
...****************...
"aku sudah menduga ini akan terjadi,jadi kemarilah akan kulawan kalian semua"ucap vasko dengan tersenyum pahit.
gerombolan-gerombolan patung itu segera berlari kearah vasko dengan sangat cepat "hah!! apa-apaan dengan kecepatan mereka!"ucap vasko.
lalu ketika patung itu tepat didepan vasko,vasko mencoba mengunakan sihir api kepada patung-patung itu tapi patung itu dengan cepat menghantam vasko dengan tinjunya.
vasko lalu terlempar jauh hingga membentur gerbang besi kastil tapi gerbang itu tidak mampu menahan tubuh vasko sehingga vasko terlempar keluar dari taman,setelah memukul vasko patung-patung itu tidak brrhenti dan segera berlari lagi kearah vasko yang sedang tertidur ditanah.
tidak lama setelah terlempar vasko lalu berdiri dengan tenang dan membersihkan lututnya yang kotor "ahhh maafkan aku,aku terkejut dengan kecepatanmu tadi tapi sekarang kemarilah akan kulayani kau"ucap vasko dengan menghela nafas.
patung-patung tidak berekpresi apapun ketika mendengar vasko berbicara tapi dengan cepat vasko berada disalah satu patung-patung itu dan melempar patung yang sangat besar dengan tinjunya.
patung yang terkena tinju vasko seketika hancur dan patung-patung lainya seperti terkejut melihat itu,patung-patung yang tadinya mengejar keluar halaman sekarang kembali masuk karena vasko sudah kembali berada didalam halaman.
banyak patung yang berlari kearah vasko tapi vasko hanya tersenyum kegirangan ketika melihat itu "bagus!,bagus!,bagus!, haha haha haha bagus seperti inilah yang aku inginkan haha haha haha"ucap vasko dengan tertawa keras.
vasko lalu bergerak dengan cepat sehingga membuat patung-patung itu tumbang satu persatu,puluhan-puluhan patung tumbang satu persatu tanpa perlawanan sedikitpun,vasko hanya tertawa dan menghitungnya ketika menghancurkan patung itu satu persatu.
"1,2,3,4,5,-10,11,13,14,15,-20,21,22,23,24,25,-50,51,52,53,54,55,-65,66,67,68,69,70. hah hah hah hah apa hanya segitu saja kemampuan kalian"ucap vasko dengan nafas tergesa-gesa diatas tumpukan-tumpukan batu didalam halaman.
"apakah seperti ini rasanya menikmati pertarungan"ucap vasko dengan memegang dadanya dan tersenyum didepan tumpukan batu,vasko lalu memegang jidatnya dan berkata"ahhhh jadi seperti ini rasanya haha".
vasko lalu berjalan melewati tumpukan batu mayat dari patung-patung yang tadi mengejarnya,sesampainya didepan pintu kastil vasko terdiam sejenak dan lalu menghela nafas sebelum membuka pintunya.
"kreeket kreeket kreeket"suara gesekan pintu yang sudah lama tak terbuka.
setelah membuka pintu yang dilihat vasko hanya jalan polos yang terkena cahaya selain itu hanya kegelapan yang ada disana,setelah itu vasko melangkah masuk kedalam kastil itu tapi tiba-tiba pintu masuk yang ada dibelakang vasko tertutup dengan sendirinya.
vasko seketika berbalik kebelakang tapi vasko tidak bisa melihat apapun yang ada didepan,dibelakang,disambing,semuanya tak terlihat dan hanya kegelapan yang tiada tanding "siapa itu?cepatlah keluar,aku tahu kau disana!" ucap vasko dengan berteriak.
vasko lalu berlari kedepan dengan cepat tapi tidak ada apapun disana,yang dilihat vasko hanya kegelapan,tapi ditengah kegelapan itu terlihat sebuah cahaya kecil yang sangat jauh didepan sana,vasko yang melihat itu segera berlari menuju cahaya itu dan cahaya kecil itu perlahan-lahan membesar sedikit demi sedikit.
setelah sekian lama berlari vasko lalu sampai didepan cahaya itu tapi yang dilihat vasko hanya seorang perempuan yang tengah menyisir rambutnya,"permisi apakah anda pemilik kastil ini?"ucap vasko dengan sopan.
perumpuan itu lalu berbalik kearah vasko dan terkejutnya vasko ketika melihatnya"feby apakah itu benar-benar kau feby,tolong beritahu aku jika itu benar-benar kau feby"ucap vasko dan meneteskan air mata.
