
"hei vasko!apa yang akan kau lakukan jika aku mati sekarang?"
"aku tidak tau mungkin aku akan mati juga haha"
"kau tidak boleh seperti itu kau harus bertahan sampai akhir bahkan jika aku telah mati sekalipun kau paham!!"
"kau tidak boleh"
"tidak boleh"
"tida-"
"HUH!!!"
"huh!huh!huh! ahh aku memimpikan nya lagi"ucap vasko sembari menutup wajah nya dengan tangan.
......................
......................
......................
hari ini vasko pergi dari rumah sakit dan segera pulang kerumahnya,tidak ada yang mengantar kan vasko pergin dari rumah sakit dan tidak ada yang menyambut nya ketika sampai dirumah nya.
ayah nya bukanya bahagia melihat anaknya kembali tapi malah memukul dan mencaci vasko dengan bau alcohol yang sangat pekat keluar dari mulut nya,ibunya sudah pergi dari rumah sejak vasko masuk smp karema sudah tidak tahan dengan tingkah ayah vasko.
keseharian ayah nya hanya minum dan berjudi setiap hari nya dan karena itu juga ibu nya lah yang harus menganti kan ayah nya untuk menjadi tulang pungung keluarga,tapi tetap saja uang yang sudah dihasil kan ibu nya dengan keringat sendiri malah diambil dan dirampat oleh ayah vasko untuk berjudi dan membeli alcohol.
semenjak ibu nya pergi meningalkan mereka lalu vasko lah yang harus bekerja banting tulang untuk mencukupi kebutuhan nya,tapi alih-alih menyesal dengan hal yang terjadi pada ibu nya,ayah nya malah melakukan hal yang sama kepada vasko.
vasko yang sudah tidak kuat dengan tingkah ayah nya selalu mencoba untuk bunuh diri agar terlepas dari belengu yang mengikat nya,tapi apalah daya vasko tetap tidak bisa melakukan nya dan setelah beberapa percobaan muncul lah sebuah tulisan-tulisan aneh dibawah kakinya yang membuat vasko berpindah ke dunia lain.
"bruk!"
"bruk!"
"bruk!"
"kau anak tidak tahu diri,sudah kuberi kau tempat tingal bukanya bersyukur tapi malah mencoba untuk mati"
"brengsek!kalau kau ingin mati maka aku akan melakukan nya untuk mu"
"bruk!"
"bruk!"
vasko dipukuli hinga babak belur oleh ayah nya bahkan setelah itu ayah nya tidak merasa bersalah sedikit pun dan pergi meningalkan vasko yang sedang terbaring kesakitan,vasko tidak tahu apa yang harus dia lakukan setelah ini tapi yang terpikirkan oleh vasko saat ini hanyalah.
'BUNUH'
"ck dasar kau sangat merepotkan sekali"ucap ayah vasko dan langsung pergi dari rumah.
......................
......................
didalam kasino ayah vasko sedang asik berjudi dan meminum alcohol.
"yahaha aku menang lagi yahaha"ucap seorang pria.
"bam!!"
"agrrhhh brengsek aku yakin kau curang"ucap ayah vasko.
"yahaha kau tidak perlu menyela jon,aku sangat yakin keberuntungan mu itu sependek rambut mu yahaha"ucap seorang pria.
"dasar bajingan"ucap ayah vasko dengan nada kesal.
"aaaaa brengsek aku pergi sekarang"ucap ayah vasko.
"hey! hey! hey! jangan marah jon ayok kita bermain sekali lagi"ucap seorang pria......
dimalam yang sunyi dan gelap dan ayah vasko sedang berjalan dengan keadaan mabuk,jalan yang gelap dan hanya ada satu lampu yang sudah berkedip-kedip,dia berjalan dengan memengang sebuah botol alcohol dan terus mengumamkan satu kata berulang-ulang.
