Tante ,,sahut Dhias sedangkan om Alex pun hanya terdiam dengan makanan semua larut dengan pikiran masing-masing,,
"Dhias di antar ke kampus dengan supir yang sudah di siapkan oleh Tante Siska walau awalnya Dhias menolak dan akan naik taksi tapi dengan tegas dan memaksa Tante Siska memohon agar aku mau di antar dengan supir yang sudah di siapkan,,
"aku pergi dulu Tante ,,pamit ku ,,
"iya sayang hati-hati ya ,,jawab Tante Siska yang begitu senang karena aku mau di antar oleh supir nya ,,
"tapi tepat saat sudah keluar dari rumah tersebut aku meminta di turunkan di pertengahan jalan dan memilih baik taksi bukan tidak menghargai hanya saja Dhias ingin mandiri sudah cukup menyusahkan orang pikir nya ,,
"tapi non nanti nyonya marah ,,kata supir Tante Siska,,
"tidak marah pak begini saja bapak tunggu beberapa menit atau paling tidak satu jam kayak nya ke kampus kurang satu jam perkiraan bapak aja baru abis itu balik ke rumah atau tunggu saya di pertengahan ini lagi nanti ,,
"apa benar tidak apa non ,,
"tidak apa-apa pak saya jamin ,,ucap Dhias yang langsung turun dan memberhentikan taksi walau sempat Tarik menarik antara supir Tante dan aku yang akhirnya aku bisa pergi ,,