Absolute Magic

Absolute Magic
BAB 9 : MASA LALU VASKO



...~~~~~...


...~~~~~...


saat itu ketika vasko masih berumur 11 tahun dan sebentar lagi akan lulus sekolah dasar.


vasko bahkan tidak pernah bebicara atau menyapa teman sekelasnya ia hanya diam dikursinya dan jika vasko bergerakpun itu hanya untuk mengambil bekal makan siang miliknya atau menyapa guru saat pagi hari ketika belajar baru dimulai.


ketika pelajaran telah usai yang ia lakukan hanya menunggu jemputan didepan pintu kelasnya dan tidak berpergian kemana-mana lagi.


teman teman sekelasnya mengangap vasko itu aneh karena vasko selalu diam seperti batu didalam kelas dan memiliki wajah lesuh dan muka pucat dengan tatapan kosong dimatanya.


...----------------...


...----------------...


"hei kenapa kau hanya diam saja seperti orang bodoh!!"ucap seorang anak perempuan kepada vasko


vasko menegakan kepalanya sedikit keatas dan melihat gadis kecil sedang memarahnya,ini pertama kalinya vasko melihat ada seseorang yang memperhatikan hidupnya didunia ini.


vasko mesih belum tahu tentang bagaimana dia harus menjawab omongan gadis itu sehinga itu membuat gadis kecil itu menunggu lama dan membuatnya semakin tambah marah.


"hei!! apa kau mendengarku?jawab bukan cuma melihat kearahku!!"ucap gadis itu.


mendengar itu vasko vasko ingin menjawab gadis itu tapi tiba-tiba guru yang mengajar pada saat itu menghampiri mereka dan menegur gadis itu karena mengangu orang lain ketika mereka sedang belajar.


gadis itu bukanya diam dan duduk dibangku miliknya tapi malah melawan guru dan bilang bahwa vasko adalah orang aneh dan itu sangat membuatnya tergangu dengan sikapnya


"bu! tapi dia selalu saja memasang wajah yang lesuh,dia bahkan tidak pernah berbicara sedikitpun padaku atau bahkan teman-teman lainya"ucap gadis itu


"ibu tahu tapi kamu juga tidak pantas loh berbicara kasar kepada teman sekelasmu feby,benar begitu anak anak"ucap guru itu dengan tersenyum.


gadis itu tetap ingin memarahi vasko bahkan ketika guru sedang menasehatinya,anak-anak lainya mulai memangil feby supaya kembali ketempat duduknya dan sudah cukup dengan memarahi vasko tentang sikapnya.


feby pun segera pergi meningalkan vasko dan kembali ketempat duduknya,pelajaranpun dilanjutkan.


"ting!!ting!!ting!!ting"


lonceng berbunyi menandakan pelajaran telah selesai anak-anak lain berteriak kegirangan mendengar itu.


tapi vasko tidak menunjukan ekpresi sama sekali yang ia lakukan hanyalah mengemasi buku-buku miliknya dan segera diam menunggu didepan pintu kelasnya.


ketika yang lainya berlarian meningalkan kelas,kelas yang tadinya ramai sekarang hanya tersisa vasko dan gadis kecil yang tadi memarahi vasko.


meski gadis itu ada disampinya vasko tidak ber'ekpresi sedikitpun dan hanya melihat jalanan didepanya,vasko bahkan tidak bertanya maupun menyapa gadis itu meski dia berada tepat disisinya.


"hei kau! emmm aku..."ucap gadis itu dengan memainkan tangan kecil miliknya


mendegar gadis itu mulai berbicara kepada vasko,vasko segera menoleh kearahnya dan menatap mata gadis itu karena vasko takut jika nanti gadis itu kembali memarahinya seperti tadi.


"kenapa kau menatapku seperti itu?padahal tadi kau bahkan tidak peduli ketika aku bertanya kepadamu"ucap gadis itu.


"mmm..... maafkan aku tentang tadi sebenarnya aku tidak tahu apa yang harus aku jawab"ucap vasko dengan menundukan kepalanya.


"ptttt phahahah aku tidak menyangka seorang penyendiri sepertimu sebenarnya hanya tidak bisa berbicara dengan orang lain hahaha"ucap gadis itu dengan tertawa terbahak-bahak.


vasko terheran-heran mendengar jawaban gadis itu karena bagi dia itu adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan.