"sialan"
"sialan"
"sialan"
penglihatan ayah vasko sudah kabur akibat terlalu banyak meminum alcohol tapi tiba-tiba seseorang muncul didepan nya,ayah vasko tidak bisa melihat orang itu karena dia diam di kegelapan dan tidak terkena cahaya dari lampu,ayah vasko mencoba untuk memangil nya tapi dia tidak menjawab nya.
"hey!brengsek siapa kau?"ucap ayah vasko.
dia tetap tidak menjawab nya dan perlahan-lahan datang mendekati cahaya setelah dia dekat dari cahaya akhirnya ayah vasko bisa melihat orang itu.
"ohh ternyata kau yang kemarin dirumah sakit bersama vasko kan?,mau apa kau mendatangiku?"
ternyata orang yang menungu ayah vasko adalah feby,feby lalu menganguk dan menjawab pertanyaan orang tua vasko.,
"pak ada satu hal yang ingin saya tanya kan" ucap feby.
"apa kau masih mengangap vasko sebagai anak mu?"ucap feby.
"ohh jadi kau ingin bertanya tentang anak itu,ya aku masih mengagapnya sebagai anak karena dia cukup berguna jika tentang uang hik"ucap ayah vasko dengan bersendawa.
feby sangat kesal ketika mendengar perkataan itu dia kesal karena uang yang dihasilkan vasko dengan susah payah malah dihabis kan secara sia-sia oleh orang tua nya.
"jadi selama ini uang yang vasko hasilkan itu dihabis kan oleh mu"ucap feby dengan nada kesal.
"KAU SEHARUSNYA TAU SEBERAPA SUSAHNYA VASKO MENGHASILKAN UANG ITU! KAU ORANG TUA NYA BUKAN NYA MEMBANTU DIA UNTUK MENCARI UANG MALAH MEMBUAT NYA SENGSARA!!"teriak feby dengan kesal.
"hey!hey! ada apa dengan mu?kau jangan mengurusi urusan keluarga orang lain. ck ck dasar anak zaman sekarang sepertinya tidak diber didikan yang baik oleh orang tua mereka"ucap ayah vasko dengan mengeleng-geleng kan kepalanya.
mendengar ucapan itu dari orang tua vasko feby sangat-sangat kesal,"bagaimana mungkin orang tua yang sudah membuat anak nya sendiri bagaikan mesin pencari uang masih bisa berbicara tentang mendidik anak-anak"gumam feby dengan kesal.
feby lalu menghampiri orang tua vasko dan langsung menampar wajah nya dengan keras. "plak" orang tua vasko diam sejenak dan memengang pipi yang terkena tamparan feby,setelah itu orang tua vasko lalu berbalik ke arah feby dengan raut wajah sangat kesal.
"hey nak sepertinya kau benar-benar harus diberi hukuman"ucap orang tua vasko dengan nada kesal.
......................
......................
disisi lain vasko yang masih terbaring lemas karena sudah dipukuli oleh orang tua kandung nya sendiri sangat kesal dan terus menerus mengucapkan kalimat yang sama.
setelah ber jam-jam vasko sudah bisa mengerak kan tubuh nya,hal pertama yang vasko lakukan ketika bisa bergerak adalah pergi ke dapur dan langsung mengambil sebuah pisau.
vasko lalu pergi dari rumah nya dengan luka-luka memar dari kaki hingga wajah nya tapi vasko tidak peduli dengan itu dan masih memikirkan satu hal itu terus menerus.
'bunuh'
'bunuh'
'bunuh'
'bunuh'
tempat yang pertama vasko tuju adalah sebuah kasino karena tempat itulah yang biasa ayah nya pergi setiap hari,orang-orang yang melihat vasko dengan raut muka kahisan tapi diiringi dengan rasa takut karena dia membawa pisau ditangan nya.
vasko tidak menghiraukan mereka dan terus berjalan ditengah dingin nya malam vasko berjalan dengan sempoyongan dan lemas tapi pikiran vasko lah yang membuat dia tetap tidak berhenti berjalan untuk pergi ke kasino
"BAM!..."