"benar ini aku feby"ucap perempuan itu.
"ya ini benar-benar aku dan KAU VASKO INI SEMUA SALAH MU AKU BISA MATI SEMUA KARENA MU DAN AKU JUGA INGIN KAU MATI DISINI VASKO!!!"ucap perempuan itu dengan berjalan kearah vasko.
"a-apa maksudmu feby a-aku,a-aku"ucap vasko
setelah sampai didepan vasko,perempuan itu lalu berbicara menyalahkan vasko tentang kematianya dan meminta agar vasko bertangung jawab akan hal itu,perempuan itu lalu menusuk tangan vasko.
vaako berteriak kesakitan ketika tanganya tertusuk,tetapi bukan amarah yang datang tapi rasa sedih,penyesalan,dan lain-lain yang tercampur aduk ketika saat itu.
meski vasko tahu itu bukan feby yang sebenarnya tetapi vasko tidak bisa melawan ataupun menyakitinya,vasko hanya memegang wajah perempuan itu dengan tangan yang berlumburan darah.
vasko tanpa sadar meneteskan air mata ketika memegang wajah yang telah lama ia tak jumpa,"feby aku benar-benar meminta maaf karena tidak bisa berbuat apa-apa ketika insiden itu terjadi,aku benar-benar meminta maaf feby"ucap vasko dengan mengelus wajah feby serta meneskan air mata didepan feby.
vasko lalu memeluk tubuh feby dengan erat meski tanganya berlumburan darah akibat tusukan dari feby,tak lama setelah vasko memeluk feby tiba-tiba feby pecah seperti cermin yang dilempari batu.
"feby kemana kau akan pergi lagi sekarang,aku mohon tolong jangan tingalkan aku lagi,aku mohon"ucap vasko yang sedang memeluk erat perempuan itu.
tubuh yang tadinya dipeluk dengan erat tiba-tiba menghilang seperti pecahan kaca yang berterbangan,cahaya yang tadinya hanya menyinari mereka berdua,perlahan-lahan menyebar kearah yang lainya.
vasko yang sedang menangis tersedu-sedu dipelukan seseorang lalu tergeletak seperti seorang bayi sedang meminta ASI,cahaya yang mulai merambat kerah yang lainya tiba-tiba sampai keseorang pria tua dengan jubah hitam.
pria tua itu hanya diam ketika melihat vasko yang sedang menangis tersedu-sedu,ketika vasko sadar sedang berada ditengah-tengah ruangan sontak berdiri tegak dan mengarhakan tanganya kearah pria tua itu.
pria tua itu hanya diam ketika vasko ingin menyerangnya,karena vasko berpikir bahwa pria itu tidak berbahaya lalu vasko hanya bertanya kepada pria tua itu "permisi apakah ini rumah milik anda?"ucap vasko.
tiba-tiba tangan pria tua itu bergerak kearah,tapi yang dilakukan pria tua itu hanya meng'usap-usap matanya."ahh maafkan aku,aku terlalu meretapi kisah kalian berdua haha"ucap pria tua itu dengan tawa kecil.
vasko yang terkejut dengan omongan pria itu lalu mengarahkan kembali tanganya dan bersiap untuk merampalkan sihir kearah pria tua itu,pria itu lalu menurunkan tanganya dan berkata dengan lantang.
"PERKENALKAN NAMAKU MERLIN"
......................
......................
......................