"hahaha apa kau tidak tahu bahwa orang-orang dikelas membicarakanmu?mereka bilang bahwa kau adalah seorang pemangil hantu yang hahaha"ucap gadis itu dengan tertawa keras.


"apaaa!! aku tidak seperti itu"ucap vasko dengan terkejut.


"haha aku tahu itu,oiyah aku feby aku pikir kita belum pernah berkenalan dengan benar selama sekolah disini"ucap feby dengan mengajukan tanganya dan tersenyum.


"emmm ya salam kenal"ucap vasko dengan memegang tangan feby.


setelah hari itu feby dan vasko mulai dekat dan feby seringkali mengajak vasko berbicara dimeja belajar sekolah milik vasko dan menunggu jemputan bersama-sama.


setelah bertemu dengan feby vaskopun sudah tidak terlalu malu lagi berbicara dengan orang lain seperti sebelumnya dan vasko juga sudah mulai mencoba merubah penampilanya.


feby juga sering mengajak vasko untuk bermain dirumahnya untuk bermain game.


karena rumah mereka lumayan dekat vasko juga sering bermain kerumah feby bersama teman sekelas mereka.


......................


......................


......................


"hei vasko apa kau tahu kemampuan orang ini sangat hebat"ucap feby yang sedang menunjuk karakter game.


"benarkah? memangnya apa yang dia bisa?" ucap vasko.


"dia bisa bergerak cepat dengan sihir seperti ninja dan mengeluarkan api ber'bentuk naga dri tanganya"ucap feby dengan penuh keyakinan.


"benarkah!! wow itu sangat hebat aku harap aku juga bisa berlari secepat dia haha"ucap vasko dengan tawa kecil.


"bodoh mana mungkin kau bisa melakukan itu haha"ucap feby.


tak terasa mereka berbicara sore haripun akhirnya tiba dan vasko akan segera pulang kerumahnya.


tapi feby inggin mengantarkan vasko hingga sampai kerumahnya vasko sudah menolaknya untuk berkali-kali tapi feby tetap ingin mengantarnya.


"tidakk!!! aku akan mengantarkanmu sampai rumahmu"ucap feby dengan marah.akhrinya vasko membiarkan feby untuk mengantarkan vasko sampai rumahnya.


sepanjang jalan feby tidak pernah berhenti berbicara dan ia juga selalu bertanya kepada vasko tapi pertanyaan terakhirnya yang selalu vasko ingat sampai sekarang itu.


"hei vasko!apa yang akan kau lakukan jika aku mati sekarang?"


"aku tidak tau mungkin aku akan mati juga haha"ucap vasko dengan tawa kecil.


pada saat itu aku belum paham apa yang diucapkanya dan aku hanya mengangap itu sebagai candaan saja.


"kau tidak boleh seperti itu kau harus bertahan sampai akhir bahkan jika aku telah mati sekalipun kau paham!!"ucap feby denang tegas


"emmm ya tentu saja"ucap vasko dengan berkeringat karena terkejut dengan ucapan feby.


"kau harus menjawabnya denga-"ucap feby


tiba-tiba segerombolan anjing liar yang mengongong dan berlari kearah vasko dan feby yang sedang berjalan.


ketika itu feby berteriak ketakutan dan vasko menarik feby kebelakang vasko untuk bersembunyi.


vasko mencoba untuk betahan dengan ketakutanya agar bisa membuat feby tidak panik tapi apa boleh buat feby sudah sangat ketakutan dibelakang vasko.


anjing anjing itu berlari dan mengores paha dan tangan vasko dengan kuku-kukunya hingga membuat vasko terluka.


orang-orang yang melihat itu segera mencoba untuk menyingkirkan anjing-anjing itu,tak lama setelah orang-orang itu datang anjing itu segera pergi dengan gerombolanya.


"apa kau baik-baik saja nak?"ucap pria itu


"ya pak saya baik-baik saja"ucap vasko


"tapi kau terlihat sudah banyak kehilangan darah ayok kemari dulu dan obati lukamu itu"ucap pria itu dengan khawatir.


vasko mencoba meyakinkan bahwa dia baik-baik saja kepada pria itu dan pria itu tetap saja khawatir karena luka ditubuh vasko mengeluarkan banyak darah.


ketika vasko menoleh kearah feby,vasko terkejut dengan keadaan feby yang sudah berbaring diatas tanah.......


"!!!FEBYY!!!!"


......................


......................


......................